Bitung | Waspada24.com – Satu tiket berharga ke babak final YouthKampis Cup VI 2026 resmi menjadi milik BPPP Tandurusa FC. Kepastian ini didapat setelah mereka menyudahi perlawanan sengit PSP Pateten lewat babak adu penalti yang berakhir dengan keunggulan skor 4-2 di Kota Stadion Dua Sudara Bitung, Sabtu (13/06/26).
Dalam drama yang menguras emosi tersebut, Rifky Kiki Mokodompit menjelma menjadi pahlawan kemenangan. Penjaga gawang tangguh BPPP Tandurusa ini sukses menggagalkan sepakan dua eksekutor pertama dari PSP Pateten yang mengarah ke gawangnya.
Keberhasilan Rifky Kiki membaca arah bola langsung meruntuhkan mental bertanding para penendang lawan. Sebaliknya, tiga algojo BPPP Tandurusa yang maju sebagai eksekutor justru tampil sangat tenang dan sukses menuntaskan tugas mereka dengan sempurna.
Berkat penampilan gemilangnya di bawah mistar, Rifky Kiki Mokodompit sangat layak dinobatkan sebagai Man of The Match. Penyelamatan krusialnya menjadi pembeda sekaligus penentu langkah tim menuju partai puncak.
Sebelum pemenang harus ditentukan lewat titik putih, kedua tim sejatinya menyajikan tontonan berkelas sepanjang 90 menit. Laga semifinal ini berjalan sangat ketat, sarat taktik, dan diwarnai ketegangan tinggi sejak menit awal.
Papan skor di waktu normal berkesudahan dengan angka sama kuat 1-1. Hasil imbang ini mencerminkan betapa gigihnya perjuangan kedua kesebelasan yang tampil habis-habisan demi memburu kemenangan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, PSP Pateten langsung menerapkan gaya main agresif. Mengandalkan kecepatan sayap yang dimotori Terens Puhiri (19) dan Sumawan Rusni (9), mereka berulang kali mencoba mendobrak koridor pertahanan lawan.
Namun, BPPP Tandurusa tidak tinggal diam menghadapi gempuran tersebut. Mereka meredam agresivitas lawan dengan memenangi duel di lini vital berkat koordinasi apik sang kapten Haryanto Lamala (15), Sandy Sute (27), dan Reza Irfana (24).
Kombinasi trio gelandang BPPP Tandurusa ini terbukti ampuh dalam mendikte ritme permainan dan memutus suplai bola musuh. Alhasil, PSP Pateten terpaksa mengubah taktik dengan lebih banyak mengandalkan long ball langsung dari lini belakang.
Meski kedua kesebelasan saling bergantian melepaskan ancaman, penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat gol tak kunjung tercipta. Rapatnya organisasi pertahanan kedua tim membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, BPPP Tandurusa FC mengambil inisiatif untuk tampil lebih menekan. Kebuntuan di stadion akhirnya pecah pada menit ke-58 melalui skema set piece yang mematikan.
Berawal dari tendangan sudut, situasi scrimmage atau bola liar terjadi di area sekot penalti PSP Pateten. Yohanes (22) yang berada di posisi menguntungkan langsung menyambar bola dengan sepakan keras untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut pembakar semangat pertandingan, di mana PSP Pateten langsung keluar menyerang secara total. Di sisi lain, BPPP Tandurusa berupaya menurunkan tempo permainan guna mempertahankan keunggulan tipis mereka.
Saat kemenangan BPPP Tandurusa sudah berada di depan mata, PSP Pateten memberikan kejutan pahit pada menit ke-85.
Akselerasi Terens Puhiri sukses membelah pertahanan sebelum mengirim umpan manja yang diselesaikan dengan sempurna oleh Ronaldo (31).
Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang, sebelum akhirnya BPPP Tandurusa mengunci kemenangan di babak adu penalti.
Di partai final nanti, ujian berat sudah menanti BPPP Tandurusa FC. Mereka sudah ditunggu oleh Ardila FC, tim bertabur bintang kompetisi nasional yang diprediksi akan menjadi lawan sepadan bagi kreativitas lini tengah Sandy Sute dan kolega. (74M)



































