Manado | Waspada24.com — Langkah kaki Wali Kota Manado, Andrei Angouw, kembali menyisir sudut-sudut kota pada Selasa, 3 Maret 2026.
Kali ini, perhatiannya tertuju pada urat nadi saluran air di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Titiwungen Utara.
Di bawah terik matahari, Andrei memantau langsung pengerjaan drainase yang tengah dibenahi oleh barisan petugas lapangan.
Di lokasi tersebut, pembersihan sumbatan menjadi agenda utama. Bukan sekadar meninjau, Andrei tampak detail memperhatikan proses pengerukan sedimentasi yang mengendap di dasar selokan.
Baginya, pemeliharaan rutin adalah harga mati guna menjamin aliran air tetap lancar dan meminimalkan risiko luapan saat cuaca ekstrem melanda ibu kota Sulawesi Utara ini.
Andrei mewanti-wanti agar sampah dan material sisa tidak dibiarkan menumpuk hingga menghambat sistem drainase.
“Aliran air harus bebas hambatan,”
tegasnya di sela-sela peninjauan. Ia menekankan bahwa kedisiplinan dalam perawatan infrastruktur dasar merupakan kunci utama untuk membebaskan kawasan permukiman dan jalan protokol dari ancaman banjir tahunan.
Usai urusan selokan, rotasi peninjauan bergeser ke arah Kantor Wali Kota dan Lapangan Sparta Tikala.
Di sana, Andrei mengevaluasi kinerja mobil penyapu jalan yang tengah beroperasi.
Efektivitas armada kebersihan menjadi sorotan tajamnya; ia ingin memastikan setiap sudut ruang publik dan jalan utama tetap bersih dari debu maupun sampah organik secara presisi.
Tak hanya soal kebersihan aspal, aspek estetika dan fungsionalitas pedestrian juga tak luput dari pengamatan.
Wali Kota menyisir jalur pejalan kaki guna memastikan kelayakan fasilitas bagi masyarakat.
Keamanan dan kenyamanan warga yang beraktivitas di ruang terbuka hijau menjadi indikator penting dalam penilaian kualitas infrastruktur perkotaan yang tengah digenjot pemerintahannya.
Dalam “sidak” lapangan ini, Andrei tidak sendiri. Ia didampingi Sekretaris Daerah dr. Steaven Dandel serta sejumlah pejabat teras, mulai dari Kepala Dinas PUPR Johny Suwu hingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pontowuisang Kakauhe.
Kehadiran para pengambil kebijakan teknis ini menandakan komitmen serius Pemerintah Kota Manado dalam membenahi wajah kota secara menyeluruh. (74M)






























