​”Suara Kekecewaan Rakyat BMR,” Laskar Bogani Indonesia Tuntut Kemandirian dari Sulawesi Utara

Tamrin L.

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 18:23 WIB

50329 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poigar, Sulut | Waspada24.com

Gelombang aspirasi masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) kembali memuncak.

Tepat pada Senin (9/2/2026), ratusan warga yang tergabung dalam ormas adat Laskar Bogani Indonesia (LBI) memadati garis perbatasan antara Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan untuk menyuarakan tuntutan sejarah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Viral di Media Sosial (Sulawesi Utara Commonity). Pilihan lokasi aksi di Desa Mondatong, Kecamatan Poigar, bukanlah tanpa alasan.

Titik ini merupakan simbol geografis yang memisahkan wilayah BMR dengan Minahasa Selatan, sekaligus menjadi penegas batas wilayah yang mereka cita-citakan segera menjadi provinsi mandiri, terlepas dari Provinsi Sulawesi Utara.

​Di bawah komando Dolfie Paath Manoppo selaku penanggung jawab aksi, massa memulai unjuk rasa dengan pengawalan ketat.

Dolfie didampingi Robby Mokodongan yang bertindak sebagai koordinator lapangan guna memastikan orasi berjalan sesuai dengan substansi tuntutan rakyat.

​Atmosfer di lokasi semakin memanas ketika para orator bergantian menaiki podium aspirasi.

Nama-nama seperti Parindo Potabuga, Tommy Maringka, Firdaus Mokodompit, hingga Moh Amin Laiya tampil dengan suara lantang, membakar semangat sekitar 100-an massa yang hadir di bawah terik matahari.

​Salah satu poin krusial dalam aksi ini adalah desakan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Massa menuntut agar pemerintah pusat segera mencabut kebijakan moratorium pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) yang dianggap sebagai penghambat utama lahirnya Provinsi BMR.

Selain menyasar Istana Negara, Laskar Bogani juga melayangkan “surat terbuka” secara lisan kepada Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Mereka meminta agar orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai tersebut menunjukkan komitmen konkret dalam mengawal percepatan pemekaran ini.

​Aspirasi tersebut juga ditujukan kepada para pemimpin lokal. Empat bupati dan satu wali kota di wilayah BMR diminta tidak hanya duduk diam, melainkan harus menunjukkan dukungan nyata dan langkah politis yang tegas demi memenuhi keinginan kolektif masyarakat adat setempat.

​Tidak hanya eksekutif, massa juga menuntut peran aktif para elit politik di legislatif.

Mereka mendesak representasi rakyat di DPR RI, DPD RI, hingga DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-BMR untuk bersatu padu melobi pusat agar status provinsi segera terwujud.

​Dolfie Paath Manoppo dalam pernyataannya menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini merupakan akumulasi dari rasa kecewa yang sudah mengendap lama.

Menurutnya, respon pemerintah pusat maupun daerah selama ini dinilai sangat minim dan cenderung mengabaikan aspirasi arus bawah.

​“Aksi ini adalah murni suara kekecewaan rakyat BMR. Perjuangan ini sudah memakan waktu bertahun-tahun, menguras energi dan harapan, namun hingga detik ini kita belum mendapatkan kepastian hukum,”

Ujar Dolfie dengan nada bicara yang tegas di hadapan massa.

​Dalam pernyataan sikap resminya, LBI menekankan bahwa BMR secara historis, sosial, dan budaya sudah sangat layak mandiri.

Jejak sejarah sejak masa kerajaan membuktikan bahwa wilayah ini memiliki struktur sosial yang mandiri dan identitas yang sangat kuat sebagai sebuah entitas politik.

​Menutup rangkaian aksi, massa mengingatkan bahwa BMR adalah “tulang punggung” ekonomi Sulut melalui sektor pertambangan emas, pertanian, hingga perikanan yang melimpah.

Mereka menilai, kekayaan alam yang besar ini seharusnya dikelola secara mandiri melalui pembentukan Provinsi BMR demi kesejahteraan rakyat lokal. (*-74M)

Berita Terkait

Tega Setubuhi Putri Sendiri, Pria Asal Desa Mopait Diamankan Petugas Gabungan
Komandan Satrol Kodaeral VIII Dukung Edukasi Kemaritiman Siswa Taruna Nusantara
​Penyegaran di Gerbang Utara: Upaya Polres Bitung Menjinakkan Kompleksitas Kamtibmas
Emi Maturbongs Resmi Lantik Pengurus DPD LPM Kota Bitung Periode 2026–2031
Paulus Denny Liemintang Terpilih Aklamasi Pimpin DPD LPM Kota Bitung Periode 2026–2031
​”Sinergi Jaga Kota: Kapolres Bitung Anugerahi Piagam Khusus untuk Tokoh Muda Mario Mamuntu”
Mengalirkan Air, Membedah Nestapa di Ujung Dinas
​Usung Tema ‘Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat’, Rakernas XVIII APEKSI 2026 Resmi Bergulir

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:32 WIB

Kapolres Binjai Apresiasi Program Pembinaan Lapas Kelas IIA Binjai, Siap Perkuat Kolaborasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:45 WIB

Andar Amin Harahap Dorong Penyelesaian Konflik Agraria, Sosialisasikan Program Strategis ATR/BPN

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:43 WIB

Kaperwil Mitrapolisi.com Aceh: Jika Tak Bisa Buktikan Tuduhan, Dun Belanda Akan Dipertimbangkan Dilaporkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:53 WIB

Di Balik Gubuk Reot, Harapan Itu Kembali Menyala: GRIB Jaya Kota Medan Antar Dua Anak Kembali Bersekolah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:17 WIB

Пин Ап Казино – играть в онлайн Pin Up Casino – официальный сайт

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:00 WIB

Kapolres Simalungun Dampingi Kunjungan Kerja Wamenkes RI, Tinjau Langsung Skrining TBC Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis di Parapat

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:56 WIB

118 Hektare Mangrove di Pasir Limau Kapas Rusak, Kapolda Riau Tangkap 2 Pelaku Pakai Excavator

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:33 WIB

Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Berita Terbaru