Bitung,Sulut|Waspada24.com
Dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, Pemerintah Kota Manado menyelenggarakan Kegiatan Rohani Tadzkir Ukhuwah bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (12/11/25).
Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Manado tersebut menitikberatkan pada pembangunan integritas dan semangat pengabdian dari dalam diri setiap pelayan publik.
Gelaran ini menjadi wujud komitmen pemkot dalam menanamkan nilai-nilai luhur sebagai landasan kerja pemerintahan.
Sementara itu, gagasan utama yang diusung dalam pertemuan rohani ini adalah “Meningkatkan Produktivitas Kerja dengan Taqwa”.
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, yang hadir memberikan pengarahan, menekankan bahwa nilai ketakwaan bukan sekadar ritual, melainkan fondasi etos kerja yang hakiki.
Menurutnya, prinsip inilah yang akan mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih ikhlas, efektif, dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Richard Sualang menjelaskan korelasi langsung antara ketulusan hati dan kinerja aparatur.
“Iman dan ketulusan akan menumbuhkan semangat kerja dan menjauhkan dari pikiran negatif,”
ujarnya. Ia pun mendorong semua ASN untuk menjadikan nilai takwa sebagai modal utama dalam bekerja dan mengabdikan diri bagi kepentingan masyarakat Kota Manado.
Selain itu, untuk memperkaya wawasan spiritual para peserta, kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI, Rektor IAIN Manado, sebagai pembicara utama.
Sementara itu, Wakil Wali Kota secara khusus menyampaikan apresiasi atas pencerahan yang diberikan, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Badan Tadzkir Ukhuwah Pemkot Manado yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara ini.
Pada akhirnya, inisiatif tersebut merefleksikan komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Manado dalam mencetak ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga beriman dan berintegritas tinggi.
Melalui pendekatan yang menyentuh aspek spiritual, pemkot bertekad mewujudkan pemerintahan yang melayani dengan hati, sehingga kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih optimal. (74M)



































