Bitung | Waspada24.com – Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberikan pengarahan langsung melalui Jam Komandan kepada seluruh awak KRI Pandrong-801. Minggu (08/03/26).
Kegiatan yang berlangsung di Koarmada II Surabaya pada Sabtu (07/03) ini dilakukan guna memastikan kesiapan penuh seluruh personel maupun material menjelang proses pemeliharaan kapal secara menyeluruh.
Dalam arahannya, Kolonel Marvill memberikan penekanan khusus mengenai urgensi kesiapan teknis sebelum kapal memasuki tahapan docking.
Dansatrol menginstruksikan seluruh prajurit untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap setiap aspek fungsional KRI Pandrong-801.
Hal ini bertujuan agar seluruh rangkaian perbaikan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa kendala teknis yang berarti, mengingat pentingnya performa kapal dalam tugas operasi mendatang.
Terkait momentum libur Idulfitri, Dansatrol memberikan imbauan agar para prajurit menyiapkan mental dan loyalitas tinggi.
Mengingat rencana pergerakan kapal menuju Batam untuk pelaksanaan docking berdekatan dengan hari raya, terdapat kemungkinan waktu cuti personel akan tersita.

Seluruh pengawak kapal diminta untuk tetap mengutamakan tugas negara dan menjauhi segala bentuk pelanggaran atau perilaku negatif yang dapat mencoreng nama baik satuan selama masa pemeliharaan berlangsung.
Kolonel Marvill juga menyoroti aspek kepemimpinan dan soliditas internal di lingkungan KRI.
Ia menegaskan agar para personel senior proaktif dalam membimbing serta mengarahkan juniornya guna mengantisipasi terjadinya permasalahan disiplin.
Selain itu, kolaborasi seluruh elemen prajurit dalam mendukung kebijakan Komandan KRI dianggap sebagai kunci utama suksesnya misi perbaikan kapal di galangan nanti.
Mengakhiri pengarahannya, Dansatrol Kodaeral VIII berharap dedikasi dan fokus prajurit tidak kendur dalam mempersiapkan KRI Pandrong-801.
Melalui persiapan yang matang, diharapkan proses docking dapat berjalan efektif sehingga kapal patroli tersebut bisa segera kembali ke jajaran unsur operasional.
Hal ini krusial demi memperkuat kembali kekuatan alutsista TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia. (74M)



































