Manado | Waspada24.com – Langkah nyata pemerintah pusat dalam merespons bencana gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara dipertegas melalui kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (07/04/26).
Wapres didampingi langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menyambangi titik-titik terdampak di Kabupaten Minahasa.
Rangkaian kunjungan yang telah dimulai sejak Senin (06/04) ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut bertujuan memastikan bahwa intervensi negara berjalan tepat sasaran dan langsung menyentuh masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit pasca-bencana.
Salah satu agenda utama dalam peninjauan tersebut adalah menyambangi Desa Tateli.
Di lokasi ini, Wapres Gibran bersama Gubernur YSK dan jajaran pejabat terkait mendatangi kediaman almarhumah Deitje Lahia, warga setempat yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa hebat itu mengguncang.
Suasana haru menyelimuti momen saat rombongan berinteraksi dengan keluarga korban.
Selain memberikan dukungan moral, Wakil Presiden dan Gubernur secara simbolis menyerahkan santunan belasungkawa serta bantuan logistik guna meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan oleh almarhumah.
Tak berhenti di situ, rombongan bergerak menuju Desa Rumengkor untuk memantau kerusakan infrastruktur sosial.
Perhatian khusus diberikan pada kondisi Gereja Katolik setempat yang mengalami kerusakan struktural cukup parah, di mana Wapres menginstruksikan percepatan pendataan fasilitas publik yang harus segera direhabilitasi.
Gubernur Yulius Selvanus Komaling dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat Pemerintah Pusat.
Menurutnya, kehadiran Wapres menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi warga Sulawesi Utara yang saat ini masih dalam kondisi berduka maupun terdampak secara material.
Dalam laporannya kepada Wapres, Gubernur YSK juga memaparkan kondisi riil di lapangan serta progres penanganan darurat yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.
Sinkronisasi data antara pusat dan daerah menjadi kunci agar penyaluran bantuan tahap lanjutan tidak mengalami hambatan birokrasi.
Gubernur menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah provinsi dan kabupaten akan bekerja secara terpadu sesuai arahan pusat.
Fokus kerja saat ini telah bergeser dari sekadar penanganan darurat menuju tahap pemulihan menyeluruh, baik pada aspek fisik bangunan maupun psikologis warga.
”Keselamatan warga serta perbaikan fasilitas publik menjadi prioritas utama kami agar kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat pulih kembali secepatnya,”
pungkas Gubernur YSK saat menutup keterangannya di hadapan media dan masyarakat Minahasa. (74M)



































