Bitung | Waspada24.com – Di bawah langit Kelurahan Girian Weru Satu, pemandangan berbeda tampak di Masjid Al Muttaqin pada pengujung pekan ini, Jumat (27/02/26).
Sejumlah pria berseragam cokelat tampak sibuk dengan sapu dan kain pel, berbaur dengan warga setempat dalam riuh gotong royong yang memecah keheningan pagi di sudut Kota Bitung tersebut.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, memimpin langsung rombongan korps bhayangkara itu.
Tak ada sekat protokoler yang kaku saat ia bersama Wakapolres dan jajaran Pejabat Utama (PJU) mulai menyisir sudut-sudut masjid, membersihkan setiap jengkal ruang suci yang menjadi jantung peribadatan masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar ritual sanitasi biasa. Para personel kepolisian ini menyasar hingga ke detail terkecil; mulai dari karpet bagian dalam masjid yang dibersihkan dari debu, hingga penataan halaman dan saluran air di lingkungan sekitar demi memastikan kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah di bulan yang penuh ampunan ini.
Bagi Albert Zai, kegiatan ini adalah pengejawantahan dari spirit fastabiqul khairat.
Ia memandang bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan momentum untuk berlomba-lomba dalam kebajikan secara nyata, melampaui tugas-tugas administratif kepolisian yang sehari-hari mereka jalani.
”Kami ingin hadir dan berbagi, sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat,”
ujar Albert di sela-sela kegiatannya. Baginya, kehadiran polisi di rumah ibadah merupakan bentuk kepedulian tulus untuk membangun jembatan emosional yang lebih kokoh dengan warga Kota Bitung melalui aksi sosial yang menyentuh akar rumput.
Filantropi ini tak berhenti pada tenaga semata. Seusai peluh membasahi seragam mereka, jajaran Polres Bitung melanjutkan agenda dengan membagikan sejumlah paket bahan pokok.
Bantuan sosial ini menyasar para imam masjid dan jamaah yang membutuhkan, sebuah gestur solidaritas untuk meringankan beban ekonomi di tengah bulan puasa.
Kegiatan yang berlangsung bersahaja ini ditutup dengan perbincangan hangat antara aparat dan penduduk lokal.
Di Masjid Al Muttaqin, Ramadan tahun ini tak hanya meninggalkan kesan bersih secara fisik, namun juga mempertegas relasi kemanusiaan yang lebih intim antara penegak hukum dan masyarakat yang mereka layani. (74M)



































