BPJN 3.5 kerahkan 4 Excavator Penutupan Sungai Rumah Bundar, Jalan Nasional Segera Normal

WASPADA24

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 00:30 WIB

50320 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara, 15 Desember 2015 — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional ruas batas Gayo Lues- Kutacane- Batas Sumut, Upaya penanganan penutupan sungai yang sempat menghambat akses jalan nasional di wilayah Desa Rumah Bundar, Kabupaten Aceh Tenggara, kini memasuki tahap akhir dan dipastikan rampung sesuai target. Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 3.5 Aceh menargetkan pekerjaan selesai besok siang, sehingga akses vital tersebut dapat kembali dilalui masyarakat.

Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Wilayah 3.5 Aceh, Jaya Yuliadi, S.T., saat dikonfirmasi pada Senin sore sekitar pukul 17.20 WIB di Desa Simpur. Dalam kesempatan tersebut, Media didampingi Jamal B, Sekretaris Jenderal LSM Komando Garuda Sakti Aliansi.

Menurut Jaya Yuliadi, progres pekerjaan penutupan sungai saat ini hanya menyisakan sekitar 10 meter lagi. “Jika kondisi air tidak kembali membesar, insyaallah besok siang pekerjaan penutupan sungai dapat diselesaikan. Setelah itu, kami langsung melanjutkan dengan pembuatan badan jalan agar arus lalu lintas bisa segera normal kembali,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, percepatan penanganan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat, mengingat jalan nasional tersebut merupakan jalur utama yang sangat menentukan kelancaran aktivitas warga dan distribusi logistik. “Kami kejar target karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Jika akses ini terputus terlalu lama, roda ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok pasti terganggu,” tegasnya.

BPJN Wilayah 3.5 Aceh, lanjut Jaya Yuliadi, memberikan prioritas tinggi terhadap pemulihan infrastruktur di kawasan terdampak bencana, khususnya pada jalur strategis yang menghubungkan antarwilayah di Aceh Tenggara. Kelancaran akses jalan dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan sosial, serta mobilitas masyarakat.

Sementara itu, salah seorang operator alat berat excavator senior di Kabupaten Aceh Tenggara, Jukar, menjelaskan alasan lamanya proses penutupan tanggul yang telah berlangsung hampir empat hari. Menurutnya, kondisi medan di lokasi pekerjaan sangat berat. “Material di lokasi didominasi pasir sedimen dengan lapisan batu besar yang keras. Karena itu, pengerjaan harus dilakukan secara estafet dengan mengerahkan empat unit alat berat,” jelas Jukar.

Penanganan penutupan sungai dan perbaikan jalan nasional di Desa Rumah Bundar ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BPJN Aceh dalam memastikan infrastruktur jalan dan jembatan nasional tetap berfungsi optimal, aman, dan layak dilalui, khususnya di wilayah yang rawan bencana alam.

liputan :Zulkifli,S.Kom

Berita Terkait

Kodim 0108/Agara Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Teger Miko, Pemasangan Hanger Masuki Tahap Krusial
Dana Ketahanan Pangan Rp134 Juta Diduga Tak Dinikmati Warga Desa
Ruas Jalan Nasional Medan–Kutacane Bertaburan Lubang. Polres Agara usut Rutin BPJN
Laksanakan Perintah Kasad, Kodim 0108/Agara Tuntaskan Program Bedah RTLH, Danposramil Lawe Bulan Serahkan Kunci Rumah Layak Huni
Proyek Bronjong Desa Ketambe Disorot: Dugaan Mutu Material Diabaikan, Pengawasan Dipertanyakan, LSM KOREK Desak Audit Menyeluruh
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:03 WIB

KILANG PADI MANGKRAK, DUA KALI BELANJA AMBULAN HANYA SATU KENDARAAN: DUA PROYEK DIDUGA SARANG KORUPSI TERSELUBUNG DESA SUKA MAKMUR

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bendera Merah Putih di Kantor Desa Sukamakmur Terlihat Koyak, Lusuh, dan Tak Pernah Diturunkan Melanggar Aturan – Nilai Kebangsaan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:25 WIB

Bendera Merah Putih Koyak & Lusuh di YPIS Maju Binjai: Pelanggaran Hormat dan Aturan yang Terabaikan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:11 WIB

Kepala Sekolah SMPN 2 Selesai Ditegur Keras: Biarkan Bendera Koyak dan Lusuh Berkibar Tanpa Pernah Diturunkan, Langgar Hukum  

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WIB

OTT KPK Terhadap Bupati Langkat Syah Afandin, Masyarakat Sesalkan Berulangnya Kasus

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Penyimpangan Anggaran Desa Suka Makmur, Langkat: Laporan Ungkap Mark Up, Dana Fiktif, dan Silpa Diduga Digelapkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:02 WIB

Kisah Mencekam Tanah Nenek Moyang yang Harus Diperjuangkan Melawan PT LNK Tanpa Dasar Hukum

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:46 WIB

PT LNK Tolak Penguburan di Tanah Asli Warga; Keluarga & Warga Kecewa Tak Ada Solusi dari Kepala Desa Nambiki, Camat dan Bupati Langkat

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Dana Ketahanan Pangan Rp134 Juta Diduga Tak Dinikmati Warga Desa

Jumat, 10 Jul 2026 - 23:46 WIB