Sofifi | Waspada24.com — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, melakukan kunjungan kerja mendadak ke Pasar Galala, Sofifi, pada Sabtu pagi. (07/03/26).
Dalam agenda tersebut, gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini turun langsung untuk berinteraksi dengan para pedagang guna menyerap aspirasi terkait kondisi infrastruktur pasar.
Kehadiran pemimpin kelahiran Ambon, 8 Agustus 1982 ini, didampingi oleh jajaran pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara.
Suasana hangat menyelimuti dialog antara Sherly dan para pedagang yang didominasi oleh kaum perempuan.

Dalam diskusi tersebut, para pedagang mengeluhkan kondisi fasilitas pasar yang dinilai kurang representatif bagi kenyamanan bertransaksi.
Mereka secara terbuka menyampaikan harapan agar pemerintah segera melakukan penataan lingkungan pasar serta perbaikan akses jalan guna meningkatkan daya tarik pengunjung.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sherly menegaskan bahwa perbaikan Pasar Galala akan masuk ke dalam daftar prioritas pembangunan daerah.
Ia memahami bahwa infrastruktur yang memadai adalah kunci utama dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat.
Langkah ini dipandang mendesak mengingat fungsi strategis pasar tersebut sebagai pusat denyut nadi ekonomi masyarakat di wilayah Sofifi.
Mantan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pulau Morotai ini memproyeksikan bahwa penataan pasar yang lebih rapi dan aksesibel akan memberikan dampak domino bagi kesejahteraan warga.
Menurutnya, lingkungan yang nyaman tidak hanya membuat pembeli lebih ramai berdatangan, tetapi juga secara otomatis meningkatkan pendapatan para pedagang kecil.
Sherly berkomitmen untuk memastikan ekonomi kerakyatan bergerak lebih dinamis melalui intervensi fisik di pasar-pasar tradisional.
Kunjungan ini mempertegas gaya kepemimpinan Sherly yang cenderung mengedepankan komunikasi dua arah dan kepekaan sosial yang tinggi.
Sebagai tokoh yang lama berkecimpung di ranah sosial sebelum menjabat sebagai gubernur, ia optimis bahwa modernisasi pasar tanpa menghilangkan kearifan lokal akan menjadi motor penggerak utama bagi stabilitas ekonomi Maluku Utara di masa depan. (74M)































