Jakarta | Waspada24.com
Gerbong mutasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali bergerak, Selasa (17/02/26).
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara resmi melakukan perombakan struktur jabatan yang melibatkan 19 perwira tinggi (Pati) dari matra Angkatan Laut (AL).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pemenuhan kebutuhan tugas di lingkungan militer.
Keputusan penting tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/159/II/2026.
Dokumen tersebut mengatur tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI, yang menjadi landasan hukum bagi perpindahan tugas sejumlah jenderal bintang satu hingga bintang tiga di jajaran TNI AL.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Senin (16/2), surat keputusan tersebut sebenarnya telah ditandatangani oleh Jenderal Agus Subiyanto sejak Selasa, 3 Februari 2026, seperti dilansir dari sindonews.
Melalui kebijakan ini, para perwira yang terpilih akan segera menanggalkan jabatan lama mereka untuk mengemban tanggung jawab baru yang telah ditetapkan oleh markas besar.
Salah satu poin yang paling mencolok dalam mutasi kali ini adalah pertukaran posisi strategis antara Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) dan Wakil Gubernur Lemhannas RI. Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasal, kini dipercaya untuk menduduki kursi Wagub Lemhannas RI.
Sebaliknya, posisi Wakasal yang ditinggalkan oleh Erwin kini resmi dijabat oleh Laksdya TNI Edwin.
Sebelumnya, Edwin menjabat sebagai Wagub Lemhannas RI. Pertukaran posisi di level bintang tiga ini menandakan adanya dinamika kepemimpinan yang krusial pada level pucuk pimpinan Angkatan Laut.
Selain rotasi di tingkat pimpinan pusat, mutasi ini juga menyentuh satuan elite dan komando wilayah.
Kolonel Laut (P) Sadarianto mendapatkan promosi sebagai Komandan Kopaska Koarmada RI, menggantikan Laksma TNI Joko Andriyanto.
Sementara itu, Laksma TNI Joko Andriyanto sendiri kini beralih tugas menjadi Dan Kodaeral XI Koarmada RI.
Sektor pendidikan dan staf ahli juga tak luput dari pergeseran. Nama-nama seperti Laksda TNI Monang Hatorangan dan Laksda TNI Matjuri masuk dalam daftar perwira yang mendapatkan penugasan baru, mulai dari posisi Staf Khusus KSAL hingga jabatan Sahli KSAL TK III Bidang Dokstraopslat.
Di sisi lain, gelombang mutasi ini juga menjadi penanda berakhirnya masa bakti bagi sejumlah perwira senior.
Tercatat beberapa jenderal bintang dua dan bintang satu, seperti Laksda TNI Ismu Edy Aryanto dan Laksda TNI Yos Sumiarso, kini ditarik menjadi Pati Mabes TNI AL dalam rangka memasuki masa pensiun (purnatugas).
Secara keseluruhan, rotasi 19 Pati ini diharapkan mampu membawa energi baru bagi performa TNI AL ke depan.
Dengan pengisian jabatan strategis oleh wajah-wajah baru dan promosi bagi perwira berprestasi, TNI AL diharapkan semakin solid dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia. (*-74M)



































