Bitung | Waspada24.com – Polres Bitung melakukan aksi edukasi hukum di Kampus STIE Petra Bitung, sebuah langkah preventif yang menyasar kesadaran kolektif mahasiswa di tengah hiruk-pikuk Expo UMKM 2026, Kamis (07/05/26).
Kehadiran personel kepolisian ini bukan untuk penindakan, melainkan untuk menanamkan benih karakter unggul pada Kamis sore (7/5).
Suasana Expo UMKM 2026 mendadak khidmat saat Tim Tarsius Presisi naik ke panggung utama untuk mengisi kuliah umum.
Sebanyak 150 mahasiswa berkumpul, menciptakan gelombang antusiasme yang jarang terlihat dalam sebuah forum pembinaan karakter formal di lingkungan kampus tersebut.
Petinggi akademisi turut mengawal jalannya diskusi ini, di antaranya Ketua STIE Petra Bitung, Ratna Taliupan, S.E., M.Si, bersama jajaran dosen lainnya.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum adalah fondasi utama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga taat hukum.
Ka Team Tarsius Presisi, Aipda Angky Koagow, tampil sebagai pembicara utama dengan narasi yang lugas namun menyentuh sisi humanis.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa etika pergaulan dan kesadaran hukum adalah “perisai” utama bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sorotan tajam diberikan pada fenomena digital, di mana Angky memperingatkan para mahasiswa agar lebih cermat dalam memfilter informasi di media sosial.
Ia menegaskan bahwa jempol pengguna bisa menjadi bumerang hukum jika tidak dibekali dengan kebijaksanaan dan pemahaman atas UU ITE yang berlaku.
Selain isu digital, Polres Bitung secara tegas mengingatkan bahaya nyata di dunia luring, seperti konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan lem ehabond.
Larangan keras juga disampaikan terkait penggunaan senjata tajam dan panah wayer yang kerap menjadi pemicu tindak pidana serius di jalanan.
”Mahasiswa adalah nakhoda masa depan daerah ini yang harus memiliki kedisiplinan tinggi,”
tegas Aipda Angky Koagow di hadapan para peserta. Ia berpesan agar lingkungan pergaulan positif menjadi prioritas utama agar masa depan para pemuda Bitung tidak hancur oleh keputusan yang salah di masa remaja.
Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai, menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi preventif Polri.
Menurutnya, menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tidak selalu melalui patroli fisik, melainkan melalui sentuhan edukasi yang langsung menyasar jantung persoalan generasi muda.
“Polres Bitung terus mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif di lingkungan sosial serta menjauhi perilaku yang bertentangan dengan hukum,”
ungkap AKP Abdul Natip Anggai.
Interaksi dua arah mewarnai sesi diskusi, di mana mahasiswa aktif melontarkan pertanyaan kritis mengenai persoalan sosial di Kota Bitung.
Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan ini membuktikan bahwa citra kepolisian kini semakin dekat dan dipercaya oleh kalangan intelektual kampus.
Menutup rangkaian kegiatan, Polres Bitung berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan ini dapat terus berlanjut secara konsisten.
Melalui pembinaan karakter ini, diharapkan lahir generasi pelopor keamanan yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sosial di mana pun mereka berada. (74M)


































