Kutacane.Waspada24.com- Kondisi ruas Nasional Kutacane menuju Sumatera Utara (Medan) tepatnya di wilayah Kecamatan Lawe sigala-gala, Lawe Tua, Kayu Mbelin, Bambel, Semadam, Titi Pasir, Lawe Dua, Kecamatan Bukit Tusam sekitarnya Kabupaten Agara bertaburan lubang. Padahal dibangun atau diperbaiki tak tuntas-tuhtas. Padahal dialokasikan anggaran APBN 2023/2024/2025.
Jalan ini dipenuhi lubang, saluran parit wilayah tanggung jawab BPJN Aceh tersumbat sehingga musim penghujan tergenang jalan nasional. Dan sebagian besar titiknya digenangi air, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas setiap hari. “Saya minta Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara usut anggaran rutin BPJN Aceh tiga tahun ini. Anggaran tersedot miliaran tetapi perbaikan jalan nasional dan parit tak tuhtas. Bahkan, rumputan di bahu jalan semak,” ujar Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah.
Pantauan wartawan di lapangan, pada Jumat (03/07/26), menunjukkan bahwa permukaan jalan sudah tidak lagi rata dan nyaman dilalui. Lubang-lubang menganga dengan berbagai ukuran tersebar di sepanjang badan jalan. Genangan air di sejumlah titik turut memperburuk kondisi tersebut, terutama saat musim hujan, karena lubang sulit terlihat oleh pengendara.

“Rusaknya semakin parah sekarang, karena lubangnya tambah banyak. Sebulan yang lalu sempat ditambal, tapi bukan di titik-titik yang rusak berat. Sekarang malah makin sulit dilewati,” ungkap Amir, salah seorang pengguna jalan yang ditemui di sekitar lokasi.
Jalan yang rusak ini merupakan jalur utama yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dengan wilayah Aceh Tenggara. Kondisi ini menyebabkan masyarakat harus ekstra hati-hati, terutama pengendara roda dua yang sering terperosok saat melintasi jalan.
Hal senada disampaikan Kasimin, warga lainnya yang mengaku khawatir karena kerusakan jalan terus melebar dari hari ke hari. Menurutnya, jika terus dibiarkan tanpa penanganan, kerusakan bisa semakin meluas dan mengancam keselamatan warga. “Apalagi sekarang musim hujan. Lubangnya tertutup air, pengguna jalan jadi tidak tahu mana yang dalam. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Menanggapi kondisi itu, Ardi (54), warga Desa Kute Lang-Lang, Kecamatan Bambel, menyampaikan harapannya agar pemerintah provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Aceh segera melakukan perbaikan. Ia menyebut bahwa kerusakan paling parah berada di ruas jalan dari Dusun Paye Bute hingga ke Desa Kuning, Kecamatan Bambel.
“Kami masyarakat Kecamatan Bambel memohon agar segera dilakukan perbaikan. Jalan ini sangat penting, dan setiap hari dilalui masyarakat,” katanya.
Masyarakat berharap adanya tindakan konkret dari pemerintah agar perbaikan bisa segera dilakukan, demi kelancaran aktivitas warga dan keselamatan pengguna jalan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah provinsi terkait rencana perbaikan jalan lintas Medan–Kutacane tersebut.
Laporan. M. Jeni
Waspada24.com



































