Manado,Sulut|Waspada24.com
Lembaga penegak hukum dan dunia pendidikan bergandengan tangan. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara membuka ruang kolaborasi strategis dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado (FISH Unima), Jumat (14/11/25).
Inisiatif ini bertujuan mengintegrasikan Program Jaksa Masuk Desa dengan program Kampus Berdampak milik Unima, yang diharapkan dapat menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan dengan edukasi hukum yang lebih menyeluruh.
Kepala Kejati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., menyambut positif langkah pro-aktif dari FISH Unima ini.
Dalam audiensi yang berlangsung di kantornya, Pattipeilohy menekankan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk melampaui sekadar formalitas administratif.
“Kami mengapresiasi inisiatif yang ingin memberikan manfaat konkret, khususnya dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di desa,”
ujarnya.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan inti dari kedua belah pihak, menandakan keseriusan dalam membangun fondasi kerja sama.
Sementara itu, dari pihak FISH Unima, delegasi dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Xaverius Erick Lobja, didampingi oleh Wakil Dekan Bidang lainnya serta Ketua Senat dan para ketua jurusan.
Sementara dari Kejati Sulut, hadir perwakilan dari berbagai bidang keahlian.
Turut hadir antara lain Asisten Intelijen Eri Yudianto, Asisten Perdata dan Andi Usama Harun, serta Kepala Bagian Tata Usaha Sterry Fendy Andih.
Juga, Dr. (Cand) Morais Barakati, S.H., M.H, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Produksi, Enrico Mandey, S.H., M.H, Kepala Seksi Ideologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan, serta Syahlan Mannassai, S.H, Kepala Seksi Pertimbangan Hukum dan Muhammadong, S.H, Kepala Seksi Perdata.
Kehadiran para pejabat eselon ini memastikan bahwa penjajakan kerja sama dapat langsung menyentuh aspek teknis dan operasional.
Komitmen untuk membangun kolaborasi berkelanjutan menjadi titik berat dalam pertemuan ini.
Fokus utamanya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program edukasi hukum yang tepat sasaran, yang memadukan kredibilitas Kejati di bidang penegakan hukum dengan kemampuan akademis dan pendekatan kemasyarakatan yang dimiliki oleh kampus.
Selain itu, kolaborasi pionir antara Kejati Sulut dan FISH Unima ini tidak hanya memperkuat sinergi antarlembaga, tetapi juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi model yang mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya sadar hukum, tetapi juga lebih berdaya dan sejahtera melalui pendekatan dari akar rumput. (74M)



































