Bitung | Waspada24.com – Perhelatan tahunan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 yang berlangsung meriah di Kota Bitung secara resmi berakhir pada Sabtu (10/10/26).
Momen penutupan agenda pariwisata unggulan tersebut disaksikan langsung oleh Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., M.H., yang hadir sekaligus memimpin pengerahan personel pengamanan pada hari terakhir festival.
Demi menjamin seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga usai, aparat kepolisian menerapkan skema pengamanan terpadu di kawasan acara.
Sebanyak 79 personel dari Polres Bitung dan Polsek jajaran turun ke lapangan dengan menggandeng sinergi dari unsur TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kota Bitung.
Sinergitas lintas sektoral ini mencerminkan komitmen kuat jajaran keamanan dalam memberikan jaminan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi warga lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara.
Rangkaian operasional pengamanan diawali dengan apel pengecekan personel pada pukul 08.00 WITA di Mako Satrol Bitung di bawah pimpinan Wakapolres Bitung Bartholomeus Junov Dambe, S.H.
Seusai apel, seluruh petugas bergerak menyebar ke titik-titik penugasan untuk mengawasi situasi kamtibmas, memetakan potensi gangguan keamanan, serta mengatur kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi festival.
Masyarakat yang memadati area acara disuguhkan malam puncak yang semarak melalui sajian atraksi budaya, atraksi kelautan, pementasan musik, parade Masamper, atraksi Saling Pas x Marpolex, hingga penyerahan piagam penghargaan.
Panggung hiburan juga memanjakan pengunjung lewat penampilan deretan artis dan band kenamaan, antara lain Mariyos Band, Tedy Salendah, Back Brothers, Coco Lense, serta Ever Salikara.
Kemeriahan penutupan FPSL 2026 turut dihadiri jajaran pemerintah pusat dan daerah, pimpinan Forkopimda, instansi maritim, awak media, hingga delegasi internasional dari Philippine Coast Guard dan Japan Coast Guard.
Di tengah euforia masyarakat, Kapolres Bitung menggarisbawahi pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi utama kesuksesan sebuah perhelatan besar.
“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman. Kami mengedepankan pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional, serta terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan seluruh instansi terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,”
ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., M.H.
Selain fokus pada area panggung, petugas memprioritaskan rekayasa lalu lintas dan penataan ketertiban umum, termasuk mengimbau para pelaku UMKM agar tidak berjualan di atas trotoar yang dapat mengganggu hak pejalan kaki.
FPSL sendiri membuktikan perannya sebagai ajang strategis mempromosikan pesona bahari serta kebudayaan Bitung, sembari mendorong perputaran roda ekonomi daerah dan pemberdayaan UMKM lokal.
Seluruh operasional pengamanan FPSL 2026 resmi ditutup pada Minggu (11/10/26) dini hari pukul 00.30 WITA dengan kondisi wilayah yang dipastikan aman, lancar, dan kondusif.
Menyambung kemeriahan festival, warga Kota Bitung melanjutkan perayaan kebersamaan melalui tradisi Pengucapan Syukur pada Minggu (11/10) dengan imbauan untuk tetap memelihara ketertiban, kebersihan, dan keharmonisan lingkungan.
Sebagai penutup, Polres Bitung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat toleransi serta memperkuat kesadaran bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. (kiti)


































