Revitalisasi Danau Siombuk.

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 19 Maret 2025 - 03:33 WIB

50274 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Revitalisasi Danau Siombak Rampung Tahap Pemeliharaan, Masyarakat Sambut Gembira Destinasi Wisata Alam

Danau Siobak menjadi salah satu destinasi wisata alam yang terletak di Paya Pasir, Medan Marelan yang kini telah rampung di revitalisasi pembangunan tanggul penanganan atas banjir Rob Belawan dan kini memasuki masa pemeliharaan. Penanganan revitalisasi Danau Siombak merupakan tahap awal sepanjang 1.350 meter

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang masyarakat sekitar Danau Siombak, Afiz saat ditemui Waspada24.com dilokasi, Selasa,(18/03/2025) menuturkan, masyarakat Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan merasa senang dan bahagia dengan dibangunnya tanggul penahan banjir di sekitaran Danau Siombak oleh Kemeterian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan.

” Revitalisasi Danau Siombak yang dilakukan oleh Kemeterian PU melalui BBWS II Sumatera Medan ini membuat masyarakat senang dan gembira,”ujarnya

Dikatakan Afiz, bahwa revitalisasi Danau Siombak saat ini dalam masa pemeliharaan sampai dengan Desember 2025, dengan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

“Saat ini revitalisasi danau siombak masuk dalam masa pemeliharaan hingga bulan Desember 2025 mendatang, Kami sangat berterimakasih atas pendampingan pengawasan pekerjaan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Dan kepada seluruh masyarakat di harapkan untuk saling merawat menjaga apa yang saat ini dari pada hasil pembangunannya.” sebut Afiz.

Mengenai kendala selama dilakukan pengerjaan, Afiz menjelaskan bahwa tidak ada kendala yang serius secara pengerjaan, hanya saja terbentur pada pembebasan lahan yang saat ini sedang berjalan, merupakan kewenangan dari Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Permukiman Kota Medan.

Proses pekerjaan revitalisasi tidak ada kendala, hanya saja dalam pembebasan lahan yang sedang berlangsung, dan itu merupakan wilayah ranahnya Dinas Perkim Pemko Medan yang saat ini sedang Apersial.”pungkasnya.

Hal senada dikatakan AL pengawas pengerjaan revitalisasi Danau Siombak, menambahkan, kondisi tanggul penahan banjir Rob Danau Siombak sudah sangat jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya

AL yang juga berdomisili di sekitar Danau Siombak menambahkan, selama pengerjaan revitalisasi Danau Siombak, menjadi perhatian khusus pihak Kemeterian PU bersama Pemerintah Kota Medan yang secara rutin mengawasi kegiatan ini.

Saya ucapkan terima kasih kepada orang yang datang mengunjungi wisata ke Danau Siombak, terima kasih juga khusus kepada Kemeterian PU melalui BBWS II Sumatera Medan, Pemko Medan, Walikota dan pejabat pemerintahan yang telah berhasil memberikan solusi dalam penanganan banjir disini, meskipun pengerjaan memakan waktu lama kami nantikan, tapi telah jadi sampai di bangun tanggul,” ungkap AL.

Said salah seorang pemancing ikan dilokasi Danau Siombak, mengakui bahwa impian masyarakat Paya Pasir Medan Marelan terwujud dimana kini Danau Siombak telah di revitalisasikan sehingga dapat mengurangi atau menjadi penahan air pasang Rob Belawan.

“Ini (revitalisasi-red) sudah lama saya tunggu dan masyarakat lainnya juga sama, artinya bahwa perubahan ada di Paya Pasir Medan Marelan dalam artian menjadi solusi untuk penanganan air pasang rob Belawan. Ya, kami Terimakasihlah intinya ini objek wisata banyak tamu dari kecamatan lain dan kota besar lainnya ingin berkunjung kemari,” kata Said.

Said menyempatkan berkisah tentang dulunya saat musim pasang air laut Rob Belawan, ratusan rumah warga tegenang air banjir sampai memakan waktu lama air banjir surut,

“Sebelumnya kami merasakan banjir saat air pasang, ratusan rumah tergenang air banjir sampai berlama-lama, nah kini telah dilakukan pekerjaan dan saat ini kami ketahui juga akan ada kolam retensi, dan tambahan tanggul yang akan dibangun, ditambah untuk penahanan air rob pasang tentunya kami dukung dan sangat berterimakasih.” cetusnya,

“Harapan masyarakat disini supaya multi program RDS segera dilaksanakan agar dapat mengurangi ROB
dan satu hal lagi kepada Wali Kota Medan yang kalai itu adalah bapak Bobby Afif Nasution dan kini menjabat kini sebagai Gubernur Sumatera Utara agar tetap fokus terhadap Danau Siombak ini.” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Medan Marelan melalui Sekretaris Camat Medan Marelan, Alkausar Deasya, saat ditemui media ini di Kantor Camat Medan Marelan Jalan. Kapten Rahmad Buddin No.190, mengatakan, bahwa atasnama Pemerintahan Kota Medan dan setempat sangat mendukung adanya revitalisasi Danau Siombak dan berterima kasih kepada Kementerian PU melalui BBWS II Sumatera Medan.

