Manado, Sulut|Waspada24.com
Situasi di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bronjong, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, kini dilaporkan telah kembali tenang dan berada di bawah kendali penuh aparat keamanan, Minggu (21/12/25).
Kondisi ini dicapai setelah sebelumnya terjadi bentrokan hebat antarwarga pada Sabtu (20/12) yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di lokasi tersebut.
Merespons cepat eskalasi konflik di lapangan, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie segera menginstruksikan pengerahan kekuatan penuh ke titik kejadian.
Sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan konflik, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono bahkan turun langsung ke lokasi guna memastikan stabilitas keamanan serta memimpin koordinasi di wilayah terdampak.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, mengonfirmasi bahwa pasukan gabungan telah disiagakan sejak insiden pecah pada Sabtu lalu.
Personel yang diterjunkan terdiri dari berbagai satuan lintas fungsi, mulai dari Satuan Brimob, Samapta, Direktorat Reserse Kriminal, hingga tim teknis dari Dokkes dan Laboratorium Forensik guna memperkuat pengamanan di Polres Mitra.
Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman intensif melalui investigasi menyeluruh untuk mengungkap akar permasalahan serta kronologi pasti bentrokan tersebut.
Fokus utama tim penyidik adalah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan guna memberikan kejelasan hukum atas peristiwa berdarah yang telah merenggut nyawa warga.
Sejumlah saksi dan pihak-pihak yang diduga mengetahui secara detail awal mula pertikaian kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh tim investigasi.
“Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi siapa saja yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa seseorang dalam insiden ini,”
Ujar Kombes Pol Alamsyah dalam keterangan resminya.
Pihak Polda Sulut juga mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya.
Warga diminta memberikan kepercayaan penuh kepada institusi kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, dengan janji bahwa setiap perkembangan hasil pemeriksaan akan disampaikan secara transparan.
Menutup keterangannya, Kabid Humas menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan atas tragedi ini.
Di tengah suasana menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat di Minahasa Tenggara untuk bersama-sama menjaga kedamaian serta memulihkan ketertiban demi kenyamanan bersama. (74M)



































