Hukum Rimba Kota: Saat Tarsius Menerkam di Kegelapan Pateten

Tamrin L.

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026 - 22:00 WIB

50261 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Waspada24.com Malam jatuh di Bitung dengan nafas yang berat, membawa aroma laut dan firasat buruk yang merayap di sela-sela gang Kelurahan Pateten Dua.

Di sana, di bawah bayang-bayang Aertembaga, hukum rimba hampir saja tegak jika bukan karena langkah-langkah sigap para penjaga ketertiban yang dikenal sebagai Tim Tarsius.

​Sabtu dini hari itu, jam menunjukkan pukul 01.30 WITA, saat embun mulai membasahi aspal. Tim Tarsius, di bawah komando AIPDA Angky Koagow seorang pria yang mengenal denyut nadi kota seperti seorang pemburu mengenal jejak di hutan sedang melakukan patroli rutin untuk memastikan kedamaian tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Namun, ketenangan malam terkoyak oleh laporan warga yang gelisah. Ada bisik-bisik tentang sekelompok pemuda yang berkumpul dengan amarah yang membara, siap untuk menumpahkan darah dalam tradisi kelam tawuran antar kelompok, sebuah ritual kekerasan yang tidak mengenal logika.

​Tanpa membuang waktu, sang Katim dan pasukannya bergerak menembus kegelapan.

Mereka tiba di lokasi tepat saat ketegangan memuncak, menemukan sekelompok pemuda yang sedang “mengasah taring” mereka. Di antara kerumunan itu, dua pemuda berinisial VM dan JM berdiri dengan angkuh sebelum akhirnya tunduk pada otoritas hukum.

​Pemeriksaan dilakukan dengan teliti, dan dari tangan keduanya, terungkaplah alat-alat pencabut nyawa. Sebilah pisau tikam yang dingin, tujuh batang panah wayer yang haus darah, satu pelontar, hingga sebuah tameng ditemukan sebagai bukti bahwa mereka telah bersiap untuk perang kecil yang sia-sia.

​Ajun Komisaris Polisi Ahmad Anugrah, sang penjaga hukum dengan tatapan tajam, menegaskan bahwa Bitung bukanlah tempat bagi mereka yang memuja senjata tajam.

Baginya, keamanan masyarakat adalah kontrak suci yang tidak boleh dinodai oleh kebodohan kaum muda yang mencari jati diri lewat ujung besi.

​”Kami adalah tembok yang berdiri antara ketertiban dan kekacauan,” tegas AKP Ahmad.

Beliau mengingatkan para pemuda agar tidak menukar masa depan mereka dengan bilah logam, karena setiap pelanggaran akan dibayar dengan ketegasan hukum yang tidak mengenal kompromi.

​AIPDA Angky Koagow, dalam sela tugasnya, memberikan penghormatan kepada warga sipil. Ia menyebut bahwa keberhasilan malam itu adalah hasil dari mata dan telinga masyarakat yang tetap terjaga saat dunia terlelap, sebuah sinergi yang membuat para pengacau tak punya tempat untuk bersembunyi.

​Kini, VM dan JM harus merasakan dinginnya lantai Mapolres Bitung. Mereka bukan lagi penguasa jalanan, melainkan tawanan yang menunggu nasib di meja penyidikan.

Senjata-senjata mereka yang tadinya berkilau mengancam, kini hanya menjadi tumpukan besi tua yang membisu di ruang barang bukti.

​Fajar pun menyingsing di Bitung, membawa pesan lama yang selalu relevan, bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.

Selama masyarakat dan aparat tetap berdiri berdampingan, maka harmoni akan tetap bertahta, dan mereka yang membawa kekacauan akan selalu menemukan Tarsius yang siap menerkam dalam kegelapan. (74M)

Berita Terkait

Sijago Merah Lalap 7 Rumah di Desa Kute Bakti Aceh Tenggara
Langkah Responsif, Sherly Tjoanda Tinjau Pasar Galala untuk Percepatan Ekonomi Sofifi
Memburu Cahaya di Penghujung Ramadhan, Jejak Sunyi Malam Seribu Bulan
Rp300 Juta untuk Studio Vodcast, BUMDesma di Cipatat Disorot Soal Transparansi
Kualitas Jalan Pangandaran Dipertanyakan, Pengawasan Teknis Perlu Dievaluasi
Anggaran Pengawasan Jalan Rp1,56 Miliar di Pangandaran Dipertanyakan, Publik Soroti Efektivitas DBMPR Jabar
Kasus Penggelapan Bebek di Kamurang: Panggilan untuk Pengawasan yang Lebih Kuat atas Dana Desa
​Skandal “Bonnie Blue”: Empat WNA Dideportasi dari Bali Setelah Melanggar Aturan Lalu Lintas dan Keimigrasian

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Soroti Kinerja Penyidik, Tim Monev Bareskrim Polri Sambangi Mapolres Bitung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:21 WIB

​Kapolres Bitung Bersama Ketua Bhayangkari Hadiri Malam Toast Kenegaraan HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

​Pimpin Upacara Kemerdekaan, AKBP Arie Sulistyo Tegaskan Komitmen Pelayanan Humanis Polres Bitung

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:46 WIB

​Mantapkan Kedisiplinan Generasi Muda, Kejari Bitung Dukung Pengukuhan Paskibraka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:56 WIB

​Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ Kawal Khidmatnya Tradisi Taptu dan Pawai Obor

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:47 WIB

​Respon Cepat Laporan Warga, Satreskrim Polres Bitung Amankan Dua Terduga Pelaku Penganiayaan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:02 WIB

Lebih dari Tugas Keamanan, Polres Bitung Turun Tangan Donor Darah demi Selamatkan Nyawa Pasien

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:18 WIB

​Sajadah di Aspal Ranowulu

Berita Terbaru