Hal yang baik tentunya harus didukung, kami atasnama Pemerintah Kota Medan di Kecamatan Medan Marelan sangat mengapresiasi adanya pembangunan tanggul yang merupakan proyek nasional, dan sangat berterimakasih untuk Kementerian PU/ BBWS ll Medan. Dengan di bangunnya tanggul penahan banjir tersebut memiliki banyak manfaat kepada masyarakat umum khususnya paya Pasir Medan Marelan,” kata Sekcam Medan Marelan.

Sebab itu, tambah Sekcam melanjutkan, untuk kepentingan masyarakat seperti ini menjadi wajib untuk di jaga bersama-sama.

“maka dari pada itu masyarakat harus bersama-sama merawat dan menjaga area Danau Siombak, serta menjadikan sebaga objek wisata.” tutupnya.

Untuk diketahui bahwa revitalisasi Danau Siombak dilakukan terkait banjir rob, sampah, kualitas air serta sedimentasi.
Program ini dilaksanakan hingga totalitas sebagaimana harapan mencapai tahap berikutnya dan tahap akhir, dapat memberikan manfaat bagi penduduk berjumlah 8.935 dinaungi 2.248 KK (kepala keluarga), yang terdiri di Lingkungan 1, 5, 6, 7, 8 dan 9 Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Revitalisasi tanggul banjir Rob Belawan ini diharapkan dapat terbebas dari banjir rob dan backwater.

Dalam pelaksanaan pkerjaan revitasi Danau Siombak dilaksanakan dengan menggunakan beberapa kriteria antara lain kriteria teknis dan kriteria lingkungan, ruang lingkup pekerjaan dalam proyek ini meliputi; pekerjaan persiapan, pekerjaan pembangunan check dam, perkerjaan dinding beton, pekerjaan normalisasi.

Revitalisasi Danau Siombak bertujuan agar terjaga kelestarian danau, diperlukan upaya pengelolaan yang tepat akibat terjadi banjir rob.

(Magrifatulloh).

Berita Terkait

Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar
Polsek Tapung Hilir Hasilkan 4 Ton Jagung Pipil – Siap Dijual Ke Bulog Tandun Melalui Bulog Kampar
Kasus Mandek Berbulan-Bulan, Keluarga Satria Aritonang Sebut Janji Pengacara Tinggal Retorika
JEMBATAN PENGHUBUNG ANTARA DESA PINTU RIME DAN DESA PERTIK DI KECAMATAN PINING MEMBUTUHKAN PERHATIAN KITA
KELUARGA ALMARHUM SATRIA ARITONANG TUNTUT PENGEMBALIAN UANG JASA ADVOKAT SEBESAR RP 40 JUTA KARENA DINILAI WANPRESTASI
Tingkatkan Kualitas SDM, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama PKBM Amanah Alwasliyah Indrapura
Usai Ikrar Pemasyarakatan, Lapas Labuhan Ruku Gerak Cepat Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan
Pemerintah Desa Lengkese Kawal Penyaluran Bantuan Pangan 2026, Warga Merasa Terbantu

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:56 WIB

Antisipasi Kriminalitas Malam Hari, Kodim 1310/Bitung Gelar Patroli Skala Besar

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:46 WIB

​Dituding Muat Berita Sepihak Tanpa Klarifikasi, Tiga Media Siber Disomasi Dansatrol

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:57 WIB

​Gelar Adat untuk Sang Komandan Satrol di Hari Kebangkitan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:42 WIB

Terima Gelar Adat Tonsea di Hari Kebangkitan Nasional, Dandim 1310/Bitung Ajak Warga Jaga Harmonisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:06 WIB

​Kala Jaket Adat Mengikat Sinergitas Kota Cakalang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:41 WIB

​Gerebek Kamar Kost di Aertembaga, Satresnarkoba Polres Bitung Ringkus Pengedar 130 Butir Trihexyphenidyl

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:08 WIB

Mengikat Retakan Sosial dari Pesisir Lembeh

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:41 WIB

Laporan Khusus: Bara di Pesisir Bitung, Saat Petani Terusir dari “Surga” Kelapa Leluhur

Berita Terbaru