Wabup Madina Sebut Pengaruh Media Sosial Membuat Anak Muda Lupa Jati Diri

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Minggu, 3 Agustus 2025 - 04:54 WIB

50473 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada24.Com, Ulupungkut – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan pengaruh buruk kecanduan media sosial salah satunya adalah membuat generasi muda lupa jati diri yang terbentuk oleh adat budaya.

 

Hal itu disampaikan Wabup Atika dalam puncak acara Irama Ulupungkut yang diinisiasi Yayasan Bina Budaya Mandailing Raptama di Desa Alahankae, Kecamatan Ulupungkut, Madina, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Wabup menjelaskan, tanpa mengenal budaya tidak akan tumbuh rasa cinta terhadap daerah yang berimplikasi pada tidak adanya keinginan membangun kabupaten ini. “Irama Ulupungkut ini selaras dengan misi pembangunan daerah yang tertuang pada poin keempat visi misi kami,” kata dia.

 

Wabup menilai pelestarian dan pengenalan adat budaya kepada generasi muda merupakan salah satu upaya mencegah dampak negatif gempuran teknologi dan informasi. “Alhamdulillah, di kabupaten ini masih ada upaya menjauhkan anak-anak dari kecanduan gadget, seperti di Kecamatan Tambangan yang rutin melaksanakan witapermainur setiap Minggu,” sebut dia.

 

Wabup menekankan pelestarian adat budaya merupakan tugas semua pihak. Maka dari itu, dia pun meminta swasta dan komunitas yang bergerak di bidang adat budaya rutin melaksanakan kegiatan seperti Irama Ulupungkut ini.

 

“Pemkab Madina mengpresiasi dan berterima kasih kepada Yayasan Bina Budaya Mandailing Raptama yang memilih melaksanakan kegiatan ini di Ulupungkut,” tutup dia.

 

Ivan Iskandar Batubara, tokoh adat bergelar Patuan Parhimpunan Gomgom Mandailing, menilai minimnya guru yang bisa mentransfer ilmu, skil, dan pemahaman seni budaya dan adat istiadat menjadi salah satu penyebab terhambatnya pewarisan kepada generasi yang lebih muda.

 

Dia pun menilai pertunjukan Irama Ulupungkut bukan sebatas seni budaya, tapi jati diri bangsa Mandailing. “Bagaimana para leluhur mewariskan ini kepada kita, maka tugas kita juga mewariskan ini kepada generasi setelah kita,” sebut dia.

 

Sebelumnya, Ketua Yayasan Bina Budaya Mandailing Raptama Muhammad Bakhsan Parinduri menjelaskan Irama Ulupungkut Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Mandailing Julu terselenggara berkat dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II.

 

Kegiatan yang melibatkan puluhan mahasiswa seni dan naposo nauli bulung di Kecamatan Ulupungkut menampilkan beberapa adat budaya Mandailing yang telah lama hilang.

 

“Kami menampilkan, Tor Tor Manggore yang telah hilang lebih dari 60 tahun, sebuah tarian bagiamana seharusnya orang Mandailing menyikapi atau mengambil emas tanpa merusak lingkungan. Jauh dari yang terjadi pada saat ini,” kata Bakhsan.

 

Dia mengungkapkan memilih pagelaran di Ulupungkut karena daerah ini merupakan salah satu sumber pengetahuan budaya.

 

Dalam kesempatan ini beragam tarian tor-tor dipertunjukkan. Antara lain Tor Tor Inanta Soripada, Tor Tor Raja-raja diiringi jeir, Tor Tor Ranggas Namule Ule, dan Tor Tor Manggore. Selain itu ditampilkan juga Sarama Mamale Begu, salah satu irama Gordang Sambilan tanpe menggunakan bebera gendang yang ada.

 

Wabup Atika, Sekretaris DPPKB Elfi Maryanni, dan Kepala Bidang Kebudayaan Disdik Liliana Asaliah Lubis turut naik panggung dalam Tor Tor Inanta Soripada. Aca ditutup dengan penampilan Sarama, band yang menggabungkan alat musik modern dengan musik tradisional Mandailing.

 

Dalam kesempatan ini, Wabup Atika hadir didampingi Asisten Administrasi Umum Lismulyadi Nasution, Kepala Dinas Kebudayaan Dr. Muhammad Daud Batubara, Kepala Dinas Pariwisata Syukur Soripada Nasution, Kepala Bidang Tanaman Pangan Juli Hidayah, Kabag Umum Setda Irsan Hasibuan, dan Kabag Kesra Bahruddin Juliadi

(Magrifatulloh).

Berita Terkait

AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela
Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar
Polsek Tapung Hilir Hasilkan 4 Ton Jagung Pipil – Siap Dijual Ke Bulog Tandun Melalui Bulog Kampar
Kasus Mandek Berbulan-Bulan, Keluarga Satria Aritonang Sebut Janji Pengacara Tinggal Retorika
JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA DESA PINTU RIME DAN DESA PERTIK DI KECAMATAN PINING MEMBUTUHKAN PERHATIAN KITA
KELUARGA ALMARHUM SATRIA ARITONANG TUNTUT PENGEMBALIAN UANG JASA ADVOKAT SEBESAR RP 40 JUTA KARENA DINILAI WANPRESTASI
Tingkatkan Kualitas SDM, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama PKBM Amanah Alwasliyah Indrapura
Usai Ikrar Pemasyarakatan, Lapas Labuhan Ruku Gerak Cepat Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:08 WIB

Pemkab Karo Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dengan Ziarah dan Tabur Bunga

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:42 WIB

Wakil Bupati Langkat dan Rombongan Kunjungi Pemkab Karo, Bahas Sinergi dan Peluang Kerja Sama

Senin, 11 Mei 2026 - 15:18 WIB

Jaga Akurasi & Keterbukaan: Pemkab Karo Perkuat Tata Kelola Data dan Informasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:19 WIB

HIMBAUAN KEPADA MASYARAKAT AGAR KOTA KABANJAHE TERHINDAR DARI BANJIR DAN BEBAS PENYAKIT DI BULAN INI  

Senin, 4 Mei 2026 - 18:51 WIB

Diringkus Saat Transaksi Dini Hari, Dua Pria Asal Medan Bawa Ratusan Butir Ekstasi dan Sabu ke Berastagi

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:24 WIB

Polres Karo Lakukan Pemeriksaan Mendalam di Dua Desa Tanggapi Laporan Dugaan Peredaran Narkoba

Minggu, 26 April 2026 - 21:29 WIB

Ketua DPD IPK Tanah Karo Serahkan Langsung SK ke Ketua PAC, Ajak Sama-sama Jaga Marwah dan Majukan Tanah Karo  

Kamis, 16 April 2026 - 15:42 WIB

Saluran Tersumbat Sampah, Bupati Karo Imbau Warga Jangan Buang Sampah di Drainase

Berita Terbaru