Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru, Desi Novita Kecam Aksi Pembacokan Dilingkungan Kampus UIN Suska Pekanbaru

WASPADA24

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 23:57 WIB

50120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru: Ketua Bidang Pendidikan Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesian PWMOI Kota Pekanbaru, Desi Novita, C.BJ., C.EJ., mengecam keras aksi pembacokan yang dilakukan oleh Reyhan Mufazar (22) jurusan ilmu hukum angkatan 22 terhadap korban nya bernama Farra diketahui dengan jurusan yang sama di UIN Suska, Kota Pekanbaru. (26/2/2026)

Desi menilai, kekerasan tersebut merupakan aksi keji yang seharusnya tidak patut ada dilingkungan Kampus, apalagi kampus tersebut dikenal sebagai kampus yang menonjol kan nilai nilai keislaman, dan aksi ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Dengan kejadian itu, Desi meminta pihak kampus untuk mengambil tindakan tegas. Kegiatan ini tentunya mempermalukan kampus UIN Suska dan menciderai dunia Pendidikan di provinsi Riau khususnya di kota Pekanbaru, pungkas Desi

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya berharap, kepada pihak kepolisian agar dapat memproses kasus ini dan mengungkap motif dibalik aksi keji ini, serta pelaku diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, agar kedepannya tidak ada hal serupa terjadi di areal Kampus, tutupnya.

Dari informasi yang dihimpun oleh media ini, pembacokan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, dan pihak dari kepolisian dalam hal ini Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando, langsung menuju lokasi sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan penanganan awal serta melakukan olah tempat kejadian perkara, dan petugas memasang garis polisi.

Insiden pembacokan terjadi saat korban berada di ruang sidang munaqasah dan hendak mengikuti seminar proposal. Saat itu, korban dan pelaku disebut tengah menunggu kehadiran dosen penguji.

Dugaan sementara, aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan pribadi. Pelaku disebut pernah menjalin hubungan dengan korban dan diduga sakit hati karena ditolak cintanya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami motif pelaku dan pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

(Tim*)

Berita Terkait

Warung di Wilayah Plered Ini Diduga Jadi Agen Rokok Ilegal, Aparat Diminta Bertindak
Taufik Hidayat (TH) Kembali Tenar, LP Dari Korban Lainnya “SAA” Ditangani Unit PPA Polresta Bandung
Pewarta Polrestabes Medan Salurkan Bantuan Beras Melalui Program Jumat Barokah
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Sergai Hidupkan Kegiatan Kearifan Lokal Lewat Gelar Festival Layang-Layang “Semarak Langit”
Program Penyetaraan Pendidikan Narapidana, Rutan Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan PKBM Bina Tunas Muda Cakrawala
PPNM Gelar Pembagian Rapor Serentak dan Apresiasi Siswa Berprestasi di Seluruh Kompleks Sekolah
Lapas Sibolga Jalin Sinergi dengan DPRD Kota Sibolga, Perkuat Dukungan Program Pembinaan dan Pemasyarakatan
Perkenalan dan Sapa Warga Binaan, Plt Kalapas Narkotika Langkat Tegaskan Komitmen Pembinaan dan Ketertiban

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:03 WIB

KILANG PADI MANGKRAK, DUA KALI BELANJA AMBULAN HANYA SATU KENDARAAN: DUA PROYEK DIDUGA SARANG KORUPSI TERSELUBUNG DESA SUKA MAKMUR

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bendera Merah Putih di Kantor Desa Sukamakmur Terlihat Koyak, Lusuh, dan Tak Pernah Diturunkan Melanggar Aturan – Nilai Kebangsaan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:25 WIB

Bendera Merah Putih Koyak & Lusuh di YPIS Maju Binjai: Pelanggaran Hormat dan Aturan yang Terabaikan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:11 WIB

Kepala Sekolah SMPN 2 Selesai Ditegur Keras: Biarkan Bendera Koyak dan Lusuh Berkibar Tanpa Pernah Diturunkan, Langgar Hukum  

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WIB

OTT KPK Terhadap Bupati Langkat Syah Afandin, Masyarakat Sesalkan Berulangnya Kasus

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:14 WIB

Dugaan Penyimpangan Anggaran Desa Suka Makmur, Langkat: Laporan Ungkap Mark Up, Dana Fiktif, dan Silpa Diduga Digelapkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:02 WIB

Kisah Mencekam Tanah Nenek Moyang yang Harus Diperjuangkan Melawan PT LNK Tanpa Dasar Hukum

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:46 WIB

PT LNK Tolak Penguburan di Tanah Asli Warga; Keluarga & Warga Kecewa Tak Ada Solusi dari Kepala Desa Nambiki, Camat dan Bupati Langkat

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Dana Ketahanan Pangan Rp134 Juta Diduga Tak Dinikmati Warga Desa

Jumat, 10 Jul 2026 - 23:46 WIB