Bidang Kesehatan Kota Bandung Siaga Hadapi Hidrometrologi

WASPADA24

- Redaksi

Sabtu, 8 Maret 2025 - 20:41 WIB

50337 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG | Menghadapi curah hujan dengan risiko hidrometrologi, Dinas Kesehatan Kota Bandung menyiagakan 80 puskesmas. Termasuk tim kesehatan dan ambulans.

“Jika di luar jam kerja, ada tim surveillance siaga 24 jam. Tim ini akan melaksanakan penilaian cepat untuk rekomendasi jika dibutuhkan di lapangan. Misalnya perlu ambulans, posko kesehatan atau kunjungan tim kesehatan. Rekomendasi dikeluarkan oleh tim ini,” beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian .

“Kesiapan rumah sakit ada 42 unit, UGD siap 24 jam. Kami juga akan prioritaskan jika ada korban banjir,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Dirut Rumah Sakit Bandung Kiwari, Yorisa Sativa menjelaskan dari sisi pelayanan terdapat dua tipe pelayanan yaitu statis dan mobile.

“Kalau statis kami siapkan masing – masing rumah sakit dengan SDM. Pastinya kesiapan kami akan lebih ekstra, manajemen SDM, peralatan dan sebagainya ditingkatkan,” tuturnya.

“Sedangkan mobile itu bisa bentuk posko, ini bisa berkolaborasi dengan beragam unsur. Mulai dari spesialis, psikiater, dan dokter lainnya,” jelasnya.

Yorisa mengungkapkan, penyakit yang biasa terjadi saat ada bencana banjir yaitu diare, ISPA, dan DBD.

“Ini perlu antisipasi. Puskesmas, klinik swasta juga harus membantu jangan sampai peningkatan penyakit,” harapnya.

Sedangkan Dirut RSUD Bandung, Nita Kurniati Somantri memastikan rumah sakit yang dipimpinnya siaga 24 jam.

“Fasilitas, tim medis, logistik dan obat-obatan sudah siap,” ungkapnya.(yan)**

Berita Terkait

Pemasangan Gateway Parking Pasar Cipeundeuy, Sudah Sesuai prosedur Dan Direncanakan Jauh Hari,
Wali Kota Bandung Terancam Diperiksa Kejari, Kasus Korupsi Penyalahgunaan Wewenang Menghangat
Menjaga Hal Ekologis Masyarakat Jawa Barat Di Tengah Alih Fungsi Lahan Dan Krisis Iklim
Provinsi Jawa Barat Kembali Menjadi Sorotan Nasional Sebagai Provinsi Dengan Tingkat Intoleransi Tertinggi
sejak tahun 2014. Namun, hingga saat ini, upaya untuk mewujudkan proyek ini masih menghadapi hambatan
Jelang Nataru, Ustad Ismail Hasan (Eks Napiter) Nyatakan Komitmen Jaga Kedamaian dan Tolak Terorisme
Aktivis dan Ketua Viking Campus, Serukan Perdamaian Menjelang Hari HAM se-Dunia Kepada Masyarakat Jabar
Astanaanyar Jadi Surga Pemburu Obat Haram: Toko Obat Nakal Runtuhkan Generasi, Negara Kehilangan Wibawa

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:13 WIB

Korban Maling Dijadikan Tersangka Diduga Penuh Rekayasa, Masyarakat Akan Demo Meminta Kapolrestabes Medan Tepati Janjinya Menyelesaikan Kasus!

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:42 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Kanwil Ditjenpas Sumut Kerja Bakti di Masjid Nurul Huda Jelang Ramadhan

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:44 WIB

Pernah Dipenjara Kasus KDRT, Anak Pancur Batu Leo Sembiring Jadi DPO Polrestabes Medan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 01:14 WIB

Bupati Karo Menghadiri Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:02 WIB

Peringatan Hari Republik India ke-77 Bupati dan Wakil Bupati Karo Hadiri Jamuan Makan Malam

Senin, 8 Desember 2025 - 20:02 WIB

Ditreskrimsus Poldasu Tidak Mampu dan Peti Kemaskan Laporan Penggelapan-Penipuan,Ratusan Mahasiswa Lakukan Aksi Unjuk Rasa

Minggu, 30 November 2025 - 17:47 WIB

Terjadi Penganiyayaan Berujung Hilanya Nyawa, Korban Terkapar Bersimbah Darah di Depan Karoke Kabanjahe

Selasa, 25 November 2025 - 12:46 WIB

Bupati Karo Hadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) LB Bank Sumut

Berita Terbaru

error: Content is protected !!