Kantor PBJ & BKAD Belum Digeledah, MARAK: KPK Jangan Setengah Hati Bongkar Dugaan Korupsi Jalan di Sumut

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 09:40 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN

Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar dugaan korupsi proyek infrastruktur jalan di Sumatera Utara dinilai masih belum menyentuh akar persoalan.

Hingga kini, dua kantor strategis yang berperan penting dalam proses perencanaan hingga realisasi proyek belum tersentuh penggeledahan: Kantor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemprov Sumut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK), Arief Tampubolon, secara terbuka mempertanyakan arah penyidikan lembaga antirasuah tersebut.

Ia menyebut ada kejanggalan jika dua institusi vital itu luput dari penyisiran dokumen dan jejak alur anggaran.

“Kantor PBJ adalah pusat seluruh sistem lelang pengadaan barang dan jasa berbasis elektronik di Sumut. Kalau ingin membongkar dugaan manipulasi di proyek e-catalog, maka seharusnya ruangan itu jadi prioritas,” tegas Arief, Sabtu (12/7/2025).

Menurut Arief, peran PBJ sangat menentukan dalam penguncian proyek—mulai dari spesifikasi, vendor yang lolos, hingga sistem e-purchasing.

Jika memang ada permainan, kemungkinan besar rekam jejaknya tersimpan rapi di sistem dan dokumen PBJ.

Tak hanya itu, Arief juga menyebut BKAD Pemprov Sumut sebagai simpul lain yang tidak kalah penting.

“BKAD mengatur lalu lintas uang daerah. Kalau ada proyek yang tidak muncul dalam APBD tetapi dananya mengalir, pasti ada mekanisme khusus yang digunakan. Itu bisa dibuktikan lewat dokumen di BKAD,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung adanya informasi yang beredar di kalangan legislatif, bahwa proyek yang menjadi objek OTT KPK tersebut tidak tercatat secara eksplisit dalam dokumen APBD Sumut.

Hal ini memperkuat dugaan adanya intervensi kebijakan melalui jalur-jalur internal yang harus diurai dengan penggeledahan menyeluruh.

“Siapa yang buat keputusan itu? Siapa yang tandatangan? Itu bisa ditemukan jejaknya kalau KPK benar-benar serius menyisir,” ujar Arief.

MARAK mendesak KPK tidak ragu melangkah lebih jauh. Menurutnya, keseriusan KPK dalam menuntaskan kasus ini akan diuji dari keberanian mereka membuka seluruh pintu yang relevan dalam rantai birokrasi pengadaan.

“Kalau hanya berhenti di Dinas PUPR dan para kontraktor, publik bisa saja menduga ada sesuatu yang ditahan. Padahal, semua pihak berharap Sumut bersih dari praktik culas di balik proyek jalan yang nilainya ratusan miliar itu,” tegasnya.

Arief pun menutup pernyataannya dengan nada tajam, “Sekarang tinggal kita lihat, apakah KPK berani menapaki tangga yang lebih tinggi. Publik tak butuh simbol—mereka butuh keadilan yang konkret.”

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengonfirmasi apakah penggeledahan terhadap Kantor PBJ dan BKAD akan dilakukan.

Namun tekanan publik tampaknya kian menguat, agar lembaga antirasuah tidak setengah hati menuntaskan kasus yang menyeret nama-nama penting di Sumut tersebut.(red)

Berita Terkait

Lepas Sambut Kakanwil Jabar: Yudi Suseno Siap Lanjutkan Fondasi Prestasi dan Estafet Kepemimpinan Kusnali
​Jejak Sejarah Panglima Perang Tontemboan dan Riwayat Fam Mamarimbing
Korban Menanti Keadilan, Kapolda Sumut Didesak Evaluasi Kapolsek Medan Baru dan Jajarannya
GRIB Jaya Kota Medan Dan GRIB Jaya Medan Petisah Hadir di Tengah Masyarakat, Ketua Syaiful Marpaung Turun Langsung Bagikan Ratusan Nasi Kotak
Jejak Langkah Toguuwa Ma Lamo: Kisah Kesatria Minahasa yang Menjadi Jantung Suku Tobaru
Konfirmasi Tak Dijawab, Akuntabilitas Pengelolaan Proyek Irigasi Dipersoalkan
Tegaskan Komitmen Zero Halinar, Satopspatnal Ditjenpas Sumut Laksanakan Sidak dan Razia di Rutan Pangkalan Brandan
ARM Desak APH Audit dan Usut Proyek Infrastruktur di Bawah DBMPR Jabar

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:21 WIB

Wujudkan Persatuan, Kolaborasi, dan Resolusi Ekonomi untuk Indonesia, Bukan Reformasi Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:04 WIB

Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Soroti Perolehan Gelar Doktor Kakorlantas Polri dalam Waktu Singkat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:01 WIB

PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:35 WIB

Senior Wartawan PWI Kecewa Kebijakan Humas Kementerian Desa Tolak Tugas Liputan Jurnalis dan Surat Kerjasama Publikasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:11 WIB

Prof. Sutan Nasomal SH MH Penanggungjawab Timpas1 Apresiasi Langkah Rajudin Sagala Anggota DPRD Sumut Bantu Pasien Operasi Caesar Di RS Medan Mengharukan !!!

Senin, 25 Mei 2026 - 22:13 WIB

Pelatihan Bersama Antara Prajurit TNI AU Dengan Personel US Air Force

Senin, 18 Mei 2026 - 16:04 WIB

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Desak Pemerintah Usut Legalitas Bahan Baku Industri di Aceh

Senin, 18 Mei 2026 - 14:10 WIB

Aktivitas PT Rosin Masih Berlangsung Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Siapa yang Membekingi Perusahaan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Kapus UPTD Puskesmas Lawe Dua Serahkan SK Pegawai Paruh Waktu

Senin, 15 Jun 2026 - 15:42 WIB