Bitung | Waspada24.com – Suasana sibuk terlihat di Dermaga Satrol Kodaeral VIII/Bitung, Rabu (10/6/26). Puluhan kardus berisi bahan pokok dan obat-obatan bergerak cepat dari truk menuju dek KRI Selar-879.
Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., tampak berjalan menyusuri dermaga. Komandan Korem 131/Santiago itu memastikan setiap tahap bongkar muat berjalan lancar.
Kedatangan orang nomor satu di jajaran Korem 131/Santiago itu disambut langsung oleh Kasdim Mayor Cpm Samsuri Usman. Tak ketinggalan, Komandan KRI Selar-879, Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo, turut hadir dalam penyambutan tersebut.
Para perwira staf Kodim 1310/Bitung bersama seluruh anak buah kapal (ABK) KRI Selar-879 juga terlihat berjajar rapi. Mereka bersiaga mengawal proses pengiriman bantuan kemanusiaan ke Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kapal perang itu akan menempuh perjalanan laut membawa ribuan paket bantuan. Seluruh logistik diperuntukkan bagi warga Sangihe yang rumahnya rusak akibat gempa bumi beberapa hari lalu.

Bantuan yang dikirim cukup beragam. Mulai dari beras, mi instan, hingga minyak goreng. Selain itu, tim kesehatan juga menyiapkan perlengkapan medis serta obat-obatan darurat.
Kebutuhan ini dinilai krusial mengingat sejumlah fasilitas kesehatan di lokasi bencana mengalami kerusakan. Warga terdampak sangat bergantung pada pasokan obat dari luar daerah.
Aksi solidaritas ini tidak lahir secara instan. Seluruh satuan Kodim di bawah naungan Korem 131/Santiago terlibat aktif, mulai dari Kodim 1310/Bitung, Kodim 1309/Manado, Kodim 1303/Bolmong, Kodim 1302/Minahasa, Kodim 1312/Talaud, hingga Kodim 1301/Sangihe.
Sinergi lintas daerah ini diperkuat dengan koordinasi bersama pemerintah daerah. Pemkot Bitung dan Pemkab Minahasa Utara juga ikut menggerakkan aparatur mereka untuk menggalang bantuan.
Sementara itu, Brigjen Yuri di sela-sela pemantauan menegaskan bahwa seluruh jajaran Korem bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus berupaya maksimal. Tujuannya satu, meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Harapan Danrem pun disampaikannya dengan lugas. Bantuan ini harus segera diterima dan benar-benar dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat sangat penting. Ini kunci keberhasilan penanganan bencana dan percepatan pemulihan,”
tegas perwira tinggi bintang satu itu.
Pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat terpadu. Tim gabungan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi dalam waktu singkat.
Bukan hanya bahan makanan dan obat-obatan. Koordinasi intensif terus berjalan untuk memantau perkembangan situasi di lokasi bencana. Langkah bantuan lanjutan pun sudah mulai disiapkan.
Tempat terpisah, Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menyebut kegiatan ini bukti nyata sinergi TNI dan pemerintah daerah.
“Kami turut prihatin atas bencana gempa bumi yang melanda masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe,”
ujar Dandim dengan nada penuh empati.
Ia berharap bantuan ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan fisik warga. Lebih dari itu, kehadiran logistik dari saudara-saudara di daratan Sulawesi Utara diharapkan membawa semangat.
“Mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini,”
tutup Dandim 1310/Bitung.



































