Bitung, Sulut | Waspada24.com
Menjelang pergantian tahun, Kepolisian Resor (Polres) Bitung secara resmi merilis potret kinerja dan capaian operasional mereka sepanjang kalender di 2025, Rabu (31/12/25)
Dalam pemaparan yang digelar di hadapan awak media, korps bhayangkara ini menyoroti dinamika pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dinilai cukup stabil di wilayah hukum Kota Bitung.
Berdasarkan data statistik kriminalitas, Polres Bitung mencatat tren positif dengan penurunan jumlah tindak pidana sebesar 11 persen.
Jika pada tahun 2024 angka kejahatan menyentuh 1.574 kasus, maka di sepanjang 2025 angka tersebut berhasil ditekan menjadi 1.401 perkara.
Kendati demikian, polisi mengakui adanya tantangan dalam penyelesaian perkara yang baru mencapai 702 kasus, sebuah indikator yang dijanjikan akan dioptimalisasi melalui fungsi penyidikan pada tahun 2026 mendatang.
Secara spesifik, penganiayaan masih menjadi jenis kejahatan yang paling menonjol dengan total 250 perkara, namun memiliki persentase penyelesaian yang cukup tinggi yakni 84 persen.
Disusul kemudian oleh kasus pencurian biasa sebanyak 198 perkara serta kasus pemukulan.
Di sisi lain, angka kecelakaan lalu lintas juga menunjukkan kurva menurun dari 204 insiden di tahun sebelumnya menjadi 178 kejadian sepanjang tahun ini.
Selain itu, kesuksesan menjaga kondusivitas wilayah ini tidak lepas dari intensitas tujuh operasi kepolisian yang digelar secara bergantian, mulai dari Operasi Ketupat hingga Operasi Lilin Samrat 2025 yang saat ini masih berjalan.
Selain fokus pada lalu lintas dan premanisme, pengamanan khusus juga diberikan pada agenda besar daerah seperti Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) serta pengamanan hari raya keagamaan guna menjamin toleransi antarumat beragama di Kota Bitung.
Tidak hanya soal angka rutin, Polres Bitung juga melaporkan keberhasilan mereka dalam membongkar sejumlah kasus atensi publik yang memicu keprihatinan masyarakat.
Kasus-kasus berat seperti kekerasan seksual terhadap anak, perdagangan orang (TPPO), hingga peredaran narkotika berhasil dikawal hingga tahap P21.
Ketegasan dalam penegakan hukum tersebut diklaim sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap kelompok rentan dan upaya pemberantasan penyakit sosial.
Di balik seragam dinas, institusi ini pun mengukir prestasi non-operasional yang membanggakan melalui raihan medali emas personelnya di ajang bela diri internasional.
Selain itu, aspek reformasi birokrasi berbuah manis dengan didapatnya Predikat Pelayanan Prima dari Kementerian PAN-RB.
Penghargaan ini menjadi bukti atas transformasi kualitas layanan publik pada unit pembuatan SIM, SKCK, hingga pusat pelayanan terpadu yang kini dianggap lebih transparan dan efisien.
Menutup rilis akhir tahun tersebut, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektoral, termasuk dukungan doa bersama lintas agama yang sempat digelar sebagai bentuk empati bagi korban bencana di Sumatera.
Ia berkomitmen bahwa pada tahun 2026, profesionalisme dan integritas personel akan tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga Kota Bitung agar tetap menjadi rumah yang aman bagi seluruh warganya. (74M)



































