
Pembangunan jembatan di Simpang Pinding, Desa Kuning 1, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, yang awalnya diharapkan menjadi solusi akses masyarakat, kini justru menimbulkan keresahan bagi warga sekitar.
Gundukan badan jembatan yang dinilai terlalu tinggi dan kurang memperhatikan saluran aliran air menyebabkan air tertahan saat musim hujan dan banjir terjadi. Akibatnya, sejumlah rumah warga di sekitar lokasi menjadi terdampak banjir karena air tidak dapat mengalir dengan lancar.
Masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut karena setiap hujan deras turun, genangan air semakin cepat meluap ke permukiman warga. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap konstruksi jembatan agar tidak terus merugikan masyarakat.
“Awalnya kami mengira pembangunan jembatan ini akan membantu masyarakat, tetapi sekarang justru menjadi penyebab banjir di sekitar rumah warga,” ujar Muda remaja salah seorang warga setempat.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga dikhawatirkan dapat merusak rumah dan lingkungan sekitar apabila tidak segera ditangani. Warga meminta adanya normalisasi saluran air serta peninjauan kembali desain jembatan agar aliran air dapat kembali lancar saat musim hujan tiba. (In)


































