​Pekerja Migran Asal Bitung Koma 8 Hari di Taiwan, Keluarga Desak Perhatian Pemerintah

Tamrin L.

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 21:48 WIB

50362 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung, Sulut | Waspada24.com

Kabar duka menyelimuti warga Kelurahan Papusungan, Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung, menyusul laporan kecelakaan kerja fatal yang menimpa seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, Senin (09/02/26).

Korban yang teridentifikasi bernama Berry Jacobus tersebut dilaporkan tengah berjuang melewati masa kritis setelah mengalami insiden tragis saat menjalankan tugas profesionalnya di negeri formosa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Hingga laporan ini diturunkan, kondisi kesehatan Berry dikabarkan belum menunjukkan perkembangan signifikan, Seperti dilansir dari komentar.id.

Pria asal Sulawesi Utara ini telah melewati masa koma selama delapan hari berturut-turut di ruang perawatan intensif.

Tim medis di Christian Hospital Erhlin, Chunghua, Taiwan, dilaporkan terus melakukan upaya maksimal demi memulihkan kesadaran sang pekerja migran tersebut.

​Pihak keluarga pertama kali mendengar kabar memilukan tersebut melalui sambungan telepon resmi dari otoritas keamanan dan imigrasi Taiwan.

Dalam komunikasi singkat, pejabat berwenang mengonfirmasi bahwa Berry terlibat dalam kecelakaan serius yang mengharuskan dirinya mendapatkan penanganan medis darurat berskala besar, meskipun detail kronologi kejadian masih belum terurai sepenuhnya.

​Di kediamannya, istri korban, Ferlina Misa, tampak tak kuasa menahan kesedihan mendalam saat mengetahui kondisi sang suami yang jauh dari jangkauan.

Dengan penuh harap, Ferlina menyampaikan permohonan kepada pemerintah agar bersedia turun tangan memberikan perhatian khusus bagi kesembuhan suaminya serta memberikan kepastian hukum dan perlindungan selama masa perawatan.

​”Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah. Suami saya sudah delapan hari koma di rumah sakit di Taiwan. Kami keluarga di sini hanya bisa menunggu kabar dan berdoa,”

Ungkap Ferlina dengan nada suara yang bergetar.

Baginya, pendampingan dari negara merupakan satu-satunya sandaran harapan di tengah ketidakpastian yang menghimpit keluarga saat ini.

​Ketidakjelasan mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut menambah beban psikologis bagi pihak keluarga di Bitung.

Sejauh ini, mereka hanya mengandalkan informasi satu arah dari otoritas luar negeri tanpa adanya rincian teknis mengenai peristiwa di lapangan.

Hal inilah yang mendorong keluarga untuk mendesak adanya transparansi informasi dari pihak perusahaan maupun perwakilan terkait.

​Keluarga sangat menantikan peran aktif dari Dinas Tenaga Kerja maupun Kantor Perwakilan RI (KDEI) di Taiwan untuk memfasilitasi komunikasi dan langkah birokrasi yang diperlukan.

Pendampingan ini dinilai krusial, bukan hanya untuk menjamin keselamatan Berry, tetapi juga untuk memastikan bahwa hak-haknya sebagai pekerja migran tetap terpenuhi sesuai dengan regulasi internasional yang berlaku.

​Insiden tersebut kembali mencuatkan urgensi penguatan sistem proteksi bagi para pahlawan devisa yang bertaruh nasib di negara asing.

Kasus Berry Jacobus menjadi pengingat keras bagi pemangku kebijakan tentang pentingnya pengawasan dan kehadiran negara dalam setiap risiko kerja yang membayangi warga negaranya di luar negeri, terutama saat musibah tak terduga datang melanda. (*-74M)

Berita Terkait

Peringati Hari Sumpah Pemuda, AKBP Arie Sulistyo Nugroho Ajak Personel Polres Bitung Perkuat Pelayanan Humanis
Perkuat Karakter Pelajar, Kapolres Bitung Pimpin Upacara dan Sosialisasikan Program POLIDIK di SMPN 2
Jejak Kelam dan Pilihan Memutihkan Diri: Kisah Perjalanan Hidup Richaed Mamuntu 
Perkuat Kamtibmas dan Silaturahmi, Kapolres Bitung Gelar Jumat Keliling di Masjid As-Salam Pinokalan
Mario Mamuntu: Tanpa Aturan Tegas, Masa Depan Generasi Muda Kota Bitung Jadi Taruhan
Aksi Cepat Polsek Matuari dan Polres Bitung Selamatkan Pria Nekat Panjat Tower Sinyal di Girian Bawah
Cegah Kekerasan dan Intoleransi Sekolah, Tim LDMT Dorong Pemkot Bitung Perluas Program ke Sekolah Lain
Dandim 1310/Bitung Dorong Budaya Keselamatan Pelayaran bagi Nelayan dan Warga Pesisir

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Perkuat Karakter Pelajar, Kapolres Bitung Pimpin Upacara dan Sosialisasikan Program POLIDIK di SMPN 2

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Jejak Kelam dan Pilihan Memutihkan Diri: Kisah Perjalanan Hidup Richaed Mamuntu 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Perkuat Kamtibmas dan Silaturahmi, Kapolres Bitung Gelar Jumat Keliling di Masjid As-Salam Pinokalan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Mario Mamuntu: Tanpa Aturan Tegas, Masa Depan Generasi Muda Kota Bitung Jadi Taruhan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Aksi Cepat Polsek Matuari dan Polres Bitung Selamatkan Pria Nekat Panjat Tower Sinyal di Girian Bawah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Cegah Kekerasan dan Intoleransi Sekolah, Tim LDMT Dorong Pemkot Bitung Perluas Program ke Sekolah Lain

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Dandim 1310/Bitung Dorong Budaya Keselamatan Pelayaran bagi Nelayan dan Warga Pesisir

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Sinergi TNI-Polri Amankan Penutupan FPSL 2026 hingga Tradisi Pengucapan Syukur Bitung

Berita Terbaru

REGIONAL

Dicas práticas para iniciantes em jogos de cassino

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:09 WIB

ACEH TENGGARA

Warga Lawe Sumur Minta Perbaiki Jalan Rusak pada APBK 2027.

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:06 WIB