Minut | Waspada24.com – Deru mesin pengaduk semen dan denting hantaman alat bangunan memecah kesunyian di bantaran Sungai Tinaan, Kelurahan Airmadidi Bawah, Kabupaten Minahasa Utara Pada Rabu (13/05/26).
sebuah proyek vital bernama Jembatan Perintis Garuda mulai menampakkan progres signifikan berkat kolaborasi intensif antara personel TNI dan warga setempat.
Pengerjaan infrastruktur ini dipimpin langsung oleh Serka Roi Meray, anggota Babinsa Koramil 1310-06/Airmadidi. Kehadiran prajurit di tengah lokasi proyek bukan sekadar melakukan pengawasan administratif, melainkan terjun langsung berbaur dengan para pekerja dan penduduk dalam sebuah aksi nyata yang melampaui tugas kedinasan.
Di bawah sengatan matahari yang cukup terik, personel Kodim 1310/Bitung bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan tahapan teknis krusial.
Fokus utama pekerjaan hari ini berpusat pada penggalian fondasi titik nol hingga proses pengecoran fondasi tapak, sebuah langkah awal yang menentukan kokohnya konstruksi jembatan di masa depan.
Aspek teknis pembangunan ini melibatkan material dalam skala besar untuk menjamin ketahanan struktur bangunan.
Puluhan sak semen, puluhan batang besi ulir dan polos, serta material pengeras cor berkualitas tinggi mulai dipasang dan ditanam guna memastikan Jembatan Perintis Garuda mampu menahan beban mobilisasi yang padat.
Namun, di balik teknis pembangunan, tersirat narasi humanis yang kental antara tentara dan rakyat.
Keakraban yang terjalin di lokasi kerja menunjukkan bahwa hubungan Babinsa dengan warga binaannya telah mencapai ikatan emosional yang mendalam, mempertegas fungsi TNI sebagai pelindung sekaligus penggerak pembangunan desa.
Serka Roi Meray dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya meninggalkan jejak kebaikan bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa jabatan hanyalah sementara, namun pengabdian yang tulus dan pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat akan menjadi warisan abadi yang dikenang sepanjang masa oleh warga binaannya.
Aksi gotong royong ini mendapat perhatian dan apresiasi khusus dari Komandan Kodim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ.
Dandim menilai bahwa peran aktif Babinsa dalam pembangunan fisik merupakan bentuk pengabdian nyata yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah teritorialnya.
“Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. Tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga ikut bekerja bersama warga dan para pekerja, mulai dari mengaduk campuran semen, pasir dan kerikil hingga membantu percepatan pembangunan jembatan,”
ujar Dandim.
Dandim 1310/Bitung menegaskan bahwa keterlibatan anggotanya, mulai dari mengaduk campuran pasir dan kerikil hingga membantu pengecoran, adalah wujud komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.
Menurutnya, percepatan pembangunan jembatan ini menjadi prioritas agar manfaatnya segera dinikmati khalayak luas.
Pihak pimpinan Kodim juga menekankan bahwa semangat kolektif adalah kunci utama keberhasilan pembangunan di daerah.
Dengan turun langsung ke lapangan, hubungan emosional antara institusi TNI dan masyarakat diharapkan semakin solid, menciptakan kemanunggalan yang tidak tergoyahkan oleh tantangan apa pun.
Jembatan Perintis Garuda ini diproyeksikan akan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga Airmadidi Bawah.
Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi lokal seiring dengan lancarnya arus distribusi barang dan jasa di kawasan tersebut. (74M)


































