100 Hari Kepemimpinan Saipullah–Atika Dinilai Minim Implementasi, Janji Sentuh Hajat Hidup Belum Terlihat Nyata

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Jumat, 27 Juni 2025 - 15:03 WIB

50151 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

100 Hari Kepemimpinan Saipullah–Atika Dinilai Minim Implementasi, Janji Sentuh Hajat Hidup Belum Terlihat Nyata

 

Panyabungan Waspada24.Com– Menjelang akhir masa 100 hari kerja, kepemimpinan Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi dinilai belum menunjukkan hasil konkret. Meski dalam pidatonya pada 25 Maret 2025 lalu Saipullah menyebut program kerja mereka menyasar langsung hajat hidup rakyat, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak sektor strategis yang stagnan dan jauh dari janji.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pelayanan Dasar Belum Maksimal

 

Di sektor kesehatan, pelayanan Puskesmas masih rawan keluhan. Warga di sejumlah desa mengaku harus menunggu lama untuk mendapat penanganan medis puskesmas, sementara relokasi RSUD ke lokasi baru belum memperlihatkan perkembangan berarti.

 

Di bidang pendidikan, banyak sekolah di pelosok rusak berat, atap bocor, meja belajar rusak, dan toilet tidak berfungsi. Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan dasar justru digunakan untuk belanja simbolik.

 

> “Murid belajar di ruang kelas bocor, tapi dana malah dipakai membeli foto Presiden dan Wapres seharga Rp600 ribu per set. Ini bukan prioritas. Ini pemborosan,” ujar Hapsin, Aktivis Pemuda di Panyabungan.

 

 

 

Ekonomi Lesu, Tambang Ilegal Marak

 

Perekonomian lokal juga tidak mengalami perbaikan signifikan. Harga daging melonjak saat Lebaran hingga menyentuh rekor tertinggi, sementara UMKM tidak mendapat dorongan berarti dari kebijakan daerah.

 

Di sisi lain, aktivitas tambang emas ilegal terus meningkat. Bahkan, enam orang dilaporkan tewas dalam insiden tambang dalam tiga bulan terakhir. Publik menilai pemerintah gagal mengontrol dan mengawasi praktik penambangan liar ini.

 

> “Kematian akibat tambang ilegal bukan kecelakaan semata, ini adalah hasil dari lemahnya pengawasan. Ironisnya, saat bicara pelestarian lingkungan, tambang-tambang ini malah dibiarkan,” kata Pajarurrohman, pemerhati kebijakan publik.

 

 

 

Sampah Tak Terurus, Bupati Usul Dibakar

 

Masalah lingkungan juga mencuat dalam persoalan pengelolaan sampah. Belum ada sistem penanganan yang layak, dan alih-alih menawarkan solusi berbasis regulasi, Bupati Saipullah justru menyarankan warga membakar sampah.

 

> “Pernyataan Bupati agar masyarakat membakar sampah bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Ini justru memperlihatkan tidak adanya roadmap lingkungan yang jelas,” ujar Hapsin.

 

 

 

Pemimpin Tak Hadir di Tengah Rakyat

 

Salah satu kritik tajam lainnya adalah soal kehadiran pemimpin. Saipullah dinilai lebih sering berada di luar daerah ketimbang menyelesaikan persoalan di wilayahnya sendiri. Ketidakhadiran fisik ini dianggap sebagai simbol lemahnya kepemimpinan yang tidak menyentuh langsung kehidupan rakyat.

 

> “Rakyat butuh pemimpin yang hadir, bukan hanya di spanduk dan media sosial, tapi nyata di lapangan. Kalau dalam 100 hari saja lebih banyak di luar daerah, bagaimana dengan lima tahun ke depan?” tambah Pajar.

 

 

 

Kesimpulan: Janji Tak Sejalan dengan Kenyataan

 

Program 100 hari yang digadang-gadang menyentuh hajat hidup rakyat kini justru dinilai jauh dari implementasi. Banyak sektor penting stagnan, pengawasan longgar, dan arah kepemimpinan dianggap belum jelas.

 

> “Kalau ini yang disebut menyentuh rakyat, kita harus bertanya ulang: siapa yang disentuh dan dengan cara apa?” tegas Hapsin menutup kalimat.

 

 

 

Harapan yang pernah ditanam di awal masa jabatan kini terancam berubah menjadi kekecewaan jika tidak segera ada langkah nyata dan perbaikan mendasar dari Saipullah–Atika ke depan.

(Magrifatulloh).

Berita Terkait

Usai Ikrar Pemasyarakatan, Lapas Labuhan Ruku Gerak Cepat Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan
Pemerintah Desa Lengkese Kawal Penyaluran Bantuan Pangan 2026, Warga Merasa Terbantu
Lapas Kupang Gelar Razia Blok Hunian Gandeng TNI Polri dan BNN, Hasilnya Bersih Tanpa Barang Terlarang
Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Teguhkan Komitmen Zero Halinar melalui Apel Ikrar dan Penguatan Integritas
Kapten Inf Syarifuddin Pimpin Babinsa Galut & Warga Tamalate Bersihkan Pantai Soreang Dari Sampah
Sidang Prapid Wartawan Nangkap Maling Masuk Penjara Memanas di PN Medan, Saksi Putri Mutiara Diduga Berbohong
Verzet Menang, Ketua Lpm Rumbai Barat Bebas: Pn Pekanbaru Gugurkan Penuntutan Tipiring
Jaga Warisan Leluhur, Lamr Meranti Ajarkan Sastra Budaya Melayu Ke Siswa Man 2 Rangsang Barat

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:34 WIB

Pemeriksaan Tak Kunjung Tuntas, PT Rosin Kembali Dipandang Seolah Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:38 WIB

Dugaan Pelanggaran Berlapis PT Rosin Menguat, LIRA Minta Pemerintah Aceh Bekukan Operasional Pabrik

Senin, 4 Mei 2026 - 17:44 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren

Rabu, 29 April 2026 - 22:45 WIB

LIRA Desak DLHK Aceh Bekukan Operasional PT Rosin Trading Internasional di Gayo Lues hingga Seluruh Izin Dilengkapi

Selasa, 28 April 2026 - 04:16 WIB

Pengangkut Ditangkap, Barang Disita, PT Rosin Trading Internasional Masih Dipersoalkan dalam Tata Niaga Getah Pinus

Selasa, 28 April 2026 - 02:52 WIB

Polda Aceh Diminta Mengawasi Dugaan Pengiriman Produk dari Pabrik PT Rosin Trading Internasional yang Bermasalah

Minggu, 26 April 2026 - 22:36 WIB

PT Rosin Internasional di Gayo Lues Disorot atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan Berlapis

Sabtu, 25 April 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Blangkejeren Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dengan Batalyon TP 855/Raksaka Dharma untuk Wujudkan Kamtibmas Kondusif

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Pemuda Gunung Cut Nilai Turnamen Layangan TMMD Jadi Wadah Kebersamaan

Senin, 11 Mei 2026 - 18:09 WIB