Kantor PBJ & BKAD Belum Digeledah, MARAK: KPK Jangan Setengah Hati Bongkar Dugaan Korupsi Jalan di Sumut

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 09:40 WIB

50172 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN

Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar dugaan korupsi proyek infrastruktur jalan di Sumatera Utara dinilai masih belum menyentuh akar persoalan.

Hingga kini, dua kantor strategis yang berperan penting dalam proses perencanaan hingga realisasi proyek belum tersentuh penggeledahan: Kantor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemprov Sumut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK), Arief Tampubolon, secara terbuka mempertanyakan arah penyidikan lembaga antirasuah tersebut.

Ia menyebut ada kejanggalan jika dua institusi vital itu luput dari penyisiran dokumen dan jejak alur anggaran.

“Kantor PBJ adalah pusat seluruh sistem lelang pengadaan barang dan jasa berbasis elektronik di Sumut. Kalau ingin membongkar dugaan manipulasi di proyek e-catalog, maka seharusnya ruangan itu jadi prioritas,” tegas Arief, Sabtu (12/7/2025).

Menurut Arief, peran PBJ sangat menentukan dalam penguncian proyek—mulai dari spesifikasi, vendor yang lolos, hingga sistem e-purchasing.

Jika memang ada permainan, kemungkinan besar rekam jejaknya tersimpan rapi di sistem dan dokumen PBJ.

Tak hanya itu, Arief juga menyebut BKAD Pemprov Sumut sebagai simpul lain yang tidak kalah penting.

“BKAD mengatur lalu lintas uang daerah. Kalau ada proyek yang tidak muncul dalam APBD tetapi dananya mengalir, pasti ada mekanisme khusus yang digunakan. Itu bisa dibuktikan lewat dokumen di BKAD,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung adanya informasi yang beredar di kalangan legislatif, bahwa proyek yang menjadi objek OTT KPK tersebut tidak tercatat secara eksplisit dalam dokumen APBD Sumut.

Hal ini memperkuat dugaan adanya intervensi kebijakan melalui jalur-jalur internal yang harus diurai dengan penggeledahan menyeluruh.

“Siapa yang buat keputusan itu? Siapa yang tandatangan? Itu bisa ditemukan jejaknya kalau KPK benar-benar serius menyisir,” ujar Arief.

MARAK mendesak KPK tidak ragu melangkah lebih jauh. Menurutnya, keseriusan KPK dalam menuntaskan kasus ini akan diuji dari keberanian mereka membuka seluruh pintu yang relevan dalam rantai birokrasi pengadaan.

“Kalau hanya berhenti di Dinas PUPR dan para kontraktor, publik bisa saja menduga ada sesuatu yang ditahan. Padahal, semua pihak berharap Sumut bersih dari praktik culas di balik proyek jalan yang nilainya ratusan miliar itu,” tegasnya.

Arief pun menutup pernyataannya dengan nada tajam, “Sekarang tinggal kita lihat, apakah KPK berani menapaki tangga yang lebih tinggi. Publik tak butuh simbol—mereka butuh keadilan yang konkret.”

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengonfirmasi apakah penggeledahan terhadap Kantor PBJ dan BKAD akan dilakukan.

Namun tekanan publik tampaknya kian menguat, agar lembaga antirasuah tidak setengah hati menuntaskan kasus yang menyeret nama-nama penting di Sumut tersebut.(red)

Berita Terkait

Gencarkan Komsos dan Edukasi Hukum, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Terima Penyerahan Sukarela 1 Pucuk Senjata Api Rakitan Jenis Bowman dari Warga Perbatasan
DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!
Lanal dan Bea Cukai Gorontalo Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina
Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba
Kasus Penyekapan dan Pelecehan di Sumedang, Upaya Intimidasi Pers Terungkap
Konsistensi Nur Bintang Qurahmi: Santri Asal Takalar Raih Dua Kali Juara 2 Tingkat Nasional
Pengukuhan Datuak Suku Malayu Rambai Manih Jadi Momentum Perkuat Persatuan Kaum
Warung di Wilayah Plered Ini Diduga Jadi Agen Rokok Ilegal, Aparat Diminta Bertindak

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:43 WIB

Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR

Sabtu, 12 September 2026 - 23:51 WIB

Penunjukan Plt Inspektur Aceh Dinilai Sarat Pertanyaan, Konflik Kepentingan Mengemuka

Minggu, 6 September 2026 - 17:49 WIB

Perkuat Layanan Ibu & Anak, Muhammad Nur Dipercaya Pimpin RSIA Banda Aceh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Pengadaan 71 Paket Buku dan Kitab Dana Otsus Aceh Dipertanyakan, Selisih Harga Capai Dua Kali Lipat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:49 WIB

UIN Ar-Raniry Seleksi 53 Peserta Internasional dari 12 Negara untuk Penerimaan Mahasiswa Baru

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:51 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:29 WIB

Ketua Muhammadyah Aceh A. Malik Musa Sambut Menteri Pendidikan RI di Aceh, 2.000 Sepatu untuk Anak Korban Banjir Disalurkan

Berita Terbaru