Halteng | Waspada24.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, melakukan kunjungan kerja krusial ke Desa Sibenpopo dan Banemo, Kecamatan Patani Barat, Sabtu (11/04/26).
Langkah ini diambil guna meninjau langsung kondisi stabilitas wilayah pascakonflik sekaligus memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat setempat.
Kehadiran orang nomor satu di Maluku Utara tersebut menjadi representasi nyata bahwa negara senantiasa hadir di tengah-tengah warga, terutama saat situasi krisis melanda. Gubernur didampingi jajaran Forkopimda tingkat provinsi dan kabupaten dalam agenda pemulihan tersebut.
Dalam pertemuan tatap muka yang penuh emosi, Sherly secara intensif mendengarkan berbagai kesaksian, kegelisahan, hingga duka mendalam yang dialami oleh para korban.
Ia menegaskan bahwa insiden pertikaian tersebut merupakan lembaran hitam yang sangat disesalkan oleh semua pihak.

”Peristiwa ini bukanlah sesuatu yang kita harapkan sama sekali. Kami semua di pemerintahan dan aparat keamanan benar-benar menyesali kejadian ini,”
ujar Gubernur Sherly dengan nada simpatik saat berbicara di hadapan warga.
Sebagai bentuk empati kolektif, Gubernur bersama Forkopimda turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ali Daud. Doa dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan menghadapi cobaan berat ini.
Di sela kunjungan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang mulai sadar akan bahaya provokasi.
Menurutnya, pemahaman warga terhadap risiko pecahnya persatuan akibat kesalahpahaman kecil adalah modal penting bagi perdamaian jangka panjang.
Secara terbuka, Sherly mengakui bahwa tugas utama pemerintah adalah menjamin keadilan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Ia berjanji akan melakukan langkah-langkah konkret agar rasa aman bukan sekadar janji, melainkan kenyataan yang dirasakan setiap individu.
Sebuah momen haru terjadi ketika Gubernur, mewakili seluruh jajaran TNI, Polri, dan instansi vertikal, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas segala kekurangan dalam penjagaan keamanan di wilayah tersebut.
”Atas nama pemerintah dan aparat keamanan, saya memohon maaf. Kami menyadari masih ada celah dan ruang yang belum sepenuhnya terjaga, sehingga rasa keadilan bagi warga sempat terusik,”
ungkapnya pada Jumat (10/04) dengan penuh ketulusan.
Gubernur menegaskan bahwa misi utama kunjungan rombongan Forkopimda kali ini hanya satu: merawat kembali tali persaudaraan yang sempat merenggang.
Baginya, kebersamaan adalah fondasi utama yang tidak boleh runtuh oleh kepentingan sesaat.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat Fagogoru sebuah nilai kearifan lokal yang menekankan pada rasa saling memiliki. Sherly mengajak warga melawan kebencian dengan kasih sayang guna meredam bara amarah.
Menutup arahannya, Gubernur Sherly menekankan bahwa kekuatan Maluku Utara terletak pada keberagaman yang bersatu.
Ia optimistis provinsi ini akan tetap tangguh selama masyarakatnya memilih untuk saling merangkul daripada saling membelakangi. (74M)



































