Diplomasi Ekonomi Indonesia Melalui BIMP-EAGA, Membangun Kawasan Perbatasan yang Seimbang dan Berdaya Saing

Tamrin L.

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:38 WIB

50386 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Drs. Hamidin – Kelompok Ahli BNPP RI

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP-RI) memandang kerja sama lintas negara di kawasan perbatasan sebagai kunci penting dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional, Sabtu (6/12/25).

Sebagai lembaga yang berperan mengoordinasikan kebijakan antar kementerian dan lembaga, BNPP-RI menilai keterlibatan aktif Indonesia dalam Brunei–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP–EAGA) merupakan langkah strategis dalam mengembangkan kawasan perbatasan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika kawasan timur Asia Tenggara kerap dianggap sebagai “pinggiran” yang jauh dari pusat pembangunan, empat negara terdiri dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina pada tahun 1994 justru membalik pandangan itu.

Melalui pembentukan BIMP–EAGA, keempat negara sepakat bahwa wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang kaya potensi alam harus menjadi motor baru pertumbuhan regional.

‎Inisiatif ini mencakup kawasan timur Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua), Sabah dan Sarawak di Malaysia, Mindanao di Filipina, serta seluruh Brunei Darussalam.

‎Dengan luas wilayah mencapai lebih dari 1,6 juta kilometer persegi dan populasi sekitar 70 juta jiwa, BIMP–EAGA menghadirkan peluang besar bagi penguatan konektivitas maritim, pengembangan perdagangan lintas batas, dan pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

‎Sejak berabad-abad lalu, hubungan masyarakat di wilayah-wilayah seperti Tarakan, Tawau, Zamboanga, dan Bandar Seri Begawan telah terjalin erat melalui jalur laut tradisional.

‎BIMP–EAGA hadir untuk menghidupkan kembali semangat konektivitas tersebut dalam format kerja sama modern yang menempatkan perbatasan bukan sebagai batas pemisah, melainkan jembatan kemajuan antarbangsa.

‎Kerja sama ini berfokus pada penguatan konektivitas, logistik, perdagangan, investasi, pariwisata berkelanjutan, pertanian dan perikanan terpadu, serta kerja sama energi dan lingkungan hidup.

Semua sektor ini saling terkait untuk membentuk fondasi ekonomi kawasan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di jantung Asia Tenggara.

‎Dalam konteks nasional, kawasan timur Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penghubung antarnegara anggota BIMP–EAGA.

‎Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) modern di wilayah seperti Nunukan, Sebatik, dan Miangas menjadi contoh nyata bagaimana diplomasi ekonomi dapat berjalan seiring dengan penguatan fungsi pertahanan dan pelayanan masyarakat perbatasan.

BNPP-RI, bersama Kementerian Dalam Negeri, terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan pengelolaan perbatasan di koridor BIMP–EAGA berjalan efektif.

‎Upaya tersebut meliputi integrasi data lintas batas, pengawasan arus orang dan barang, serta peningkatan kapasitas kepala PLBN adalah langkah nyata untuk memastikan pembangunan perbatasan berlangsung aman dan produktif.

BIMP–EAGA tidak sekadar forum kerja sama ekonomi, melainkan instrumen nyata diplomasi pembangunan.

‎Konsep Poros Maritim Dunia yang digagas Presiden Joko Widodo menemukan relevansinya dalam kerja sama ini, di mana masyarakat perbatasan berperan sebagai aktor utama pembangunan.

Diplomasi dalam konteks BIMP–EAGA tidak hanya dijalankan oleh pejabat pemerintah, tetapi juga oleh nelayan, pedagang, dan pelaku usaha kecil lintas batas yang menjaga denyut ekonomi kawasan.

Berbagai forum strategis, seperti BIMP–EAGA Ministerial Meeting dan BIMP–EAGA Business Council, terus mendorong keterpaduan kebijakan antarnegara.

Salah satu hasil konkret adalah pembukaan kembali jalur pelayaran roll-on roll-off (RoRo) Bitung–Davao–General Santos yang menghidupkan kembali jalur dagang laut Indonesia–Filipina.

‎Jalur udara yang menghubungkan Tarakan, Kota Kinabalu, dan Zamboanga juga tengah dikembangkan sebagai bentuk nyata peningkatan mobilitas ekonomi di kawasan timur ASEAN.

Setelah lebih dari tiga dekade berjalan, kerja sama BIMP–EAGA telah menunjukkan hasil konkret, tetapi juga menghadapi tantangan yang kompleks.

Infrastruktur dasar di banyak daerah perbatasan masih terbatas, dan harmonisasi kebijakan investasi antarnegara belum sepenuhnya tercapai.

Di sisi lain, isu keamanan maritim, penyelundupan lintas batas, dan degradasi lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

‎Namun, dengan komitmen kuat dan kerja sama yang lebih erat, BIMP–EAGA tetap menjadi harapan bagi pengembangan kawasan perbatasan yang lebih seimbang dan berdaya saing. (*-74M)

Berita Terkait

Kajian BEM FH UNISBA“Membaca Ulang Pasal-Pasal KUHAP Yang Simpang Siur
Kepala Rutan Manado Pimpin Jalan Sehat, Bangun Sinergi Kuat Lewat ‘Langkah Sehat, Kinerja Hebat’
Eks Napiter Roki Apris Dianto: Anak Jadi Target Mudah Kelompok Radikal, Peran Keluarga Harus Diperkuat
FPNM Desak Kapolda NTB Buka Penyidikan Dana BTT Secara Transparan di Tengah Kecurigaan Perlindungan Terhadap Gubernur
Pengawasan Ketat Seleksi Calon Bintara Polri 2026 di Polres Bitung Dimulai
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Digerebek Dini Hari, Cafe Gondrong di Mardingding Diduga Jadi Lokasi Peredaran Ekstasi, Tiga Orang Ditahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Polres Langkat Keluarkan Surat Pemanggilan Saksi Terkait Kasus Penemuan Mayat Disungai di Batang Serangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:35 WIB

Sekda Karo Terima Aspirasi Warga Semangat Gunung Jalan dan Keamanan Jadi Prioritas Dikawal Bersama

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:05 WIB

Kepanikan Warnai Smansa Simpang Kiri, Api Sudah Mengenai Resplang dan Seng RKB, Damkar dan TNI Turun Tangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Ramah Tamah Bupati Karo Bersama Pejuang 45 Peringati HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Bupati Karo Ikuti Upacara Serenade dan Penurunan Bendera HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Bupati Karo Bersama Forkopimda Terima Pawai Defile SMP dan SMA dalam Rangka HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

PAD Tahun 2025 Tidak Capai Target. LPP Bupati Aceh Tenggara

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:06 WIB

ACEH TENGGARA

Empat Frakasi DPRK Setujui LPP APBK Aceh Tenggara Tahun 2025.

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:04 WIB