Bitung,Sulut|Waspada24.com
Sebuah kebakaran hebat melanda fasilitas produksi pengolahan tuna milik PT. Army Pasifik Morotai Cabang Bitung, Kamis (13/11/25).
Diketahui, amukan “si jago merah” yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.25 WITA di Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir, ini menghanguskan bangunan pabrik dan menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai angka fantastis, Rp 2 miliar.
Sementara itu, aparat Kepolisian, mulai dari jajaran Polres Bitung hingga Polsek Maesa, segera merespons insiden tersebut dengan terjun langsung ke lokasi kejadian.
Pengerahan personel ini bertujuan untuk memastikan keamanan area, mengumpulkan keterangan awal, dan membantu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung.
Menurut keterangan resmi Kapolsek Maesa, AKP Ferry Padama, SH, berdasarkan kesaksian di lapangan, api pertama kali terdeteksi oleh warga yang berada di sekitar pabrik.
Saksi bernama Ahmar (42) menyebutkan bahwa ia mendengar teriakan panik yang mengarah pada munculnya kobaran api dari area pabrik pengolahan ikan tersebut.
Dugaan awal menguat pada gangguan kelistrikan sebagai sumber pemicu kebakaran.
Hal ini diperkuat oleh kesaksian Rivaldo Padoa (18), seorang saksi lain, yang sempat melihat monitor komputernya berkedip-kedip sesaat sebelum menyadari adanya kepulan asap tebal dari arah pabrik.
Tak hanya itu, ketika dicek, titik api telah menyala hebat di dekat meteran listrik bangunan.
Meskipun Rivaldo bersama beberapa warga lain sempat berupaya melakukan pemadaman mandiri menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan air, keganasan api tak terbendung.
Kobaran dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian-bagian lain bangunan, memaksa warga segera menghubungi pihak berwenang.
Respons cepat ditunjukkan Polsek Maesa. Lima menit pasca kejadian, tepatnya pukul 03.30 WITA, piket Polsek langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan.
Aiptu Sabri Mampa (Ka SPK), Bripka Halim Laata (Ka Jaga), dan Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos (Piket Reskrim), yang bertindak cepat menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran.
Tidak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) tiba dan langsung berjibaku memadamkan api.
Upaya penanganan darurat ini diperkuat oleh puluhan personel gabungan dari Polres Bitung di bawah pimpinan Padal IPDA C.H. Lalamentik dan jajaran, serta empat personel dari Kodim 1310/Bitung, menunjukkan sinergi aparat dalam penanganan bencana.
Berkat kerja keras tim gabungan polisi, TNI, damkar, dan masyarakat, api akhirnya berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sepenuhnya setelah berkobar selama hampir empat jam.
Proses pendinginan area pabrik rampung sekitar pukul 07.15 WITA. Dalam insiden ini, dipastikan tidak ada korban jiwa yang jatuh, namun kerugian material yang menimpa perusahaan tercatat sangat besar.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Inafis Polres Bitung telah merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari penyebab pasti musibah.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Maesa AKP Ferry Padama, SH, mengapresiasi partisipasi seluruh pihak dan mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap instalasi listrik yang berpotensi memicu bencana serupa. (74M)



































