Bitung | Waspada24.com – Sebuah langkah taktis diambil oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bitung dalam memperkuat sistem pertahanan dan keselamatan di sektor maritim, Kamis (02/07/26).
Instansi penjinak si jago merah tersebut secara resmi digandeng oleh Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II untuk mematangkan kesiapsiagaan darurat lewat agenda Pembinaan Operasi dan Latihan (Binopslat) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kapal (PEK) Tahun 2026.
Kolaborasi lintas sektor yang dimulai pada Kamis (2/7) pagi ini menegaskan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga aspek keselamatan di wilayah perairan vital Bitung.
Dalam latihan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut, jajaran personel Damkar Bitung mengambil peran sentral sebagai mentor utama guna menggembleng ketangkasan, penguasaan alat berat, hingga penyelarasan komunikasi darurat.
Agenda penting ini diawali dengan sesi pembekalan klasikal yang bertempat di Ruang Rapat Mako Guskamla Koarmada II Bitung.
Hadir langsung memberikan materi sebagai pembicara utama adalah Sekretaris Dinas Damkar Kota Bitung, Nimbrot O. Polontoh, S.Pi. bersama Boni Mugama pemateri tekhnik penanganan kedaruratan pemadaman.
Di hadapan ratusan peserta, Nimbrot memaparkan secara komprehensif mengenai teknik mengenali anatomi api serta prosedur taktis penyelamatan (rescue) saat terjadi bencana.
Tidak hanya memberikan landasan teori, kehadiran pihak dinas didasarkan pada landasan hukum yang kuat guna memastikan profesionalisme kerja.
Berdasarkan Surat Tugas Nomor: 364/DISKAR-P/123/VII/2026, Kadis Damkar Bitung Rudi Ponamon menerjunkan tim instruktur terbaiknya yang dipimpin langsung oleh Nimbrot O. Polontoh, S.Pi., bersama jajaran pejabat struktural dan fungsional dinas.
Langkah edukasi ini secara khusus membidik penguatan kapasitas para prajurit Guskamla Koarmada II serta anggota Pramuka Saka Bahari Bitung.
Guna memastikan materi penanggulangan tersampaikan dengan matang, Kabid Pemadaman Dinas Damkar Bitung, Rosita Giasi, S.E., turut mengawal jalannya transfer keahlian agar para peserta mampu bersikap tenang dan taktis saat menghadapi situasi krisis.
Selain penguasaan teknis pemadaman, aspek penyelamatan korban di dalam situasi darurat kapal juga menjadi fokus utama dalam pelatihan ini.
Plh. Kabid Penyelamatan Dinas Damkar Bitung, Risdyanto Patras, S.H., ikut diterjunkan untuk memberikan jaminan bahwa kesiapsiagaan operasional tidak hanya berpusat pada penjinakan api, melainkan juga pada keselamatan nyawa manusia.
Di sisi lain, upaya preventif guna menekan risiko terjadinya kebakaran sejak dini juga dipaparkan secara mendalam.
Peran krusial dalam memberikan edukasi mitigasi dan pencegahan yang dikawal langsung oleh para personel trampil Dinas Damkar Bitung untuk memastikan kesiapan seluruh instrumen pelatihan di lapangan berjalan lancar.
Penguatan materi teknis diperdalam oleh Analis Pemadam Kebakaran Ahli Muda Dinas Damkar Bitung, Yunita Rumampuk, S.IK. Bersama dengan Kasie Informasi dan Pengolah Data Dinas Damkar Bitung, Laurens Timbangnusa, S.Th.,
keduanya bersinergi dalam melakukan analisis data taktis serta pengolahan informasi agar penyelarasan instruksi darurat berjalan tanpa hambatan.
Transformasi teori ke dalam praktik nyata mulai terlihat ketika waktu menunjukkan pukul 10.00 WITA, saat instruktur langsung memimpin jalannya simulasi basah di lapangan terbuka.
Para peserta dipandu langsung oleh personel terampil dinas dalam mengoperasikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Teknik menjinakkan kobaran api sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dipraktikkan secara berulang demi mencapai hasil presisi.
Dalam sesi intensif ini, para personel Dinas Damkar Bitung, turun ke lapangan untuk mengoreksi langsung pergerakan fisik para prajurit saat memegang nozzle pemadam.
Memasuki fase puncak latihan pada pukul 11.30 WITA, skenario simulasi ditingkatkan ke skala besar dengan mengerahkan armada tangki dan kendaraan taktis milik Dinas Damkar Bitung.
Selain itu, personel tangguh lainnya, yakni Israel Dondokambey yang menjabat sebagai Pemula Pemadam Kebakaran Dinas Damkar Bitung, ikut berjibaku mengawal operasional instalasi pemadaman bertekanan tinggi tersebut.
Simulasi berskala besar ini berhasil menguji integrasi taktis antara petugas pemadam kebakaran kota dengan kru pangkalan militer.
Kehadiran unit armada serta personel Damkar Bitung di area militer ini pun mendapat apresiasi khusus dari jajaran komando atas yang menilai pentingnya sinergi ini bagi pertahanan pangkalan.
Kepala Staf Guskamla Koarmada II, Kolonel (P) Irwan Aditya Winarno, S.Hub.Int., mengonfirmasi bahwa transfer ilmu dari dinas pemadam kebakaran sangat vital untuk memperkuat pertahanan sebelum prajurit beralih ke simulasi lanjutan di atas KRI LBA 881.
Menurutnya, pemahaman mengenai penanganan kebakaran di darat merupakan fondasi sebelum menghadapi karakteristik kebakaran di atas kapal.
Guna mendukung kelancaran pergerakan armada tangki menuju lokasi latihan, Dinas Damkar Bitung juga melakukan koordinasi erat dengan personel Dinas Perhubungan (Dishub) Bitung.
Kolaborasi taktis di jalan raya ini terbukti efektif dalam memastikan waktu respons (response time) dan mobilisasi alat berat pemadam berjalan tepat waktu tanpa terhambat arus lalu lintas.
Seluruh rangkaian latihan lapangan yang dikawal ketat oleh tim Dinas Damkar Bitung ini resmi berakhir pada pukul 12.00 WITA dengan capaian aman, lancar, dan nihil kecelakaan kerja.
Melalui latihan gabungan ini, Dinas Damkar Kota Bitung tidak hanya memperluas jangkauan edukasi keselamatan, tetapi juga berhasil memperkokoh sistem proteksi kebakaran di sektor maritim nasional. (74M)



































