Bitung | Waspada24.com – Sorot mata AKBP Albert Zai menyapu deretan dinding yang retak di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari.
Di bawah terik matahari Jumat, 3 April 2026, Kapolres Bitung itu berdiri di garis depan, memastikan bahwa di balik reruntuhan material, ketertiban umum tetap tegak berdiri pascaguncangan gempa yang melanda kota pelabuhan tersebut.
Kehadiran Albert bukan sekadar seremonial. Ia mendampingi utusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Abdul Muhari, yang datang meninjau skala kerusakan.
Langkah kaki mereka menyusuri gang-gang sempit, membedah realitas di lapangan yang kini tercatat menyisakan luka pada 41 titik infrastruktur di seantero Bitung.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, beserta jajaran Forkopimda turut masuk dalam barisan peninjauan tersebut.
Fokus utama mereka adalah tanggul yang kritis serta permukiman warga yang kini tak lagi utuh. Di tengah debu sisa reruntuhan, koordinasi lintas sektoral diuji untuk merespons darurat bencana secara presisi.
Bagi Albert Zai, tugas kepolisian saat ini melampaui urusan kriminalitas konvensional.
“Kami memastikan masyarakat merasa terlindungi di tengah kerentanan pascagempa,”
ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kehadiran seragam cokelat di lokasi bencana adalah upaya meredam kepanikan yang kerap kali muncul setelah guncangan hebat.
Sejauh ini, data sementara menunjukkan dampak yang cukup merata. Mulai dari hunian warga, rumah ibadah yang menjadi ruang spiritualitas, hingga fasilitas umum yang vital bagi denyut nadi kota, dilaporkan mengalami kerusakan dengan derajat yang bervariasi.
Inventarisasi terus dilakukan agar tak ada warga yang terabaikan dalam skema pemulihan.
Kecepatan gerak personel Polres Bitung menjadi poin krusial yang digarisbawahi oleh Albert.
Sesaat setelah getaran berhenti, instruksi pengamanan langsung dijalankan. Hal ini dilakukan guna mencegah kevakuman otoritas di wilayah terdampak yang bisa saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Sinergi menjadi kata kunci dalam narasi penanganan bencana di Bitung. Albert menekankan bahwa Polri tidak berjalan sendiri; ada napas kolaborasi bersama TNI dan Pemerintah Kota yang terus dipompa.
Kerja sama ini menjadi mesin utama yang menggerakkan evakuasi serta distribusi logistik agar sampai ke tangan yang tepat.
“Kehadiran personel di lapangan kami fokuskan untuk memberikan rasa aman sekaligus membantu warga,”
tegas perwira menengah tersebut. Di titik-titik pengungsian dan lokasi terdampak, anggota polisi nampak bersiaga, memberikan bantuan fisik sekaligus dukungan moral bagi para penyintas yang masih dibayangi trauma.
Selain aspek kemanusiaan, fungsi pengawasan kamtibmas tetap diperketat melalui patroli berkala.
Area yang ditinggalkan penghuninya karena kerusakan bangunan menjadi prioritas pengawasan. Polisi ingin memastikan bahwa harta benda milik warga yang mengungsi tetap terjaga dari potensi tindak pencurian.
Dr. Abdul Muhari dari BNPB menyambut baik kesiapan aparat di daerah.
Baginya, komitmen pemerintah pusat untuk menggelontorkan bantuan logistik dan peralatan akan terasa hambar tanpa adanya stabilitas keamanan yang dijamin oleh aparat penegak hukum di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau titik-titik rawan longsor yang dipicu oleh ketidakstabilan tanah pascagempa.
Albert Zai secara khusus memerintahkan anggotanya untuk memetakan kembali wilayah-wilayah yang berisiko tinggi guna meminimalisir adanya korban jiwa jika terjadi gempa susulan.
Masyarakat di Kelurahan Manembo-nembo Tengah nampak kooperatif saat proses peninjauan berlangsung. Dialog antara pejabat dan warga terdampak mengalir, menjadi saluran bagi aspirasi mengenai kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi oleh satgas penanggulangan bencana.
Hingga Jumat sore, seluruh rangkaian peninjauan oleh tim pusat dan daerah dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Koordinasi yang solid antara TNI, Polri, dan BNPB di Bitung menjadi preseden penting bagaimana manajemen krisis harus dikelola secara terpadu dan transparan.
Kini, fokus beralih pada fase transisi menuju pemulihan. AKBP Albert Zai memastikan bahwa kepolisian akan terus mengawal proses ini hingga situasi benar-benar pulih, memastikan Bitung kembali bangkit dari guncangan dengan jaminan keamanan yang tak tergoyahkan. (74M)


































