Bitung, Sulut|Waspada24.com
Suasana hangat menyelimuti BOSHE Resting Area Bitung pada Jumat malam (19/12). Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Kota Bitung sukses menyelenggarakan malam keakraban yang menjadi oase bagi kerinduan masyarakat perantauan terhadap akar budaya leluhur, Minggu (21/12/25).
Acara ini secara khusus menampilkan seni budaya Samra atau Dana-dana, sebuah tarian tradisional yang telah lama dinanti pementasannya oleh warga Gorontalo di Bitung.
Kehadiran seni ini seolah menjadi pengobat rindu bagi para perantau yang ingin merasakan kembali atmosfer kampung halaman di tanah rantau.
Diketahui, Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kota Bitung, Amir Inaku Moputy, yang juga tokoh masyarakat Gorontalo, menekankan pentingnya agenda semacam ini.
Menurutnya, pertemuan fisik dalam balutan budaya merupakan instrumen terkuat untuk mempererat ikatan persaudaraan antar-anak rantau.
“Momentum ini sangat krusial untuk menyatukan visi dan memperkuat kebersamaan kita sebagai warga Gorontalo di Bitung. Melalui silaturahmi yang terjaga, kita memastikan anak-anak rantau tidak kehilangan jati dirinya,”
Ujar Amir di sela-sela kegiatan.
Amir juga menggarisbawahi bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjaga estafet nilai yang telah diwariskan para pendahulu.
Ia memandang tugas generasi sekarang adalah merawat fondasi kekeluargaan yang telah dibangun secara turun-temurun oleh para tetua Gorontalo.
Selaras dengan hal tersebut, Sekretaris KKIG Kota Bitung, Rahmat Dunggio, menyebutkan bahwa konsep acara dirancang sebagai “malam kongko-kongko” yang inklusif.
Kehadiran para ketua rayon dari berbagai wilayah di Bitung menunjukkan solidnya koordinasi internal organisasi tersebut saat ini.
Di sisi lain, Koordinator Kegiatan, Ustaz Sutarman, menjelaskan bahwa pemilihan waktu di tengah musim libur bertujuan untuk memaksimalkan partisipasi anggota. Ia bersyukur antusiasme warga tetap tinggi, terbukti dengan keterwakilan seluruh rayon KKIG yang ada di Kota Cakalang tersebut.
Hal menarik terlihat pada pembukaan acara, di mana regenerasi budaya ditunjukkan melalui penampilan Dana-dana oleh kelompok anak-anak dan remaja.
Langkah ini sengaja dilakukan sebagai strategi pelestarian budaya daerah agar tetap dicintai oleh generasi muda di era modern.
Motivasi bagi generasi muda juga datang dari para senior, termasuk Irvan Frantigo yang turut hadir memberikan orasi semangat.
Kehadiran para tokoh lintas generasi ini menciptakan sinergi antara kebijakan para senior dan energi kreatif para pemuda Gorontalo di perantauan.
Menutup rangkaian acara, Ustaz Sutarman juga memberikan klarifikasi terkait dinamika organisasi.
Ia menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan agenda rutin yang sekaligus menjadi langkah awal persiapan menuju Musyawarah Kerukunan (Musker) KKIG guna mematangkan struktur kepengurusan di masa mendatang. (74M)



































