Drama Penyelamatan KM Anaiah di Perairan Batang Dua

Tamrin L.

- Redaksi

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:04 WIB

50229 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Waspada24.com Semburat api melalap badan KM Anaiah di tengah kegelapan perairan Batang Dua, Kamis 26 Maret 2026.


Musibah yang menimpa kapal milik Amelia Lingkam ini memicu respons cepat dari jajaran Satuan Patroli (Satrol) Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII.


Begitu informasi kecelakaan laut Kapal Pajeko tersebut masuk ke meja redaksi komando, operasi penyelamatan intensif langsung dipacu demi memburu waktu melawan maut yang mengintai belasan awak di tengah laut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Langkah taktis segera diambil dengan mengerahkan KAL Tedong Naga yang membawa 15 personel ahli ke titik koordinat kejadian.

Tak bergerak sendirian, kekuatan armada laut ini diperkuat oleh satu unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) milik Satrol dengan dukungan 5 personel tambahan.

Penyiagaan RHIB ini menjadi kunci krusial guna mempercepat manuver pemindahan korban dari ganasnya gelombang menuju daratan yang lebih aman.

Di atas dek yang terbakar, terdapat 14 nyawa yang menggantungkan nasib pada kecepatan tim penolong, termasuk sang nakhoda, Wandi Lumuhu.

Kapal yang sehari-harinya berbasis di Perikani Tumumpa, Manado, ini sejatinya tengah menjalankan operasional rutin sebelum api mulai menjalar tak terkendali.

Berdasarkan data manifes, belasan kru tersebut terjebak dalam situasi mencekam saat api mulai menguasai konstruksi kapal.

​Drama pemindahan korban berakhir sementara ketika kapal evakuasi bersandar di dermaga, di mana tim medis telah memasang pagar betis.

Proses klasifikasi atau triage dilakukan secara kilat untuk memetakan tingkat keparahan luka para awak.

Petugas medis bergerak dengan presisi, memisahkan mereka yang membutuhkan penanganan darurat segera dari mereka yang kondisinya relatif stabil di bawah lampu sorot pelabuhan.

Data medis menunjukkan skala kerusakan fisik yang cukup serius bagi beberapa awak kapal.

Tercatat tiga orang mengalami luka berat, yakni Fenly Yosep (Siau Dame), Nestor Sumelung (Mawali), dan Niklas Antade (Kelurahan Kasawari).

Sementara itu, satu korban lainnya, Yornes Domilobe, dilaporkan dalam kondisi yang lebih beruntung dengan diagnosa luka ringan, meski trauma mendalam tetap membayangi wajahnya.

​Pemandangan di bibir dermaga menggambarkan sinergi lintas sektoral yang solid dengan kehadiran enam unit ambulans yang berderet rapi.

Armada medis ini merupakan gabungan kekuatan dari ambulans Provinsi, RS Manembo-nembo, Dokpol, hingga layanan kesehatan Pratama.

Kehadiran mereka memastikan tidak ada jeda waktu bagi para korban untuk segera mendapatkan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan yang memadai.

Dokter Glory dari pihak Karantina menegaskan bahwa strategi penanganan telah disusun secara matang jauh sebelum kapal evakuasi merapat ke daratan.

Skema pembagian rujukan rumah sakit diatur berdasarkan tingkat kedaruratan luka agar tidak terjadi penumpukan pasien di satu titik.

“Sebelum korban tiba, para dokter telah mengatur skema agar proses rujukan berjalan sistematis,”

jelasnya mengenai prosedur evakuasi medis tersebut.

​Sebelum rombongan besar tiba, satu korban dalam kondisi kritis rupanya telah lebih dahulu dilarikan ke rumah sakit melalui jalur prioritas.

Langkah darurat ini diambil oleh tim Basarnas yang bahu-membahu dengan Polair menggunakan aset tercepat mereka.

Koordinasi lapangan yang apik ini memastikan bahwa korban dengan tingkat risiko nyawa tertinggi mendapatkan bantuan medis tanpa perlu menunggu proses evakuasi masal selesai.

Tepat pukul 02.30 WITA, seluruh rangkaian operasi kemanusiaan ini dinyatakan berakhir dengan status aman dan terkendali.

Kolaborasi antara TNI AL, Basarnas, dan tim medis menjadi bukti nyata efektivitas kerja sama lintas instansi dalam menangani krisis di laut.

Meski KM Anaiah mengalami kerusakan parah, nyawa para kru berhasil diselamatkan melalui respons taktis yang terukur dan tanpa kendala berarti.

​Menutup lembaran operasi malam itu, Dansatrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, menyampaikan apresiasi mendalam bagi seluruh personel yang berjibaku di lapangan.

“Puji syukur, atas perintah Dankodaeral VIII, misi evakuasi KM Anaiah telah kami tuntaskan dengan penuh tanggung jawab,”

ungkapnya. Pernyataan tersebut sekaligus mengakhiri ketegangan panjang yang menyelimuti perairan Batang Dua dini hari itu. (74M)

Berita Terkait

Tega Setubuhi Putri Sendiri, Pria Asal Desa Mopait Diamankan Petugas Gabungan
Komandan Satrol Kodaeral VIII Dukung Edukasi Kemaritiman Siswa Taruna Nusantara
​Penyegaran di Gerbang Utara: Upaya Polres Bitung Menjinakkan Kompleksitas Kamtibmas
Emi Maturbongs Resmi Lantik Pengurus DPD LPM Kota Bitung Periode 2026–2031
Paulus Denny Liemintang Terpilih Aklamasi Pimpin DPD LPM Kota Bitung Periode 2026–2031
​”Sinergi Jaga Kota: Kapolres Bitung Anugerahi Piagam Khusus untuk Tokoh Muda Mario Mamuntu”
Mengalirkan Air, Membedah Nestapa di Ujung Dinas
​Usung Tema ‘Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat’, Rakernas XVIII APEKSI 2026 Resmi Bergulir

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:39 WIB

Resmi Jabat Kapolres Gayo Lues, AKBP Cakra Donya Disambut Didong Alo dan Tari Ranup Lampuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:25 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Kasus Narkotika Ganja, Seorang Perempuan Diamankan

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:59 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Kasus Narkotika Ganja, Seorang Perempuan Diamankan

Senin, 13 Juli 2026 - 21:49 WIB

Meriah dan Penuh Keakraban, SDN 4 Blangkejeren Sambut Murid Baru dalam MPLS

Senin, 13 Juli 2026 - 09:40 WIB

MPLS SMA Negeri 1 Pining Berlangsung Penuh Semangat di Tengah Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:26 WIB

Bencana Banjir Putuskan Jalur Vital, Polri dan TNI Bersinergi Layani Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:39 WIB

Brimob Polda Aceh, Tangguh dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:40 WIB

HK Kebut Pembersihan Material Longsor, Jalan Tetumpun Kembali Bisa Dilintasi

Berita Terbaru