Mitra, Sulut|Waspada24.com
Kompleks Rumah Dinas Kapolres Mitra menjadi lokasi simbolis dimulainya gerakan penanaman jagung serentak kuartal IV tahun 2025, Jumat (10/10/25).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh pimpinan daerah dan institusi, mencerminkan komitmen bersama yang kuat.
Turut hadir Bupati Mitra Ronald Kandoli, Wakil Bupati Fredy Tuda, Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, beserta jajaran Forkopimda lainnya.
Diketahui, Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam mendorong program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Dengan memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektar, kegiatan ini diharapkan dapat memicu peningkatan signifikan terhadap produksi jagung lokal.
Sementara itu, kehadiran Kabid Dinas Pertanian dan seluruh Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Mitra semakin menegaskan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis teknis.
Kapolres Mitra, AKBP Handoko Sanjaya, dalam sambutannya menekankan bahwa aksi penanaman ini adalah bukti konkret sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan komunitas.
“Harapan kami, langkah ini mampu membangkitkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat untuk bersama-sama mendukung ketahanan pangan di daerah,”
tegas Handoko, pada Rabu (8/10).
Sementara itu, Bupati Ronald Kandoli menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang terjalin.
Ia menegaskan bahwa dukungan dari semua pihak sangat krusial untuk merealisasikan target swasembada.
“Semoga kegiatan produktif ini memberikan dampak multiplier yang positif bagi kesejahteraan petani dan mengukuhkan kemandirian pangan Kabupaten Mitra,”
ujar Kandoli.
Melampaui sekadar seremoni, program penanaman serentak ini dirancang untuk menjadi model percontohan yang menginspirasi.
Masyarakatat diharapkan dapat mencontoh dan mereplikasi upaya intensifikasi pertanian ini di lahan mereka masing-masing, sehingga dapat mendongkrak produktivitas secara keseluruhan.
Pada akhirnya, kolaborasi strategis ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi fondasi untuk mempererat jalinan kemitraan yang berkelanjutan antara instansi keamanan, pemerintah daerah, dan warga, guna membangun ketahanan pangan nasional yang tangguh dari tingkat akar rumput. (74M)


































