Kutacane Aceh Tenggara.Waspada24.com –Sudah belasan tahun Kondisi ruas jalan Mbarung kedataraan rusak parah belum ada perhatian pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk memperbaikinya.
Mulai ruas jalan rusak parah dari Desa Lawe Sarap Kecamatan Lawe Alas sampai ke Kecamatan Tanoh Alas dan Kecamatan Babul Rahmah.Aceh Tenggara.
Jalan tersebut perlu di perihatinkan.Oleh pemerintah Daerah,karna ada beberapa titik jalan terlihat rusak parah dan berlubang, bahkan badan jalan nyaris hancur total. Kondisi ini telah berlangsung 15 tahun tanpa adanya perbaikan dari pemerintah daerah setempat.

Pantauan Waspada24.com pada Kamis (20/11/2025), sebagian besar badan jalan terlihat tidak hanya rusak, tetapi juga dipenuhi Air di dalam lobang dan semak di pinggiran jalan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna jalan karena rawan menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan lainya.
Ketika salah satu warga Kecamatan Lawe Alas.Di jumpai waspada24.com.Kamis 20/11/2025 Salman (47), dia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang belum juga diperbaiki. Ia menekankan pentingnya akses jalan yang layak bagi aktivitas sehari-hari bagi masyarakat di tiga Kecamatan.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini. Selain itu, pembersihan badan jalan dari semak dan rumput juga sangat dibutuhkan. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menghubungkan tiga kecamatan.
Apalagi, di Desa simpang empat ngkeran ada kantor pemerintahan seperti, pukesmas,Kantor camat,ada juga sekolah SMP,SMA,dan sekolah Agama MTSN,MAN dan polsek dan Koramil kok bisa tidak ada perhatian dari pemerintah daerah untuk perbaikan ruas jalan yang rusak parah yang paling sedih di rasakan masyarakat tiga kecamatan juga mengalami kesulitan membawa hasil pertanian,” jelas Salman.

Menurutnya, perbaikan jalan bukan sekadar untuk kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian lokal. “Ketika akses jalan lancar, otomatis aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Selain kerusakan badan jalan, beberapa jembatan di jalur tersebut, seperti oprit Jembatan Pantai Dona, juga masih belum selesai diperbaiki sejak terendam banjir beberapa tahun lalu. Hal ini menjadi perhatian masyarakat agar pemerintah daerah segera mengalokasikan dana perbaikan untuk infrastruktur yang rusak, baik jalan maupun jembatan.
Rindu warga Titimas saat di jumpai,wartawan Selasa 18/11/2025 dia juga menyinggung program visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara yang menekankan perbaikan di berbagai sektor, termasuk pengendalian banjir, peningkatan kualitas jalan, serta sistem pengelolaan air limbah perkotaan dan perdesaan. Menurutnya, fokus perbaikan harus diarahkan pada titik-titik paling rawan yang sering digenangi air.

Harapan warga di tiga Kecamatan pada Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara melaporkan ke pada pemerintah daerah mau pun mengalokasikan dana untuk perbaikan ruas jalan Mbarung kedataran karna sudah belasan tahun ruas jalan tersebut tidak perhatian pemerintah daerah Aceh Tenggara.
Masyarakat tiga kecamatan berharap pada pemerintah daerah segera menindaklanjuti kondisi ini agar akses jalan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga secara optimal.
Meskipun demikian, masih banyak ruas jalan yang rusak parah,seperti ruas jalan kutembaru kampung nangka,ruas jalan Kelapa gading Lawe sumur semuanya itu membutuhkan perhatian, karena ruas jalan itu merupakan lokasi paling rawan di desa lawe ijo kerusakan dan selalu badan jalan digenangan air.
Laporan (M.Jeni)
Waspada24.com.



































