Bitung | Waspada24.com – Kawasan Terminal Petikemas Bitung, Kamis pagi pekan lalu, tak seperti biasanya. Ratusan personel berseragam lengkap memenuhi area parkir sejak pukul 08.30 WITA.
Mereka bukan hendak melakukan penindakan hukum, melainkan tengah mematangkan skenario besar bertajuk Exercise Live ISPS Code sebuah mandat internasional bagi keamanan fasilitas pelabuhan.
Kesibukan ini melibatkan orkestrasi lintas sektoral yang cukup masif. Di sana, jajaran Polres Bitung membaur bersama petugas KSOP, Karantina Kesehatan, hingga unit Pemadam Kebakaran.
Sinergi ini menjadi krusial mengingat status pelabuhan ini bukan sekadar dermaga, melainkan objek vital nasional yang menjadi urat nadi distribusi logistik di Sulawesi Utara.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan seremoni yang ringkas namun sarat makna, pemeriksaan pasukan dan penyematan tanda peserta.
Namun, inti dari agenda ini terletak pada simulasi lapangan. Menariknya, panitia menyelipkan inovasi dengan mendokumentasikan setiap gerakan simulasi ke dalam video edukatif guna memperkuat memori prosedur bagi para petugas di lapangan.
Kabag Ops Polres Bitung, AKP Novri Sadia, yang hadir di lokasi, tampak serius memantau pergerakan personel.
Baginya, agenda ini bukan sekadar ritual tahunan untuk menggugurkan kewajiban administratif. Ia memandang simulasi ini sebagai langkah preventif di tengah dinamika ancaman maritim yang kian kompleks.
”Pelabuhan adalah pintu gerbang ekonomi. Jika keamanannya keropos, dampaknya sistemik. Kami ingin memastikan semua pemangku kepentingan memiliki satu frekuensi yang sama dalam menghadapi potensi gangguan,”
ujar Novri, menekankan pentingnya kesamaan persepsi antar-instansi.
Lebih dari sekadar teknis pengamanan, Novri menggarisbawahi soal kepercayaan publik. Baginya, rasa aman di pelabuhan adalah komoditas utama yang harus dijual kepada para pengguna jasa.
Dengan koordinasi yang solid, diharapkan respons terhadap gangguan keamanan bisa dilakukan secara adaptif dan terukur.
Latihan ini sebenarnya adalah maraton persiapan yang sudah dimulai sejak 13 April 2026.
Selama empat hari penuh, berbagai skenario gangguan disimulasikan di area Terminal Petikemas Bitung. Ini adalah bagian dari evaluasi standar keamanan internasional yang wajib dilakukan di seluruh terminal petikemas di Indonesia secara berkala.
Pendekatan kolaboratif menjadi ruh dalam latihan kali ini. Tidak ada instansi yang menonjolkan ego sektoral, semua melebur dalam satu rantai komando pengamanan.
Dinas Kesehatan dan petugas pemadam kebakaran, misalnya, disiapkan untuk merespons skenario darurat yang membutuhkan penanganan medis maupun teknis secara cepat.
Tepat pukul 14.00 WITA, sirine tanda berakhirnya latihan berbunyi. Lapangan kembali tenang, namun kesiapan personel diklaim telah naik satu level.
Keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif selama latihan menjadi cerminan awal dari kesiapan kolektif para penjaga pintu ekonomi ini.
Dengan prinsip kerja cerdas dan ikhlas, Polres Bitung bersama para stakeholder seolah ingin mengirimkan pesan kuat, bahwa stabilitas keamanan di Bitung adalah harga mati.
Sebuah komitmen yang dijaga demi kelancaran arus barang yang menjadi hajat hidup orang banyak di ujung utara nusantara. (74M)



































