​Sajadah Cinta di Girian: Saat Dua Bhayangkara Mengikat Janji

Tamrin L.

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 18:16 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Waspada24.com – Di sebuah sudut riuh Kompleks Pasar Girian, tepatnya di kediaman keluarga Anggai-Mardjun, suasana mendadak senyap. Sabtu, 11 April 2026, bukan sekadar akhir pekan biasa bagi Bripda Nur Iman Noval Ijal dan Bripda Hana Magfirah R. Anggai.

Di bawah tatapan saksi dan keluarga, dua personel kepolisian ini menanggalkan sejenak atribut kedinasan untuk menjalani misi paling sakral dalam hidup mereka: akad nikah.

​Acara yang berlangsung di Kelurahan Girian Weru Satu ini menghadirkan pertautan dua latar belakang yang kuat. Hana, putri dari perwira polisi AKP Abdul Natip Anggai dan Hartini Mardjun, bersanding dengan Noval dalam sebuah prosesi yang memadukan protokoler tak tertulis korps baju cokelat dengan kekentalan adat lokal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua imam besar, Arifin Moha dan Ramli Mamonto, hadir mengawal jalannya syariat, sementara Kepala KUA Zainudin S.Ag. memastikan seluruh administrasi kenegaraan tuntas di atas meja kayu yang menjadi saksi bisu janji suci tersebut.

​Ketegangan mencair saat AKP Abdul Natip Anggai sendiri yang menjabat tangan Noval.

Lewat satu tarikan napas, ijab qabul terucap mantap. Namun, keheningan kembali menyergap saat sesi sungkeman.

Putri tertua Abdul Natip, Arini melantunkan lagu “Surga di Telapak Kaki Ibu”. Alunan melodi melankolis itu seketika meruntuhkan pertahanan emosional para hadirin; air mata pecah, sebuah penghormatan paling dalam bagi orang tua sebelum kedua mempelai melangkah ke gerbang baru.

Panggung utamapun diserahkan kepada Habib Abdullah bin Smit. Tokoh agama kharismatik ini hadir memberikan “kompas” bagi perjalanan baru sang pengantin.

Dengan gaya tutur yang tenang namun tajam, Habib Abdullah membedah filosofi di balik nama keduanya sebagai pertanda baik bagi masa depan.

​”Naufal itu kedermawanan atau ketampanan dalam bahasa Arab, sementara Hana adalah kebahagiaan, atau bunga dan keberkahan dalam bahasa Jepang,”

urai Habib Abdullah. Beliau menyebut pertemuan nama ini bukan sekadar kebetulan, melainkan keserasian luar biasa yang diharapkan membawa energi positif hingga akhir hayat.

Suasana semakin hangat saat Habib Abdullah mengulik kisah awal mula pertemuan mereka yang ternyata bersemi di koridor Polda Sulut.

Baginya, pandangan pertama yang berujung pada ketenangan hati adalah sinyal jodoh yang diridhai. Dengan resminya ikatan ini, ia menegaskan bahwa Noval dan Hana kini telah menggenapi separuh agama mereka, sebuah jalan untuk meraih ampunan dan keberkahan yang lebih luas.

​Namun, nasihat Habib tidak berhenti pada romantisme semata. Beliau memberikan risalah praktis tentang lima hak istri yang wajib dijaga oleh Noval sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

Poin utama adalah nafkah; suami wajib menyediakan makanan yang setara kelezatannya dengan apa yang ia nikmati sendiri. Begitu pula soal sandang, di mana suami diminta tidak pelit dalam memuliakan istri melalui pakaian yang layak dan indah.

​Habib Abdullah juga memberikan peringatan keras mengenai etika verbal.

“Haram hukumnya menjelek-jelekkan istri,”

tegasnya. Beliau mengingatkan bahwa dalam rumah tangga, peran perempuan terutama mereka yang juga berprofesi sebagai polisi mencapai 70 persen dari kunci kesuksesan keluarga.

Memuliakan dan memuji istri bukanlah sebuah kelemahan bagi suami, melainkan bentuk kematangan iman.

Tensi tausiyah sempat menajam saat Habib berbicara soal kekerasan. Beliau melarang keras adanya pemukulan terhadap wajah istri.

Meneladani Rasulullah SAW, beliau mengingatkan bahwa Nabi tidak pernah menyakiti istri, anak, bahkan pelayan sekalipun, meski hanya dengan sebatang kayu siwak yang kecil.

Baginya, kekuatan seorang pria sejati diuji dari caranya menjaga marwah wanita di sampingnya.

​Pesan terakhir yang dititipkan adalah soal proteksi dan kebersamaan. Di era komunikasi modern yang serba cepat, menjaga kehadiran fisik dan komunikasi menjadi kunci.

Suami diharapkan tidak membiarkan istri melangkah tanpa perlindungan dan perhatian yang cukup. Pernikahan, menurut Habib, adalah tentang menjaga amanah di tengah gempuran zaman.

​Menutup tausiyahnya, doa panjang mengalun agar pasangan ini menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah.

Sebuah pesan khusus diselipkan untuk Noval: jaga Hana dengan sepenuh hati, sebab ia kini adalah satu-satunya amanah yang harus dijaga dan dimuliakan seumur hidup. (74M)

Berita Terkait

​Jejak Buronan Kayu Ilegal Berakhir, Tim Tabur Kejati Sulut Amankan Ical di Malalayang
​Hadiri Paskah Nasional 2026, Bupati Joune Ganda Ajak Jemaat Perkuat Kerukunan di Sulawesi Utara
​Jamin Kenyamanan Warga, Kapolsek Matuari Intensifkan Patroli Malam Tim Pantera
​Optimalkan Kinerja OPD, Pemkab Minut Terapkan Manajemen Talenta dalam Rotasi Jabatan
​Dampingi Wapres Gibran ke Tateli dan Rumengkor, Gubernur YSK Pastikan Percepatan Pemulihan Pasca-Gempa
​Optimalkan Dana Desa, Bupati Minahasa Utara Dukung Penuh Transformasi Pengawasan Lewat Jaga Desa
Wapres Gibran Tiba di Manado, Pastikan Percepatan Pemulihan Pasca-Gempa Sulut
Polisi Amankan Pelaku Penikaman di Bitung, Dipicu Penghinaan Orang Tua di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 17:25 WIB

Kebenaran Akhirnya Terungkap: Mantan Warga Binaan Tegaskan Berita Negatif Sebuah Media Online Terhadap Lapas Narkotika Pematangsiantar Adalah Hoaks

Senin, 13 April 2026 - 18:31 WIB

Marjani Ajukan Keberatan ke KPK, Kuasa Hukum Nilai Penetapan Tersangka Tidak Sah

Sabtu, 11 April 2026 - 20:01 WIB

Yudi Suseno Lantik Pejabat Administrator, Tekankan Komitmen Kerja dan Anti Zona Nyaman

Jumat, 10 April 2026 - 20:32 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 10 April 2026 - 16:07 WIB

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan

Kamis, 9 April 2026 - 09:19 WIB

Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan 2026, Bapas Kelas I Medan Laksanakan Tes Urine Pegawai, Seluruhnya Negatif Narkoba

Rabu, 8 April 2026 - 23:26 WIB

Mayjen TNI Doddy Triwinarto Diamanahkan Negara Jabat Pangdam XV/Pattimura, Kasad Tekankan Kepemimpinan Solutif

Selasa, 7 April 2026 - 12:39 WIB

Pelayanan BPN Proses CEKPLOT Tidak Profesional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!