Ruas Jalan Nasional Medan–Kutacane Bertaburan Lubang,PPK BPJN 3.5 Wilayah Agara Tutup mata??

WASPADA24

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:31 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane.Waspada24.com- Disinyalir PPK BPJN 3.5 Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara tutup mata terkait banyaknya ditemukan jalan berlubang disepanjang perbatasan Gayolues-Kutacane dan Lawe Pakam.

Kondisi jalan rusak itu banyak ditemukan di ruas Nasional Kutacane menuju Sumatera Utara (Medan), jalan dua jalur tepatnya di pusat kota kutacane sudah banyak berlubang , tepatnya di lampu merah pusat kota kutacane Kecamatan Babussalam Aceh Tenggara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlihat lagi di jembatan Kute Biakmoli, juga bertaburan lubang Kecamatan Bambel dan banyak lagi di Kecamatan lain seperti Lawe sigala-gala Lawe Tua, Kayu Mbelin, Semadam, Titi Pasir, Lawe Dua, Kecamatan Bukit Tusam.

Sementara itu di beberapa titik ada jalan yang diperbaiki, hingga kini tidak tuhtas. dana perawatan jalan setiap tahunnya dianggarkan dari APBN.

Terpantau selain jalan berlubang,pada musim hujan , Drainase sering tersumbat,baik di simpang perapat hulu dan Gumpang Jaya Kecamatan Babusaalam dan depan Kantor Koramil kecamatan Bambel ,mengakibatkan para penguna jalan enggan melintas.

Ketua barisan sepuluh pemuda Aceh Tenggara Dahrin syah, minta pihak BPJN untuk segera melakukan Tambal Sulam jalan berlubang tersebut.

Dahrin juga minta kajati Aceh untuk melakukan chek and richek atas pengunaan anggaran dari tahun,2023-2024-2025 yang mereka tangani ,jika ada dugaan penyalahgunaan anggaran rutin BPJN Aceh tersebut. kata Dahrin harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,”jelasnya.

Pantauan Waspada24.com di lapangan,pada Rabu(15/07/26), menunjukkan bahwa permukaan jalan sudah tidak lagi rata dan nyaman dilalui. Lubang-lubang menganga dengan berbagai ukuran tersebar di sepanjang badan jalan. Genangan air di sejumlah titik turut memperburuk kondisi tersebut, terutama saat musim hujan, karena lubang sulit terlihat oleh pengendara.

“Rusaknya semakin parah sekarang, karena lubangnya tambah banyak. Sebulan yang lalu sempat ditambal, tapi bukan di titik-titik yang rusak berat. Sekarang malah makin sulit dilewati,” ungkap Amir, salah seorang pengguna jalan yang ditemui di sekitar lokasi.

 

Ketika di konfirmasi waspada24.com- Jaya Yuliadi selaku PPK wilayah 3.5 pada Rabu (12/07/26) melalui pesan whatsapp.Sampai berita ini terbit beliau belum membalas sms tersebut.

Salah satu Abang Betor ( becak motor) kasmin (48) yang setiapnya pakir di depan lampu merah, akibat jalan rusak dan berlobang di Simpang lampu merah Kutacane itu, bikin jengkel aja, kerap kena cipratan air dari kendaraan yang lewat.Bahkan penumpangnya ikut mengeluh.

Kepada bapak yang punya tanggung jawab, Kasimin minta untuk segera, secepatnya memperbaiki jalan lintas kutacane medan ini,sebutnya.

Karena kerusakan jalan terus melebar dari hari ke hari. Menurutnya, jika terus dibiarkan tanpa penanganan, kerusakan bisa semakin meluas dan mengancam keselamatan warga.

Apalagi sekarang musim hujan. Lubangnya tertutup air, pengguna jalan jadi tidak tahu mana yang dalam. Ini sangat berbahaya,”Kami masyarakat Kecamatan Bambel memohon agar segera dilakukan perbaikan. Jalan ini sangat penting, dan setiap hari dilalui masyarakat.Pintanya.

Sementara itu, jalan berlubang di lampu merah Kutacane, tampak ditambal warga sekitar pada Selasa (14/7/2026) dengan melakukan pengecoran lubang-lubang selama ini sangat mengancam pengendara.Aksi itu juga sebagai protes warga kepada pihak BPJN wilayah Agara.

Laporan.M.Jeni
Waspada24.

Berita Terkait

Tradisi Pedang Pora lepas Sambut Kapolres Agara Berjalan Lancar
PENGELOLAAN PIP DAN DANA BOS SDN 2 BIAK MULI AGARA DIDUGA SARAT MANIPULASI, KADIS DIKJAR DIMINTA TURUN TANGAN
PEDANG PORA DAN ISAK TANGIS WARNAI PELEPASAN AKBP YULHENDRI, KAPOLRES AGARA RESMI BERGANTI
Satresnarkoba Berhasil Bekuk Tiga Pelaku Pengedar Pil Ekstasi Lintas provensi
Danrem 011 Lilawangsa Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Terpanjang di Aceh Tenggara Terget Selesai Agustus 2026
Danrindam IM Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Terpanjang di Aceh Tenggara Terget Selesai Agustus 2026
Yahdi Hasan Ajak Masyarakat Nikmati Durian Kutacane, Panen Alami Jadi Keunggulan Tanah Alas
Babinsa Kodim 0108/Agara Kebut Pemasangan Sling Jembatan Gantung Perintis, Akses Dua Desa Segera Terwujud

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:40 WIB

PENGELOLAAN PIP DAN DANA BOS SDN 2 BIAK MULI AGARA DIDUGA SARAT MANIPULASI, KADIS DIKJAR DIMINTA TURUN TANGAN

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:22 WIB

PEDANG PORA DAN ISAK TANGIS WARNAI PELEPASAN AKBP YULHENDRI, KAPOLRES AGARA RESMI BERGANTI

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:31 WIB

Ruas Jalan Nasional Medan–Kutacane Bertaburan Lubang,PPK BPJN 3.5 Wilayah Agara Tutup mata??

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:43 WIB

Satresnarkoba Berhasil Bekuk Tiga Pelaku Pengedar Pil Ekstasi Lintas provensi

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:42 WIB

Danrem 011 Lilawangsa Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Terpanjang di Aceh Tenggara Terget Selesai Agustus 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 16:29 WIB

Danrindam IM Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Terpanjang di Aceh Tenggara Terget Selesai Agustus 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:14 WIB

Yahdi Hasan Ajak Masyarakat Nikmati Durian Kutacane, Panen Alami Jadi Keunggulan Tanah Alas

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:51 WIB

Babinsa Kodim 0108/Agara Kebut Pemasangan Sling Jembatan Gantung Perintis, Akses Dua Desa Segera Terwujud

Berita Terbaru