Bitung | Waspada24.com – Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menerima penganugerahan gelar adat Tonsea Wanua Bitung, Rabu (20/05/26).
Prosesi sakral ini dilangsungkan di sela-sela perhelatan Parade Nusantara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118 yang berpusat di Lapangan Satrol Kodaeral VIII/Bitung, Jalan Samuel Languju, Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, dan Pemkot Bitung.
Apresiasi tinggi langsung disampaikan oleh Letkol Inf Dewa Made DJ usai mengikuti seluruh prosesi adat. Menurut orang nomor satu di Kodim 1310/Bitung tersebut, gelaran seni dan budaya yang sarat akan nilai sejarah serta kearifan lokal ini merupakan sebuah momentum krusial.
Perhelatan ini dinilai efektif dalam mempererat simpul persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.
Bagi Letkol Inf Dewa Made DJ, gelar adat Tonsea Minahasa yang kini disandangnya bukan sekadar simbol kehormatan struktural semata.
Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan wujud pengakuan yang mendalam atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusi nyata jajaran TNI Angkatan Darat terhadap kondusifitas daerah dan kesejahteraan masyarakat Bitung.
Lebih lanjut, Dandim 1310/Bitung berkomitmen penuh untuk terus berada di garda terdepan dalam mengawal stabilitas wilayah.
Pihaknya memastikan akan selalu menyokong setiap agenda positif yang berorientasi pada pelestarian tradisi leluhur.
Langkah ini dirasa penting guna memupuk rasa cinta generasi muda terhadap akar budaya bangsa.
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, Letkol Inf Dewa Made DJ juga menyelipkan harapan besar bagi keharmonisan antarwarga.
Perwira Menengah TNI AD tersebut optimis bahwa semangat kebersamaan yang terpancar dari Parade Nusantara mampu mengokohkan kerukunan dan sinergi yang dinamis di seluruh wilayah Kota Bitung dan Minahasa.
Di sisi lain, jalannya rangkaian upacara pengukuhan berlangsung dengan sangat khidmat.
Dandim 1310/Bitung bersama sejumlah pimpinan daerah, termasuk Walikota, Wakil Walikota, Dansatrol Kodaeral VIII/Bitung, serta Kapolres Bitung, mengikuti setiap fase ritual adat dengan khusyuk, mulai dari prosesi penyambutan, pembacaan surat keputusan, hingga pemasangan atribut kehormatan Tonsea.
Nuansa kebersamaan ini semakin diperkuat dengan pembacaan Deklarasi Damai oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E.
Di hadapan Dandim 1310/Bitung dan seluruh Forkopimda, Walikota menyerukan komitmen kolektif antara pemerintah daerah, jajaran TNI-Polri, serta elemen keagamaan untuk membentengi Kota Bitung dari ancaman provokasi, berita bohong (hoax), dan tindakan anarkis.
Kemeriahan peringatan Harkitnas Ke-118 dengan tema “Harmoni Kebudayaan Nusantara Bangkit Bersama, Menuju Indonesia Maju” ini sejatinya sudah terasa sejak pagi hari.
Berdasarkan pantauan, tidak kurang dari 500 peserta yang terdiri dari unsur TNI-Polri, tokoh adat, pelajar, hingga masyarakat umum memadati lokasi dengan mengenakan beragam pakaian adat nusantara.
Kemegahan acara kian memuncak saat Dansatrol Kodaeral VIII/Bitung Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D bersama unsur Forkopimda melepas iring-iringan Parade Nusantara.
Ribuan pasang mata masyarakat disuguhi atraksi kebudayaan di sepanjang rute yang melintasi Polsek KPS Bitung, Starbucks, kawasan Sarina, dan berakhir di Lapangan Kantor Walikota Bitung.
Seluruh rangkaian kegiatan yang memadukan semangat nasionalisme dan sakralnya budaya lokal ini diakhiri dengan penandatanganan dokumen deklarasi damai serta sesi foto bersama.
Berkat sinergi pengamanan dari jajaran Kodim 1310/Bitung dan instansi terkait, perhelatan akbar tahunan ini berhasil diselenggarakan dengan aman, tertib, dan kondusif. (74M)



































