Bitung | Waspada24.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung terus memacu mesin demokrasi melalui program pendidikan pemilih berkelanjutan, Kamis (30/04/26).
Langkah teranyar diambil dengan menyasar segmen perempuan produktif di lingkungan militer guna memastikan kualitas partisipasi masyarakat tetap terjaga menjelang pesta demokrasi mendatang.
Agenda sosialisasi pendidikan pemilih kali ini menyasar organisasi Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXII Kodim 1310/Bitung.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Aula Makodim 1310/Bitung, Jalan Babe Palar, Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir.
Langkah strategis ini dipandang perlu sebagai upaya KPU dalam menjamin keterlibatan aktif kaum perempuan di setiap jenjang tahapan pemilu maupun pemilihan.
Fokus utamanya adalah menanamkan pemahaman mendalam mengenai hak pilih sebagai instrumen perubahan dalam lingkup keluarga dan sosial.
Kedatangan rombongan KPU Bitung disambut hangat oleh Pabung Minut, Mayor Inf Saul Malangkas, yang hadir mewakili Dandim 1310/Bitung. Dalam sambutan pembukanya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif penyelenggara dalam memberikan edukasi politik di markas komando tersebut.
Pihak TNI menyatakan komitmen penuhnya dalam mengawal seluruh rangkaian Pemilu dan Pilkada agar berjalan aman serta berintegritas.
Pihaknya meyakini bahwa keterlibatan perempuan merupakan kunci dalam melahirkan pemimpin berkualitas yang mampu membawa kesejahteraan nyata bagi rakyat.
Komisioner KPU Kota Bitung, Yunnoy S. Rawung, selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, menegaskan bahwa perempuan adalah subjek krusial dalam ekosistem demokrasi.
Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan desentralisasi informasi politik yang efektif hingga ke unit terkecil, yaitu rumah tangga.
Dalam pemaparan materinya, Yunnoy menggarisbawahi pentingnya etika layanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Hal ini mencakup aksesibilitas bagi semua kalangan serta pelayanan yang ramah terhadap pemilih perempuan guna meningkatkan kenyamanan saat menyalurkan hak suara.
Poin krusial lain yang dibahas adalah peran perempuan sebagai garda depan dalam menangkal pelanggaran pemilu. KPU mengajak para anggota Persit untuk melek literasi media guna menghindari disinformasi, serta secara tegas menolak praktik politik uang di lingkungan mereka.
Tak hanya soal hak suara, aspek teknis turut diperdalam dalam pertemuan tersebut. Peserta diberikan pembekalan mengenai tata cara pengecekan Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara mandiri serta prosedur pencoblosan yang benar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Perspektif militer turut melengkapi sosialisasi ini melalui paparan Danramil 1310-01/Bitung, Kapten Inf Markus Tilaar.
Ia memberikan penekanan khusus pada implementasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 serta batasan-batasan bagi istri prajurit dalam menjaga marwah institusi TNI.
Meskipun memiliki hak konstitusional sebagai warga sipil, anggota Persit diingatkan untuk tetap bijak dalam bersosial media. Kapten Markus menegaskan larangan penggunaan atribut organisasi untuk kepentingan politik praktis demi menjaga netralitas suami mereka sebagai prajurit aktif.
Di tempat terpisah, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi TNI AD dalam mendukung kehidupan demokrasi yang sehat. Ia berharap anggota Persit dapat menjadi pelopor edukasi bagi masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi kedua lembaga, di antaranya Komisioner KPU Frangky Takasihaeng dan Wiwinda Hamisi, Sekretaris KPU Poula Tuturoong, serta Pj. Ketua Persit KCK Cabang LXII, Ny. Sendy Tilaar Lomban, beserta jajaran pengurus Persit lainnya. (74M)


































