Kutacane – Pembangunan jembatan gantung perintis sepanjang 248 meter yang menghubungkan Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, dengan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, kini telah mencapai progres 83 persen. Memasuki pekan kedua Juli 2026, pekerjaan difokuskan pada pemasangan papan lantai sebagai tahap akhir sebelum penyelesaian konstruksi, Minggu (12/7/2026).

Jembatan yang dibangun oleh Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat ini menjadi jembatan gantung perintis terpanjang di Kabupaten Aceh Tenggara.
Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi warga, sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi antarwilayah.
Komandan Kodim 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., menegaskan pembangunan jembatan merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Jembatan ini bukan sekadar penghubung dua desa, tetapi juga menjadi akses penting yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kami terus mengoptimalkan pekerjaan agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.
Dengan capaian pekerjaan mencapai 83 persen, penyelesaian proyek kini memasuki tahap krusial.
Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi tonggak pembangunan infrastruktur di Aceh Tenggara yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di daerah tersebut.
( RED )






























