Kuning 1 (RG) – Jeritan masyarakat Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, kembali menggema setelah banjir tahunan kembali merendam permukiman dan lahan pertanian warga. Kondisi yang terus berulang setiap tahun ini dinilai sebagai dampak dari pendangkalan aliran Sungai Lawe Tuban serta rendahnya konstruksi Jembatan Kuning I yang melintasi desa tersebut.
Setiap kali curah hujan tinggi, debit air Sungai Lawe Tuban meningkat dan meluap ke permukiman warga. Akibatnya, rumah-rumah terendam, fasilitas umum terganggu, dan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat mengalami kerusakan serta gagal panen.
Masyarakat mengaku telah bertahun-tahun menghadapi situasi yang sama tanpa adanya penyelesaian yang nyata. Harapan agar dilakukan normalisasi sungai maupun peninggian Jembatan Kuning I hingga kini belum juga terwujud.
Ungkapan **”Kami Juga Rakyat Indonesia”** menjadi simbol kekecewaan sekaligus harapan masyarakat agar pemerintah tidak menutup mata terhadap penderitaan yang mereka alami. Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan tersebut.
Menurut warga, banjir yang terus berulang bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan persoalan infrastruktur yang memerlukan penanganan segera. Pendangkalan sungai menyebabkan kapasitas aliran air berkurang, sementara keberadaan jembatan yang dinilai terlalu rendah memperlambat arus sehingga air lebih mudah meluap ke kawasan permukiman.
Selain merusak rumah dan harta benda, banjir juga memberikan dampak ekonomi yang besar. Banyak petani mengalami kerugian akibat tanaman yang terendam, sementara aktivitas masyarakat terhenti selama banjir berlangsung.
Masyarakat berharap pemerintah dan BPJN segera melakukan kajian teknis serta merealisasikan normalisasi Sungai Lawe Tuban dan peninggian Jembatan Kuning I sebagai solusi jangka panjang. Tanpa langkah nyata, warga khawatir banjir tahunan akan terus menjadi ancaman yang merenggut kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi warga Desa Kuning I, penanganan banjir bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bentuk kehadiran negara dalam melindungi dan memberikan rasa keadilan kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. (Rizal Gayo)



































