Manado, Sulut|Waspada24.com
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar upacara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) dengan penuh khidmat di lingkungan kantor Kejati Sulut, Selasa (9/12/25).
Acara seremonial tahunan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., yang sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan kembali peran sentral institusi Adhyaksa dalam memberantas praktik rasuah di daerah tersebut.
Dalam amanatnya, Kajati Jacob Hendrik Pattipeilohy menyampaikan penekanan yang kuat bahwa peringatan Hakordia harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial rutin.
Jacob menyerukan agar momentum ini dijadikan titik balik untuk memperteguh janji dan komitmen bersama dalam memerangi korupsi, yang harus diimplementasikan secara nyata di seluruh tingkatan dan lini tugas Kejaksaan.
Pimpinan tertinggi Kejati Sulut ini mengingatkan bahwa integritas adalah harga mati bagi setiap Insan Adhyaksa.
Lebih lanjut, Kajati Sulut secara spesifik mengajak seluruh jajaran, mulai dari pejabat hingga staf, untuk terus mengasah profesionalisme dan senantiasa menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama, melampaui kepentingan pribadi atau golongan.
Penekanan ini sejalan dengan upaya Kejaksaan untuk menghadirkan pelayanan hukum yang bersih dan berintegritas tinggi kepada masyarakat Sulawesi Utara.
Dalam upaya menciptakan iklim kerja yang ideal, Pattipeilohy juga menyoroti pentingnya pembangunan budaya kerja yang didasari prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan kebersihan dari praktik-praktik koruptif.
Tak hanya internal Kejaksaan, beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sulawesi Utara untuk mengambil peran aktif dalam pengawasan dan pencegahan, guna mewujudkan ekosistem yang sepenuhnya bebas dari korupsi.
Secara keseluruhan, peringatan Hakordia tahun ini menjadi sebuah pengingat kolektif bahwa memberantas korupsi bukan hanya tugas penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan fondasi bagi terwujudnya Indonesia yang maju, bersih, dan tegak berdiri di atas nilai-nilai integritas yang kokoh. (74M)



































