Belasan Tahun Ruas Jalan Mbarung Kedataran Rusak Parah Tidak Ada Perhatian Pemerintah Daerah Aceh Tenggara.

WASPADA 24

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 13:52 WIB

50328 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane Aceh Tenggara.Waspada24.com –Sudah belasan tahun Kondisi ruas jalan Mbarung kedataraan rusak parah belum ada perhatian pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk memperbaikinya.

Mulai ruas jalan rusak parah dari Desa Lawe Sarap Kecamatan Lawe Alas sampai ke Kecamatan Tanoh Alas dan Kecamatan Babul Rahmah.Aceh Tenggara.

Jalan tersebut perlu di perihatinkan.Oleh pemerintah Daerah,karna ada beberapa titik jalan terlihat rusak parah dan berlubang, bahkan badan jalan nyaris hancur total. Kondisi ini telah berlangsung 15 tahun tanpa adanya perbaikan dari pemerintah daerah setempat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan Waspada24.com pada Kamis (20/11/2025), sebagian besar badan jalan terlihat tidak hanya rusak, tetapi juga dipenuhi Air di dalam lobang dan semak di pinggiran jalan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna jalan karena rawan menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan lainya.

Ketika salah satu warga Kecamatan Lawe Alas.Di jumpai waspada24.com.Kamis 20/11/2025 Salman (47), dia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang belum juga diperbaiki. Ia menekankan pentingnya akses jalan yang layak bagi aktivitas sehari-hari bagi masyarakat di tiga Kecamatan.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini. Selain itu, pembersihan badan jalan dari semak dan rumput juga sangat dibutuhkan. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menghubungkan tiga kecamatan.

Apalagi, di Desa simpang empat ngkeran ada kantor pemerintahan seperti, pukesmas,Kantor camat,ada juga sekolah SMP,SMA,dan sekolah Agama MTSN,MAN dan polsek dan Koramil kok bisa tidak ada perhatian dari pemerintah daerah untuk perbaikan ruas jalan yang rusak parah yang paling sedih di rasakan masyarakat tiga kecamatan juga mengalami kesulitan membawa hasil pertanian,” jelas Salman.

Menurutnya, perbaikan jalan bukan sekadar untuk kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian lokal. “Ketika akses jalan lancar, otomatis aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Selain kerusakan badan jalan, beberapa jembatan di jalur tersebut, seperti oprit Jembatan Pantai Dona, juga masih belum selesai diperbaiki sejak terendam banjir beberapa tahun lalu. Hal ini menjadi perhatian masyarakat agar pemerintah daerah segera mengalokasikan dana perbaikan untuk infrastruktur yang rusak, baik jalan maupun jembatan.

Rindu warga Titimas saat di jumpai,wartawan Selasa 18/11/2025 dia juga menyinggung program visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara yang menekankan perbaikan di berbagai sektor, termasuk pengendalian banjir, peningkatan kualitas jalan, serta sistem pengelolaan air limbah perkotaan dan perdesaan. Menurutnya, fokus perbaikan harus diarahkan pada titik-titik paling rawan yang sering digenangi air.

Harapan warga di tiga Kecamatan pada Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara melaporkan ke pada pemerintah daerah mau pun mengalokasikan dana untuk perbaikan ruas jalan Mbarung kedataran karna sudah belasan tahun ruas jalan tersebut tidak perhatian pemerintah daerah Aceh Tenggara.

Masyarakat tiga kecamatan berharap pada pemerintah daerah segera menindaklanjuti kondisi ini agar akses jalan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga secara optimal.

Meskipun demikian, masih banyak ruas jalan yang rusak parah,seperti ruas jalan kutembaru kampung nangka,ruas jalan Kelapa gading Lawe sumur semuanya itu membutuhkan perhatian, karena ruas jalan itu merupakan lokasi paling rawan di desa lawe ijo kerusakan dan selalu badan jalan digenangan air.

Laporan (M.Jeni)
Waspada24.com.

Berita Terkait

Jangan Biarkan Suara Rakyat Dirusak LSM Oportunis yang Menjadi Corong Bandar Narkoba
Menjerit 385 Kepala Desa Se Aceh Tenggara Siltap Belum di Banyarkan Tahun 2025.
Komitmen Berantas Narkoba, Polres Aceh Tenggara Ungkap 128 Kasus Penyalahgunaan Narkotika
Gelar Konferensi Pers Polres Aceh Tenggara di Akhir Tahun 2025, Paparkan Capaian Kinerja dan Penanganan Kasus Yang Menonjol.
Tinggal Satu Hari Lagi Berakhirnya Tahun 2025 Siltap Aparatur Desa di Aceh Tenggara Tak Kunjung Dibayarkan, Sudah 5 Bulan Apa Sebenarnya?.
Keluhan Aparatur Desa Siltap Sudah 5 Bulan Tak Kunjung Dibayarkan, Ada Apa Sebenarnya?
Rutin Dinas Triwulan Ke 4 Belum di Banyarkan Dan Siltap Aparatur Desa Juga di Aceh Tenggara, 5 Bulan Belum Dibayarkan,
Musrenbangdes Kampung Melayu Gabungan Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:01 WIB

Di Sela-Sela Rakernas APKASI, Bupati Madina Sempatkan Bersua Perantau di Batam

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:04 WIB

Menusia dan Kewajiban Moral Tanpa Batas dalam Menjaga Keberlangsungan Peradaban

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:16 WIB

Lintasarta Pastikan Tertibkan Kabel Wifi Diduga Ilegal, Provider Lokal di Madina Terancam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

Lawan Intimidasi dan Premanisme, AKPERSI: Tidak Ada Kompromi bagi Pembungkam Media

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:02 WIB

Proyek Drainase “Tak Bertuan” di Kelurahan Sabintang Tuai Sorotan, Warga Pertanyakan Transparansi Anggaran

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:14 WIB

KETUA LMP MADINA UCAPKAN SELAMAT dan SUKSES Atas KENAIKAN PANGKAT KAPOLSEK PANYABUNGAN AKP. DASTER SINULINGGA,S.H

Senin, 29 Desember 2025 - 22:01 WIB

Terlalu! Perusahaan BUMN Adhi Karya Nunggak Kepada Catering Rp 156.959.000 juta, Sang Pemilik Mengaku Merugi

Rabu, 24 Desember 2025 - 23:36 WIB

Diduga Ada 12 Rakit PETI Darat Beroperasi di Wilayah Hukum Polsek Benai

Berita Terbaru