Bitung, Sulut|Waspada24.com
Di Kota Cakalang, kisah ketahanan hidup seorang ayah dengan tiga anak mengukir narasi perjuangan yang penuh liku. Farid Makah (34), bukan sekadar bertahan, namun terus bergerak melintasi berbagai peran untuk menafkahi keluarganya, membuktikan bahwa jalan mencari rezeki kerap penuh kejutan dan transformasi, Selasa (2/12/25).
Perjalanan karirnya berawal dari pengabdian di ranah pemerintahan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota MM-HH, Farid mengawali dinas sebagai anggota Satpol PP. Ia kemudian tergabung dalam kesatuan Pamong Praja pada era kepemimpinan Herry Benyamin, dengan status Tenaga Harian Lepas (THL).
Sebuah insiden tak terduga justru membelokkan jalannya. Farid sempat dipindahkan tugas untuk menjaga rumah dinas Wali Kota (Rudis) setelah ketahuan sedang melakukan peliputan.
Peristiwa itu membongkar identitas lain yang dijalaninya diam-diam, seorang jurnalis di sebuah media online nasional.
Dunia pers rupanya menjadi panggung di mana bakatnya bersinar. Meski awalnya tersembunyi, komitmennya diakui hingga ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Perwakilan (Kaperwil) di media siber tersebut.
Prestasinya pun gemilang, salah satu investigasinya yang membongkar praktik pengiriman pasir ilegal di Kota Bitung sempat viral dan membuat kegiatan para mafia pasir tersebut terhenti sejenak.
Titik balik besar datang pada Desember 2024, ketika kontrak kerjanya dengan Pemerintah Kota Bitung berakhir.
Meski sempat menyisakan kekecewaan akibat tunggakan gaji dua bulan dari masa tugasnya sebagai Satpol PP yang belum dibayar, Farid memutuskan untuk menekuni dunia jurnalis dengan sepenuh hati.
Keberuntungan berpihak di penghujung 2025. Pada 1 Desember, di masa kepemimpinan HH-RM, pria berbadan besar itu akhirnya dipanggil untuk menerima Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia ditempatkan di wilayah Kecamatan Aertembaga, sebuah babak baru dalam perjalanan karirnya.
Kebahagiaan itu akhirnya dimeteraikan usai upacara pelantikan dan penyerahan SK oleh Sekretaris Camat (Sekcam) setempat, Feliks.
Momen tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan atas perjuangan panjang seorang Farid Makah dari Satpol PP, jurnalis investigatif, hingga akhirnya mendapatkan status kepegawaian yang lebih pasti untuk menghidupi keluarganya. (74M)



































