​Siasat di Celah Pergantian Sif: Amuk Remaja di Pertigaan Empang

Tamrin L.

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 11:08 WIB

50258 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Waspada24.comFajar belum sepenuhnya menyingsing di Pertigaan Empang pada Minggu, 8 Maret lalu, ketika ketenangan pecah oleh pekik provokasi, Senin (09/03/26).

Sekitar pukul 04.00 WITA, kawasan itu berubah menjadi palagan bagi dua kelompok remaja yang bertikai.

​Bentrokan ini menyeret pemuda dari wilayah Sari Kelapa dan lingkungan sekitarnya ke dalam pusaran kekerasan jalanan. Suasana yang semula senyap mendadak riuh oleh bunyi benturan batu dan teriakan saling ancam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Rekaman amatir yang kemudian viral di media sosial memperlihatkan pemandangan yang mencekam. Di tengah pemukiman warga yang padat, dua kubu ini saling lempar batu dengan beringas, menciptakan teror bagi warga yang masih terlelap.

​Tak sekadar batu, kilatan anak panah wayer senjata tajam khas rakitan setempat tampak melesat di antara kerumunan.

Senjata mematikan ini dilepaskan tanpa memedulikan risiko jatuhnya korban jiwa di lokasi kejadian.

​Polres Bitung segera merespons kabar miring tersebut dengan melakukan penyisiran kilat.

Tak butuh waktu lama bagi aparat untuk mengendus jejak para pelaku yang sempat kocar-kacir melarikan diri ke berbagai titik persembunyian.

​Hasilnya, tujuh orang yang diduga sebagai motor penggerak bentrokan berhasil diringkus.

Namun, ada fakta getir di balik penangkapan ini, mayoritas pelaku masih tergolong bocah, dengan usia rata-rata 14 hingga 15 tahun.

​Dalam konferensi pers di Mapolsek Maesa, Senin, 9 Maret, pukul 10.00 WITA, polisi membeberkan “arsenal” yang digunakan para remaja ini.

Barang bukti yang disita menjadi potret nyata betapa rawannya pergaulan mereka.


Di atas meja penyidik, terpampang anak panah wayer, parang, hingga potongan seng yang telah diasah tajam. Benda-benda ini disiapkan bukan untuk membela diri, melainkan untuk melukai lawan dalam bentrokan terencana.


​Polisi juga mengamankan beberapa lembar selimut. Benda yang lazimnya digunakan untuk menghangatkan tubuh ini, justru dipakai para pelaku untuk menyamarkan identitas dan wajah mereka agar luput dari pengenalan warga maupun kamera pengawas.

​Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, menjelaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan jawaban atas keresahan publik yang menyaksikan aksi brutal tersebut melalui layar ponsel.

Pengejaran dilakukan secara maraton tak lama setelah video kejadian tersebar.

​Dari total operasi pengamanan, polisi sebenarnya mengamankan hingga 17 orang pemuda.

“Kami membagi mereka dalam dua kubu; tujuh orang dari kelompok Sari Kelapa dan sepuluh orang dari pihak Empang,”

ujar Albert merinci hasil tangkapan.


Ada satu detail krusial yang diungkap pihak kepolisian terkait waktu kejadian. Para remaja ini ternyata cukup jeli dalam membaca pergerakan aparat keamanan di lapangan.


​Tawuran tersebut meletus tepat saat personel kepolisian sedang melakukan proses lintas ganti tugas atau pergantian sif jaga. Tampaknya, para pelaku telah memantau rutinitas patroli guna mencari titik lemah pengawasan.

​Mereka memanfaatkan celah waktu di mana konsentrasi petugas terbagi antara pelaporan tugas dan persiapan personel baru. Di saat pengawasan melonggar itulah, serangan dilancarkan secara masif.

​Penyelidikan sementara mengungkap bahwa pemicu “perang kota” ini sebenarnya sangat remeh. Semuanya bermula dari ruang digital yang tidak terawasi dengan baik.

​Aksi saling ejek di media sosial menjadi sumbu pendek yang membakar emosi labil para remaja ini. Provokasi di dunia maya tersebut kemudian dieskalasi menjadi kontak fisik yang berdarah di dunia nyata.

Albert menegaskan bahwa dampak dari ego kelompok ini tidaklah kecil. Berdasarkan rilis resmi, satu orang dilaporkan menjadi korban luka akibat pertikaian tersebut, menambah daftar panjang kerugian akibat kekerasan remaja.

​Polres Bitung kini mencoba memutus rantai kekerasan ini dengan pendekatan yang lebih dalam.

Polisi menyadari bahwa penangkapan saja tidak akan cukup untuk mencabut akar masalahnya.

​Upaya jangka panjang dilakukan dengan menggandeng tokoh agama, masyarakat, dan tokoh pemuda. Polisi ingin menyentuh sisi edukasi, terutama bagi para orang tua di wilayah Empang dan Sari Kelapa.

​Edukasi ini menjadi penting mengingat tindakan anak-anak mereka bukan lagi sekadar kenakalan biasa, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Pengawasan orang tua dianggap sebagai benteng pertama sebelum aparat turun tangan.

​Ke depan, sistem pengamanan di titik-titik rawan akan dievaluasi, terutama pada jam-jam krusial pergantian personel.

Polisi berjanji tidak akan lagi membiarkan ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh para perusuh jalanan ini. (74M)

Berita Terkait

Tega Setubuhi Putri Sendiri, Pria Asal Desa Mopait Diamankan Petugas Gabungan
Komandan Satrol Kodaeral VIII Dukung Edukasi Kemaritiman Siswa Taruna Nusantara
​Penyegaran di Gerbang Utara: Upaya Polres Bitung Menjinakkan Kompleksitas Kamtibmas
Emi Maturbongs Resmi Lantik Pengurus DPD LPM Kota Bitung Periode 2026–2031
Paulus Denny Liemintang Terpilih Aklamasi Pimpin DPD LPM Kota Bitung Periode 2026–2031
​”Sinergi Jaga Kota: Kapolres Bitung Anugerahi Piagam Khusus untuk Tokoh Muda Mario Mamuntu”
Mengalirkan Air, Membedah Nestapa di Ujung Dinas
​Usung Tema ‘Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat’, Rakernas XVIII APEKSI 2026 Resmi Bergulir

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:39 WIB

Resmi Jabat Kapolres Gayo Lues, AKBP Cakra Donya Disambut Didong Alo dan Tari Ranup Lampuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:25 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Kasus Narkotika Ganja, Seorang Perempuan Diamankan

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:59 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Kasus Narkotika Ganja, Seorang Perempuan Diamankan

Senin, 13 Juli 2026 - 21:49 WIB

Meriah dan Penuh Keakraban, SDN 4 Blangkejeren Sambut Murid Baru dalam MPLS

Senin, 13 Juli 2026 - 09:40 WIB

MPLS SMA Negeri 1 Pining Berlangsung Penuh Semangat di Tengah Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:26 WIB

Bencana Banjir Putuskan Jalur Vital, Polri dan TNI Bersinergi Layani Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:39 WIB

Brimob Polda Aceh, Tangguh dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:40 WIB

HK Kebut Pembersihan Material Longsor, Jalan Tetumpun Kembali Bisa Dilintasi

Berita Terbaru