Minut | Waspada24.com – Kawasan Pohon Kasih, Megamas, menjadi saksi bisu kemegahan spiritual dalam perhelatan Ibadah Perayaan Paskah Nasional Gereja-Gereja di Sulawesi Utara tahun 2026.
Di tengah ribuan jemaat yang memadati lokasi, hadir Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, yang turut memberikan dukungan langsung terhadap agenda religius berskala nasional tersebut.
Suasana ibadah berlangsung khidmat di bawah kepemimpinan Ketua BPMS GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th.
Dalam khotbahnya, ia mengupas tuntas urgensi tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita,” yang menjadi napas utama perayaan tahun ini.
Pesan tersebut menekankan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi transformasi hidup bagi setiap individu.
Kehadiran tokoh-tokoh penting negara menambah bobot prestise acara ini. Di jajaran tamu kehormatan, tampak Hashim Djojohadikusumo selaku Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, serta Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin.
Kehadiran representasi pusat ini menegaskan bahwa Sulawesi Utara tetap menjadi barometer kerukunan umat beragama di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun hadir dalam formasi lengkap, dipimpin langsung Gubernur Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terlihat jelas dalam momen suci ini, didampingi oleh Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, yang turut menyaksikan jalannya prosesi ibadah.
Tidak hanya dihadiri oleh jajaran birokrasi, perayaan ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas iman.
Unsur Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara duduk berdampingan dengan para pemuka agama dari berbagai latar belakang, menciptakan potret nyata dari semboyan “Torang Samua Basudara” di tanah Nyiur Melambai.
Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, dalam pernyataannya menggarisbawahi bahwa Paskah Nasional adalah momentum krusial untuk memperkokoh kohesi sosial.
Menurutnya, pertemuan ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja ini merupakan bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang mempererat persatuan di Sulawesi Utara.

“Melalui semangat Paskah, kita diajak untuk terus membangun kebersamaan, menjaga toleransi, serta memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,”
ujar Dr. Joune Ganda, Kamis (09/04).
Lebih lanjut, Joune Ganda menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Paskah seperti kasih, pengorbanan, dan pengharapan ke dalam sistem pemerintahan.
Ia berharap semangat pembaruan ini dapat tercermin dalam pelayanan publik yang lebih tulus serta pola kehidupan bermasyarakat yang lebih harmonis dan toleran.
Ibadah yang berakhir dengan penuh sukacita ini sukses menyatukan ribuan umat Kristiani dalam satu semangat iman yang teguh.
Melalui perayaan ini, komitmen untuk menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali dipertegas, menjadikan Paskah 2026 sebagai tonggak sejarah baru bagi kebersamaan masyarakat di Sulawesi Utara. (74M)



































