Bitung | Waspada24 — Ketika jarum jam menyentuh angka sepuluh malam pada Sabtu (28/2), Lapangan Pemerintah Kota Bitung mendadak riuh oleh deru mesin dan kilat lampu rotator.
Di bawah arahan Kasat Samapta Polres Bitung, AKP Nyoto, puluhan personel lintas instansi berdiri tegap dalam barisan apel.
Malam itu bukan sekadar seremoni; mereka bersiap mengamankan nadi kota dalam balutan Patroli Garnisun gabungan.
Langkah ini menjadi manifestasi nyata kolaborasi keamanan di ujung utara Sulawesi.
Tak hanya kepolisian, kekuatan personel dari Kodim 1310/Bitung, Sub Den POM, hingga Yonmarhanlan, TNI AL tampak menyatu dengan satuan polisi pamong praja.
Mereka bergerak dengan satu misi tunggal: memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) tetap terjaga hingga fajar menyingsing.
Strategi pun disusun dengan membagi kekuatan ke dua penjuru mata angin. Tim menyisir wilayah Timur dan Barat Kota Bitung secara simultan, menyasar titik-titik yang selama ini dianggap rawan akan gangguan keamanan.
Kendaraan taktis dan patroli mobile meluncur membelah kesunyian malam, menciptakan efek gentar sekaligus memberikan rasa tenang bagi warga yang masih beraktivitas.
Kawasan ikonik Patung Cakalang hingga ruas Jalan Sam Ratulangi menjadi fokus utama penyisiran petugas.
Di sana, kerumunan anak muda yang terindikasi hendak menggelar balap liar segera didekati.
Tak ada tindakan represif yang meletup; petugas justru mengedepankan dialog untuk membubarkan massa demi mencegah risiko kecelakaan maupun konflik sosial yang kerap dipicu oleh aksi kebut-kebutan.
Selain mengantisipasi adu kecepatan di jalan raya, petugas juga memberikan perhatian khusus pada peredaran minuman keras (miras).
Di beberapa sudut remang, pemeriksaan dilakukan secara teliti namun tetap santun.
Pendekatan persuasif dan humanis sengaja dipilih guna meredam potensi gesekan antara aparat dan warga, sembari memastikan botol-botol alkohol tidak menjadi sumbu kekacauan malam itu.
Edukasi juga menyasar sejumlah keramaian masyarakat yang kedapatan melewati batas waktu izin operasional.
Petugas memberikan imbauan secara tegas namun tetap ramah agar warga segera beristirahat.
Langkah ini diambil untuk menekan angka kriminalitas yang seringkali merangkak naik saat larut malam ketika pengawasan mulai mengendur.
Menjelang pukul 03.30 Wita, operasi gabungan ini akhirnya dinyatakan usai. Laporan terakhir menunjukkan kondisi Kota Bitung tetap berada dalam status aman dan kondusif tanpa ada satu pun kejadian menonjol yang mengusik kedamaian.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antar-instansi adalah kunci utama dalam merawat ketenangan sebuah wilayah perkotaan.
AKP Nyoto dalam pernyataan penutupnya menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan adalah bentuk layanan prima bagi masyarakat.
Ia menitipkan pesan agar warga tetap menjauhi aktivitas destruktif seperti balap liar dan konsumsi miras.
“Mari kita jaga kota ini bersama-sama. Hindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain agar Bitung tetap nyaman untuk semua,”
pungkasnya. (Kiti)


































