SEMMI MADINA TAGIH STEDMEND POTONG KUPING KAPOLRES MADINA JIKA PETI MASIH BER OPERASI DI MANDAILING NATAL.

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Jumat, 28 Februari 2025 - 20:03 WIB

50332 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, 1 Maret 2025 – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Mandailing Natal mendesak Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh, untuk menepati janjinya dalam menindak tegas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah kabupaten Mandailing Natal. Desakan ini muncul sudah beberapa kali karna selama ini kami merasa yang di lakukan oleh Kapolres Madina hanyalah Gimmick karna paktanya sudah berapa kali penindakan tetapi peti masih tetap ber operasi.

Pada bagian lain di tanggal 17 januari 2025 cipayung plus, dan organisasi kepemudaan Madina, melaksanakan unjuk rasa di depan kantor POLRES MADINA, dan langsung di tanggapi oleh kapolres madina dengan mengucapkan stetmen mulai hari ini jika ada tambang ilegal yang beroperasi lagi maka POTONG KUPING SAYA,

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan ini kami meminta denga tegas untuk membuktikan ucapannya tersebut jangan hanya pencitraan saja, karna kami lihat masih banyak tambang ilegal, yah terus ber operasi seperti baru baru ini.

“Kami menuntut Kapolres Madina untuk konsisten dalam menegakkan hukum dan menutup semua aktivitas PETI tanpa pandang bulu. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penindakan,” ujar Adek Lubis Ketua SEMMI Madina.

Sebelumnya Kapolres Madina sudah beberapa kali menegaskan akan komitmennya untuk menertibkan seluruh aktivitas PETI kenyataanya dalam pantauan kami pada hari Jum’at tanggal 28 Februari di muara soma kecamatan batang Natal Kabupaten Mandailing Natal masih bebas ber operasi menggunakan excavator.

Namun, hingga saat ini, aktivitas PETI masih marak terjadi. Mahasiswa mengeluhkan bahwa eksploitasi tambang emas ilegal di Batang Natal semakin tak terkendali, selain merusak lingkungan, juga diduga melibatkan oknum-oknum tertentu.

SEMMI Madina menegaskan akan terus mengawal isu ini dan siap menggelar aksi jika aparat penegak hukum tidak segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku PETI. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan menolak segala bentuk aktivitas tambang ilegal yang merugikan.

(Magrifatulloh).

Berita Terkait

Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar
Polsek Tapung Hilir Hasilkan 4 Ton Jagung Pipil – Siap Dijual Ke Bulog Tandun Melalui Bulog Kampar
Kasus Mandek Berbulan-Bulan, Keluarga Satria Aritonang Sebut Janji Pengacara Tinggal Retorika
JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA DESA PINTU RIME DAN DESA PERTIK DI KECAMATAN PINING MEMBUTUHKAN PERHATIAN KITA
KELUARGA ALMARHUM SATRIA ARITONANG TUNTUT PENGEMBALIAN UANG JASA ADVOKAT SEBESAR RP 40 JUTA KARENA DINILAI WANPRESTASI
Tingkatkan Kualitas SDM, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama PKBM Amanah Alwasliyah Indrapura
Usai Ikrar Pemasyarakatan, Lapas Labuhan Ruku Gerak Cepat Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan
Pemerintah Desa Lengkese Kawal Penyaluran Bantuan Pangan 2026, Warga Merasa Terbantu

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:56 WIB

Antisipasi Kriminalitas Malam Hari, Kodim 1310/Bitung Gelar Patroli Skala Besar

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:46 WIB

​Dituding Muat Berita Sepihak Tanpa Klarifikasi, Tiga Media Siber Disomasi Dansatrol

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:57 WIB

​Gelar Adat untuk Sang Komandan Satrol di Hari Kebangkitan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:42 WIB

Terima Gelar Adat Tonsea di Hari Kebangkitan Nasional, Dandim 1310/Bitung Ajak Warga Jaga Harmonisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:06 WIB

​Kala Jaket Adat Mengikat Sinergitas Kota Cakalang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:41 WIB

​Gerebek Kamar Kost di Aertembaga, Satresnarkoba Polres Bitung Ringkus Pengedar 130 Butir Trihexyphenidyl

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:08 WIB

Mengikat Retakan Sosial dari Pesisir Lembeh

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:41 WIB

Laporan Khusus: Bara di Pesisir Bitung, Saat Petani Terusir dari “Surga” Kelapa Leluhur

Berita Terbaru