Aceh Tenggara.Waspada24.com – Kondisi ruas jalan Mbarung kedataraan rusak parah mulai dari Desa Lawe Sarap Kecamatan Lawe Alas menuju Kecamatan Tanoh Alas dan Kecamatan Babul Rahmah.Aceh Tenggara.
Jalan tersebut perlu di perihatinkan. Beberapa titik jalan terlihat rusak parah dan berlubang, bahkan badan jalan nyaris hancur total. Kondisi ini telah berlangsung 15 tahun tanpa adanya perbaikan dari pemerintah daerah setempat.
Pantauan Waspada24.com pada Selasa (18/11/2025), sebagian besar badan jalan terlihat tidak hanya rusak, tetapi juga dipenuhi Air di dalam lobang dan semak di pinggiran jalan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna jalan karena rawan menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan lainya.
Rindu (50), warga Desa Titimas mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang belum juga diperbaiki. Ia menekankan pentingnya akses jalan yang layak bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini. Selain itu, pembersihan badan jalan dari semak dan rumput juga sangat dibutuhkan. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menghubungkan tiga kecamatan.

Apalagi, di Desa simpang empat ngkeran ada kantor pemerintahan seperti, pukesmas,Kantor camat,ada juga sekolah SMP,SMA,dan sekolah Agama MTSN,MAN dan polsek dan Koramil kok bisa tidak ada perhatian dari pemerintah daerah untuk perbaikan ruas jalan yang rusak parah yang paling sedih di rasakan masyarakat tiga kecamatan juga mengalami kesulitan membawa hasil pertanian,” ujar Rindu.
Menurutnya, perbaikan jalan bukan sekadar untuk kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian lokal. “Ketika akses jalan lancar, otomatis aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Selain kerusakan badan jalan, beberapa jembatan di jalur tersebut, seperti oprit Jembatan Pantai Dona, juga masih belum diperbaiki sejak terendam banjir beberapa tahun lalu. Hal ini menjadi perhatian masyarakat agar pemerintah daerah segera mengalokasikan dana perbaikan untuk infrastruktur yang rusak, baik jalan maupun jembatan.
Rindu juga menyinggung program visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara yang menekankan perbaikan di berbagai sektor, termasuk pengendalian banjir, peningkatan kualitas jalan, serta sistem pengelolaan air limbah perkotaan dan perdesaan. Menurutnya, fokus perbaikan harus diarahkan pada titik-titik paling rawan yang sering digenangi air.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara melalui laporan kinerja menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan dan spesifikasi pekerjaan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan perhatian lebih karena merupakan lokasi paling rawan kerusakan dan genangan air.
Masyarakat tiga kecamatan berharap pada pemerintah daerah segera menindaklanjuti kondisi ini agar akses jalan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga secara optimal.
Laporan (M.Jeni)
Waspada24.com.



































